Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Begini Penjelasan Gus Baha' Perihal Alasan Surat Al-Kahfi Turun Lebih Dahulu Daripada Surat Al-Baqarah

Mahsun Nidhom • Jumat, 18 April 2025 | 23:00 WIB
Surah Al-Kahfi ternyata turun lebih dulu daripada Al-Baqarah.
Surah Al-Kahfi ternyata turun lebih dulu daripada Al-Baqarah.

Trenggaleknjenggelek - Dalam kajian-kajian tafsirnya yang kerap disampaikan dengan gaya santai dan dalam, Gus Baha’—ulama yang dikenal luas karena kedalaman ilmunya dan gaya penyampaian yang merakyat—menyebutkan sebuah fakta menarik, Surah Al-Kahfi diturunkan lebih dahulu daripada Surah Al-Baqarah.

Lho, padahal di mushaf Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah ada di urutan kedua, sementara Surah Al-Kahfi ada di pertengahan. Apakah susunannya salah?

Tentu tidak. Inilah bedanya antara urutan turunnya wahyu (nuzul) dengan susunan mushaf.

Gus Baha’ menjelaskan bahwa Surah Al-Kahfi termasuk dalam kategori surah Makkiyah, yakni diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah.

Sedangkan Surah Al-Baqarah adalah surah Madaniyah, yang diturunkan setelah beliau menetap di Madinah.

Baca Juga: Damkar Indonesia: Pasukan Serba Bisa dengan Tugas yang Tak Pernah Padam

Urutan Pewahyuan Bukan Susunan Mushaf

Penting untuk dipahami bahwa urutan dalam mushaf Al-Qur’an tidak merepresentasikan kronologi turunnya wahyu.

Susunan mushaf adalah hasil dari kodifikasi Al-Qur’an pada masa sahabat, terutama di era Khalifah Utsman bin Affan, dan disusun berdasarkan pertimbangan tertentu misalnya panjang surah, tema, dan kesinambungan makna.

Maka, meskipun secara susunan Al-Baqarah lebih awal, secara kronologis justru Al-Kahfi lebih dahulu turun.

Gus Baha’ menjelaskan hal ini dalam salah satu kajian tafsirnya, yang juga dapat disimak di kanal YouTube Tafsir NU, sembari menekankan bahwa memahami sejarah pewahyuan akan sangat membantu dalam memahami konteks ayat dan tema dakwah Rasulullah di setiap fase.

Baca Juga: Abon Ikan Channa, Inovasi Olahan Pangan Bernilai Tinggi

Al-Kahfi: Surah Makkiyah Sarat Makna

Surah Al-Kahfi sarat dengan kisah-kisah luar biasa, seperti Ashabul Kahfi yaitu para pemuda yang bersembunyi di gua, pertemuan Nabi Musa dengan Khidr, hingga kisah Dzulqarnain.

Tema-tema ini berkaitan erat dengan fase dakwah awal Rasulullah, di mana umat Islam masih minoritas dan tekanan dari kaum Quraisy sangat besar.

Sementara Surah Al-Baqarah penuh dengan hukum, fiqh, dan aturan hidup bermasyarakat, yang baru relevan setelah umat Islam membentuk masyarakat madani di Madinah.

Pentingnya Tahu Urutan Turunnya Surah

Dengan mengetahui bahwa Al-Kahfi lebih dulu turun dibandingkan Al-Baqarah, kita bisa lebih memahami perkembangan dakwah Islam dan prioritas ajaran yang dibawa Nabi sesuai kondisi umat saat itu.

Baca Juga: Ketika Lampu Panggung Padam: Deretan VTuber Hololive yang Sudah Graduate

Gus Baha’ mengajak kita untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an secara tartil, tapi juga menghayati sejarah turunnya wahyu.

Karena di situlah kita bisa menangkap konteks, hikmah, dan kedalaman pesan-pesan Allah yang turun secara bertahap.

“Berarti secara nuzul, surat Kahfi luwih riyen katimbang surat Al Baqarah” jelas Gus Baha’ dalam kajian tafsirnyanya.

Jadi, ketika membuka mushaf dan membaca Surah Al-Baqarah di awal, ingatlah bahwa ada sejarah panjang di balik penempatannya.

Dan bahwa Surah Al-Kahfi yang sering kita baca tiap Jumat, justru punya posisi awal dalam fase pewahyuan.

Sebuah pelajaran bahwa setiap ayat turun dalam waktu dan situasi yang penuh hikmah yang pantas kita renungi lebih dalam, bukan sekadar dibaca cepat-cepat. (sun)

Editor : Mahsun Nidhom
#Al Kahfi #Tafsir #Al Baqarah #Nuzul Quran #Wahyu