Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Perbedaan Orang Tua Strict Parents dengan Orang Tua yang Care

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Rabu, 22 Oktober 2025 | 04:00 WIB
Ketegasan tanpa kasih sayang menimbulkan jarak, sedangkan kasih sayang tanpa batasan dapat menyesatkan. (Pinterest)
Ketegasan tanpa kasih sayang menimbulkan jarak, sedangkan kasih sayang tanpa batasan dapat menyesatkan. (Pinterest)

TRENGGALEK - Dalam setiap keluarga, pola asuh menjadi fondasi penting yang membentuk karakter seorang anak.

Cara orang tua mendidik dan memperlakukan anak memiliki pengaruh besar terhadap kepribadian, emosi, serta cara berpikir anak di masa depan.

Dua tipe pola asuh yang sering diperbincangkan ialah strict parents (orang tua yang menerapkan kedisiplinan ketat) dan orang tua yang care atau peduli.

Keduanya sama-sama memiliki tujuan baik, yakni membentuk anak yang sukses dan berperilaku baik, tetapi cara yang ditempuh sangat berbeda.

1. Cara Memberikan Aturan dan Batasan

Orang tua dengan tipe strict cenderung menanamkan banyak aturan yang harus ditaati tanpa pengecualian.

Segala sesuatu diatur dengan jadwal yang ketat, mulai dari waktu belajar, jam tidur, hingga hal-hal kecil seperti cara berbicara atau berpakaian.

Bagi mereka, kepatuhan merupakan kunci utama dalam membentuk karakter disiplin.

Sementara itu, orang tua yang care juga menetapkan aturan, namun dengan pendekatan yang lebih lembut dan rasional.

Mereka berusaha menjelaskan alasan di balik setiap peraturan yang dibuat, agar anak memahami makna di dalamnya.

Bagi tipe ini, kepatuhan bukan hasil dari rasa takut, melainkan dari kesadaran dan tanggung jawab anak itu sendiri.

2. Pola Komunikasi dalam Keluarga

Perbedaan mencolok lainnya terletak pada cara berkomunikasi. Orang tua strict biasanya menerapkan komunikasi satu arah.

Mereka lebih sering berbicara untuk memberi perintah atau nasihat, sementara anak hanya mendengarkan tanpa banyak ruang untuk berpendapat.

Hal ini membuat hubungan terasa kaku dan formal.

Sebaliknya, orang tua yang peduli lebih mengutamakan komunikasi dua arah.

Mereka mendengarkan anak ketika ingin bercerita, memberi pendapat, atau bahkan mengeluh.

Dalam keluarga seperti ini, anak merasa didengar dan dihargai. Hubungan antara orang tua dan anak pun lebih hangat dan terbuka.

3. Cara Menyikapi Kesalahan Anak

Bagi orang tua yang keras, kesalahan sering dianggap sebagai bentuk kegagalan dalam mendisiplinkan anak.

Maka dari itu, teguran atau hukuman biasanya diberikan dengan maksud agar anak tidak mengulangi perbuatannya.

Sayangnya, cara ini terkadang membuat anak takut berbuat salah, bahkan takut jujur pada orang tua sendiri.

Berbeda dengan orang tua yang peduli, mereka melihat kesalahan sebagai bagian dari proses belajar.

Ketika anak berbuat salah, mereka akan menasihati dengan tenang, menjelaskan akibat dari tindakan tersebut, dan membantu anak memperbaikinya.

Tujuannya bukan untuk menakut-nakuti, tetapi agar anak memahami dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

4. Dampak terhadap Perkembangan Anak

Anak yang tumbuh di bawah asuhan strict parents biasanya memiliki kedisiplinan tinggi dan patuh terhadap aturan.

Mereka terbiasa hidup teratur dan menghargai waktu. Namun, di sisi lain, sebagian anak bisa tumbuh menjadi pribadi yang canggung dalam mengekspresikan perasaan.

Mereka cenderung takut membuat kesalahan dan khawatir mengecewakan orang tua.

Sementara itu, anak dari orang tua yang peduli umumnya lebih percaya diri dan berani mengambil keputusan.

Mereka terbiasa mengutarakan pendapat tanpa takut disalahkan.

Hubungan emosional yang kuat membuat mereka merasa aman dan diterima apa adanya, meskipun terkadang melakukan kesalahan.

5. Tujuan yang Sama, Jalan yang Berbeda

Baik orang tua strict maupun yang care sama-sama memiliki niat baik.

Mereka ingin anak tumbuh menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan berprestasi.

Hanya saja, pendekatan yang digunakan berbeda. Orang tua strict berfokus pada kedisiplinan dan kontrol, sedangkan orang tua care menekankan pada empati dan pemahaman emosional.

Kedua pola asuh ini sebenarnya dapat digabungkan.

Ketegasan tetap diperlukan agar anak memiliki batasan yang jelas, namun perhatian dan kasih sayang juga penting agar anak tumbuh dengan perasaan aman dan bahagia.

Pola asuh yang seimbang inilah yang ideal diterapkan dalam keluarga modern.

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#pola asuh anak #parenting #Stick Parents #Kesehatan mental anak