TRENGGALEK – Gingseng dikenal sebagai tanaman herbal bernilai tinggi yang banyak dimanfaatkan untuk kesehatan.
Namun, tidak semua orang mengetahui cara memetik gingseng dengan benar.
Teknik pemetikan yang keliru justru dapat merusak akar, menurunkan kualitas, dan mengurangi nilai jualnya.
Agar manfaatnya tetap optimal, pemetikan gingseng perlu dilakukan secara hati-hati dan sesuai prosedur.
Baca Juga: Tren Naik Gunung Anak Muda Meningkat Drastis, Media Sosial Jadi Pemicu Utama FOMO dan Motivasi Beragam
Pilih Tanaman Gingseng yang Sudah Cukup Umur
Gingseng baru bisa dipanen setelah berusia 3–6 tahun, tergantung jenisnya.
Pada usia tersebut, akarnya sudah berkembang, memiliki tekstur padat, dan mengandung zat aktif yang lebih tinggi.
Petani biasanya menandai gingseng yang siap dipetik berdasarkan ukuran batang serta jumlah daun yang sudah terbentuk dengan sempurna.
Baca Juga: Mata Hitam, Ini 8 Penyebab dan Cara Mencegahnya agar Wajah Tak Terlihat Lelah
Gemburkan Tanah Secara Perlahan
Sebelum memetik akar gingseng, tanah di sekeliling tanaman perlu digemburkan menggunakan alat kecil seperti garpu tangan.
Cara ini dilakukan untuk menghindari kerusakan akar.
Penggemburan dilakukan melingkar, dimulai dari jarak beberapa sentimeter dari batang.
Tujuannya agar akar tidak patah saat diangkat.
Baca Juga: Hindari Kebiasaan Ini, Penyebab Utama Bau Kaki yang Sering Tak Disadari
Tarik Tanaman Mengikuti Arah Akar
Setelah tanah cukup longgar, batang gingseng ditarik perlahan mengikuti arah tumbuh akarnya.
Jangan menarik terlalu kuat karena dapat memutus serat akar yang menjadi bagian paling penting dari tanaman ini.
Bila akar masih terasa tertahan, gemburkan kembali tanah di bagian bawah hingga akar terangkat utuh.
Baca Juga: Mengapa Banyak Miliarder Dunia Justru Memilih Hidup Sederhana? Begini Penjelasan Sosiologinya
Bersihkan Akar Tanpa Menggosok Terlalu Keras
Akar gingseng dibersihkan menggunakan air mengalir.
Hindari menggosoknya dengan keras karena bisa merusak kulit akar dan mengurangi nilai kualitasnya.
Beberapa petani menggunakan kuas lembut untuk membersihkan tanah yang menempel di sela-sela akar.
Baca Juga: Memaksa Anak Makan Justru Bisa Bikin Picky Eater, Ini Penjelasan Ahli
Pisahkan Akar Utama dari Akar Halus
Setelah bersih, akar gingseng dipisahkan antara akar utama dan akar halus.
Akar utama biasanya memiliki nilai lebih tinggi, sementara akar halus dapat dikeringkan atau digunakan sebagai bahan ramuan herbal lainnya.
Pemilahan yang benar membuat proses penyimpanan lebih mudah dan menjaga kualitas akar tetap terjaga.
Baca Juga: Banyak Tahi Lalat di Tubuh, Normal atau Tanda Penyakit?
Keringkan dengan Metode yang Tepat
Untuk penyimpanan jangka panjang, gingseng harus dikeringkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik.
Hindari pengeringan langsung di bawah sinar matahari karena dapat mengurangi kandungan aktif di dalam akar.
Pengeringan alami ini biasanya membutuhkan waktu beberapa hari hingga akar benar-benar kering dan siap digunakan atau dijual.
Baca Juga: Cerdas Saat Thrifting, Begini Cara Gen Z Membedakan Barang Branded Ori dan KW
Menjaga Kualitas untuk Nilai Jual Lebih Tinggi
Dengan teknik pemetikan dan penanganan yang tepat, gingseng dapat memiliki kualitas terbaik sehingga manfaat dan nilai ekonominya tetap tinggi.
Petani di berbagai daerah juga terus mengembangkan cara-cara pemanenan yang lebih efektif untuk mempertahankan mutu tanaman herbal ini. (*)
Editor : Didin Cahya Firmansyah