Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ciput, Tak Sekadar Pelengkap, Ini Makna dan Tren di Balik Penggunaannya

Friesta Cahya Ramadhani • Senin, 20 Oktober 2025 | 02:15 WIB
Bukan cuma pelengkap gaya hijab, ciput juga punya fungsi penting dan makna tersendiri bagi para hijabers.
Bukan cuma pelengkap gaya hijab, ciput juga punya fungsi penting dan makna tersendiri bagi para hijabers.

TRENGGALEK – Bagi sebagian perempuan berhijab, ciput sering dianggap pelengkap kecil yang tak terlalu penting.

Namun belakangan, pembahasan soal ciput justru ramai di kalangan Gen Z.

Ada yang memuji karena membuat tampilan lebih rapi, ada pula yang menganggapnya terlalu “alim” hingga enggan memakainya.

Padahal, ciput memiliki fungsi penting baik dari sisi kenyamanan maupun identitas.

Lebih dari sekadar tren, keberadaan ciput mencerminkan bagaimana gaya dan nilai berpadu dalam satu tampilan.

Apa Itu Ciput?

Ciput merupakan penutup kepala bagian dalam yang digunakan sebelum mengenakan hijab.

Fungsinya menjaga agar rambut tetap rapi, tidak keluar dari hijab, serta membantu hijab menempel sempurna di kepala.

Dari sisi bahan, ciput hadir dalam beragam pilihan, mulai dari rajut, kaus, hingga spandeks.

Masing-masing punya kelebihan, tergantung kebutuhan dan aktivitas penggunanya.

Mengapa Memakai Ciput Bukan Sekadar Soal Penampilan?

Memakai ciput tidak hanya soal gaya, tetapi juga kenyamanan dan kepercayaan diri.

Dengan ciput, hijab terasa lebih stabil, tidak mudah bergeser, dan rambut tetap terlindungi.

Selain itu, ciput juga mencerminkan karakter seseorang. Ada yang memilih ciput warna netral untuk tampilan minimalis, ada pula yang bereksperimen dengan warna cerah agar terlihat lebih ekspresif.

Mengapa Ada yang Menganggap Ciput Sebagai Simbol FOMO atau “Sok Alim”?

Pandangan tersebut muncul karena pergeseran tren dan persepsi di kalangan muda.

Di era media sosial, gaya berhijab sering kali dikaitkan dengan persona tertentu.

Beberapa anak muda merasa memakai ciput identik dengan gaya “terlalu tertutup” atau “kurang modern”, padahal persepsi itu keliru.

Ciput tidak membatasi gaya, justru memperkaya variasi tampilan berhijab, mulai dari clean look hingga gaya Korea yang kini sedang populer.

Tips Memilih Ciput yang Nyaman dan Sesuai Gaya

• Pilih bahan yang adem dan elastis.

Ciput berbahan kaus atau rajut lebih mudah menyerap keringat dan nyaman untuk pemakaian harian.

• Sesuaikan model dengan bentuk wajah.

Ciput antem cocok untuk wajah bulat karena memberi kesan lebih tirus, sedangkan model bandana cocok bagi pemilik wajah oval.

• Gunakan warna netral agar mudah dipadukan.

Warna seperti hitam, krem, atau abu-abu bisa digunakan untuk berbagai gaya tanpa khawatir berbenturan dengan warna hijab.

Ciput dan Tren Fashion Modest Gen Z

Kini ciput bukan sekadar pelengkap hijab, tetapi telah menjadi bagian dari gaya modest fashion yang tumbuh di kalangan Gen Z.

Banyak konten kreator dan desainer muda yang menampilkan ciput dalam gaya “clean girl look” simpel, minimalis, namun tetap elegan.

Di beberapa kesempatan, ciput bahkan dipadukan dengan hijab tipis atau transparan, menghasilkan kesan modern tanpa meninggalkan nilai kesopanan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ciput telah bertransformasi menjadi simbol gaya baru yang lebih fleksibel dan personal.

Ciput memang sederhana, tetapi fungsinya besar. Ia bukan hanya pelengkap, melainkan bentuk ekspresi dan kenyamanan diri.

Memakai ciput bukan tanda seseorang ingin terlihat “alim”, melainkan pilihan sadar untuk tampil rapi, nyaman, dan percaya diri.

Pada akhirnya, tren bisa silih berganti, tetapi kenyamanan dan niat baik dalam berpenampilan akan selalu menjadi gaya yang tidak lekang oleh waktu.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#ciput #Gen Z #hijabers #Style #trenggalek #gaya hidup #TREND