Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hati-Hati Dengan Kebiasaan Ini: 5 Efek Buruk Mendengarkan Musik Dengan Volume Terlalu Tinggi

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Senin, 27 Oktober 2025 | 04:16 WIB
Musik memang menenangkan, tapi jangan biarkan suara yang kamu cintai perlahan merusak pendengaranmu.(Pinterest)
Musik memang menenangkan, tapi jangan biarkan suara yang kamu cintai perlahan merusak pendengaranmu.(Pinterest)

TRENGGALEK -  Musik telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Ia mampu menghadirkan ketenangan, menjadi teman dalam kesendirian, bahkan memotivasi seseorang untuk tetap bersemangat menjalani hari.

Namun, dibalik manfaatnya yang luar biasa, musik juga dapat menjadi ancaman jika dinikmati dengan cara yang diabaikan terutama bila didengarkan dengan volume yang terlalu tinggi.

Kebiasaan mendengarkan musik dengan suara keras, baik melalui earphone maupun pengeras suara, sering kali dianggap sepele.

Padahal, dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental tidak bisa diabaikan.

Organ telinga memiliki batas kemampuan dalam menerima gelombang suara.

Ketika suara yang masuk melebihi ambang batas aman, kerusakan dapat terjadi secara perlahan tanpa disadari.

Berikut ini lima efek buruk yang dapat ditimbulkan oleh kebiasaan mendengarkan musik dengan volume terlalu tinggi.

Baca Juga: Kelihatannya Ramah, Tapi Bisa Menyinggung! 10 Pertanyaan Basa-Basi yang Harus Kamu Hindari

1. Gangguan Pendengaran Permanen

Efek paling umum dan serius dari mendengarkan musik dengan volume keras adalah kerusakan pada sel rambut di koklea (bagian dalam telinga).

Sel-sel halus ini berfungsi untuk menangkap getaran suara dan mengubahnya menjadi sinyal yang dikirim ke otak.

Jika terpapar suara keras secara terus-menerus, sel-sel tersebut dapat rusak dan tidak dapat pulih kembali.

Gangguan pendengaran akibat gangguan biasanya dimulai secara perlahan.

Seseorang mungkin merasa sulit mendengar percakapan di tempat ramai, atau perlu menaikkan volume televisi lebih tinggi dari biasanya.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan tuli permanen, bahkan di usia muda.

2. Tinnitus atau Dengingan pada Telinga

Mendengarkan musik dengan volume tinggi juga dapat memicu tinitus, yaitu kondisi di telinga mana yang terus-menerus berdenging, berdengung, atau mendesis tanpa sumber suara eksternal.

Meski tidak berbahaya secara langsung, tinnitus bisa sangat mengganggu dan menurunkan kualitas hidup seseorang.

Kondisi ini sering dialami oleh musisi, pekerja di tempat bising, dan pecinta musik yang gemar mendengarkan lagu dengan volume keras melalui earphone.

Dalam beberapa kasus, tinnitus dapat bertahan seumur hidup karena kerusakan saraf pendengaran yang tidak dapat diperbaiki.

3. Stres dan Gangguan Konsentrasi

Suara keras yang masuk ke telinga tidak hanya memengaruhi pendengaran, tetapi juga berdampak pada sistem saraf.

Otak yang terus menerima rangsangan suara kuat akan bekerja lebih keras untuk memproses informasi, sehingga meningkatkan kadar hormon stres seperti kortisol dan adrenalin.

Akibatnya, seseorang menjadi mudah gelisah, sulit konsentrasi, dan mudah lelah.

Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat mempengaruhi kemampuan kognitif dan produktivitas, terutama bagi mereka yang sering bekerja atau belajar sambil mendengarkan musik keras.

4. Gangguan Tidur dan Keseimbangan Emosi

Mendengarkan musik keras sebelum tidur atau terlalu lama menggunakan earphone dapat mengganggu pola tidur alami.

Suara keras menstimulasi otak dan menghambat tubuh untuk memasuki fase relaksasi yang diperlukan sebelum tidur.

Hal ini dapat menyebabkan insomnia, mimpi buruk, atau tidur yang tidak berkualitas.

Selain itu, paparan suara keras yang terlalu sering juga berkaitan dengan keseimbangan emosi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan suasana hati seperti kecemasan dan depresi, karena otak terus berada dalam kondisi tegang dan waspada.

5. Kerusakan Fisik pada Telinga dan Perangkat Pendengaran

Selain gangguan pendengaran, suara yang terlalu keras juga dapat menyebabkan trauma fisik pada bagian dalam telinga.

Tekanan akustik yang tinggi dapat merusak gendang telinga atau peradangan menyebabkan saluran pendengaran.

Jika dibiarkan, hal ini bisa berakhir pada infeksi dan nyeri yang berkepanjangan.

Terlebih lagi, beberapa perangkat seperti earphone dengan kualitas rendah dapat nyaman dalam situasi.

Desain yang tidak ergonomis atau tidak memiliki fitur peredam suara eksternal membuat pengguna menaikkan volume untuk menyeimbangkan suara di sekitar, tanpa disadari sedang mempercepat kerusakan telinga mereka sendiri.

 

 

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#Kesehatan Telinga #musik #Efek musik keras #trenggalek