TRENGGALEK - Mengajarkan anak untuk terbiasa mengucapkan tolong ketika membutuhkan bantuan bukan sekadar soal sopan santun, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter.
Kebiasaan kecil ini menumbuhkan rasa hormat terhadap orang lain, memupuk empati, serta mengajarkan bahwa bantuan tidak datang begitu saja tanpa kesadaran untuk menghargai.
Agar anak dapat menggunakan kata tolong secara alami, orang tua perlu melatihnya melalui pembiasaan yang konsisten dan menyenangkan.
Berikut tujuh cara efektif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Menjadi Teladan Utama bagi Anak
Anak-anak mempelajari banyak hal melalui pengamatan. Apa yang mereka lihat dan dengar dari orang dewasa di sekitarnya akan mereka tiru, termasuk dalam hal berbahasa.
Contoh penerapan:
-
Saat meminta pasangan mengambilkan air, orang tua dapat berkata, “Ayah, tolong ambilkan gelas, ya.”
-
Ketika meminta anak menutup pintu, ucapkan, “Adik, tolong tutup pintunya pelan-pelan.”
Dengan mendengar kata tolong digunakan secara konsisten, anak akan menangkap bahwa kata tersebut penting dalam setiap permintaan.
Baca Juga: Dinsos PPPA Trenggalek, Anak Punya 31 Hak Berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Anak
2. Mengingatkan Anak Secara Halus dan Konsisten
Ketika anak meminta sesuatu tanpa mengucapkan tolong, hindari menegur dengan nada keras. Cukup ingatkan secara halus agar anak tetap merasa didukung.
Contoh penerapan:
-
Anak berkata, “Bu, ambilin susu.”
Orang tua dapat menjawab, “Boleh, tetapi coba ulangi dengan kalimat yang lebih sopan.”
Anak lalu belajar mengucapkan, “Bu, tolong ambilkan susu.”
Pengingat sederhana namun konsisten akan membentuk kebiasaan yang melekat.
3. Menggunakan Permainan Bahasa
Anak-anak lebih mudah menerima pembelajaran melalui permainan. Orang tua dapat membuat aktivitas yang melibatkan penggunaan kata tolong agar pembiasaan terasa menyenangkan.
Contoh penerapan:
-
Bermain peran, misalnya permainan “warung-warungan”, di mana anak harus mengucapkan, “Kak, tolong buatkan es jeruk.”
-
Bermain tebak kata, misalnya orang tua memberi tantangan, “Coba buat satu kalimat menggunakan kata tolong.”
Permainan ini membuat anak berlatih secara tidak langsung tanpa merasa sedang diajar.
4. Memberikan Apresiasi Ketika Anak Menggunakan Kata Tolong
Pujian yang tepat dapat menguatkan perilaku positif. Anak akan merasa dihargai ketika usahanya diakui, sehingga ia cenderung mengulangi kebiasaan baik tersebut.
Baca Juga: Kasus Pencabulan Santriwati di Trenggalek Kembali Masuk Pengadilan dengan Pelaku Bapak Anak
Contoh penerapan:
-
“Wah, kakak sudah bilang tolong. Terima kasih sudah berbicara dengan sopan.”
-
“Ibu senang karena adik minta tolong dengan cara yang baik.”
Apresiasi sederhana dapat membangun kebiasaan yang bertahan lama.
5. Menjelaskan Makna dan Manfaat Kata Tolong
Anak perlu memahami alasan di balik setiap aturan. Dengan menjelaskan makna kata tolong, anak akan menggunakannya bukan hanya karena diminta, tetapi karena memahami tujuannya.
Contoh penjelasan:
-
“Kalau kita mengucapkan tolong, itu artinya kita menghargai orang yang membantu.”
-
“Kata tolong membuat orang lain merasa senang karena kita berbicara dengan sopan.”
Pemahaman yang jelas akan membantu anak menerapkan kebiasaan secara sadar.
6. Membiasakan Penggunaan Kata Sopan dalam Berbagai Situasi
Agar anak terbiasa, orang tua perlu menghadirkan kesempatan untuk menerapkan kata tolong dalam banyak situasi sehari-hari.
Contoh situasi:
-
Meminta tolong saat ingin dibukakan bungkus makanan.
-
Mengucapkan tolong ketika ingin diambilkan mainan yang berada di tempat tinggi.
-
Menggunakan tolong saat meminta teman meminjamkan crayon.
Semakin sering anak menggunakannya, semakin natural kebiasaan itu terbentuk.
7. Menciptakan Lingkungan Keluarga yang Saling Menghargai
Budaya sopan santun tidak hanya mengandalkan latihan individu, tetapi juga suasana rumah yang mendukung. Ketika setiap anggota keluarga membiasakan diri menggunakan kata-kata baik, anak akan tumbuh dengan kebiasaan yang sama.
Contoh penerapan:
-
Orang tua saling menyapa dan meminta bantuan dengan sopan.
-
Saudara kandung dilatih mengucapkan tolong ketika saling meminta mainan atau bantuan.
-
Orang dewasa menghindari bahasa kasar atau nada tinggi yang dapat menular pada anak.
Lingkungan yang menghargai akan menumbuhkan anak yang terbiasa menghargai. (*)