TRENGGALEK - Berawal dari kegemaran berolahraga, khususnya lari, Dany Wahyu Prastyo, pemuda asal Desa/Kecamatan Pogalan, berhasil menghadirkan perubahan nyata dalam dunia olahraga di Kabupaten Trenggalek.
Sejak 2017, Dany mulai rutin berlari dan melihat fenomena menarik. Banyak masyarakat Trenggalek yang gemar lari, namun belum memiliki wadah komunitas yang terorganisasi.
Saat itu, jika ingin bergabung dengan komunitas lari, dia harus pergi ke luar kota Trenggalek.
Berangkat dari kegelisahan tersebut, Dany memberanikan diri mendirikan komunitas lari bernama Runte Runners Trenggalek.
Dengan bermodal pengalaman pribadi dan dukungan teman-teman, Runte tumbuh pesat.
Anggotanya mencapai lebih dari 100 orang dari berbagai latar belakang, bahkan Wakapolres Trenggalek kala itu turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan lari bersama. Misi yang diusung sederhana namun kuat, yakni “olahraga untuk masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.”
Runte Runners aktif hingga 2019. Setelah itu, kegiatan sempat vakum seiring langkah Dany yang hijrah ke Jakarta untuk bekerja.
Meski demikian, semangatnya terhadap dunia lari tak pernah padam. Ketika kembali ke Trenggalek pada 2024, keresahan lama kembali muncul.
Dany melihat geliat pelari semakin banyak, namun belum ada event lari berskala resmi di Trenggalek.
Padahal, dia sendiri kerap mengikuti berbagai event lari di luar daerah.
Bersama teman-teman yang memiliki visi serupa, Dany kemudian menggagas TGX Bhayangkara Run yang tercatat sebagai event lari pertama di Trenggalek.
Momentum tersebut menjadi titik balik kebangkitan olahraga lari di daerah ini. Bersamaan dengan itu, lahirlah gerakan lari 4PM RUN RUN yang kini menjadi gerakan lari terbesar di Trenggalek dengan anggota lebih dari 800 orang.
Tak berhenti di situ, melalui wadah 4PM Race Management, Dany dan timnya sukses menghadirkan berbagai event lain seperti TGX Soekarno Run, TGX Economic Run, hingga Trenggalek Night Run.
Semua event tersebut bukan sekadar ajang olahraga, melainkan juga sarana kebersamaan, promosi daerah, dan gaya hidup sehat.
Hingga kini, 4PM RUN RUN rutin menggelar kegiatan lari gratis setiap dua minggu sekali. Peserta tak hanya diajak berolahraga, tetapi juga mendapatkan foto dan refreshment tanpa dipungut biaya.
Bagi Dany, olahraga harus inklusif dan dapat dinikmati semua kalangan. “Tanpa teman-teman, saya bukan siapa-siapa,” ujarnya.
Konsistensi, kebersamaan, dan ketulusan menjadi kunci Dany Wahyu Prastyo dalam menorehkan inspirasi, menyatukan langkah, dan menggerakkan Trenggalek lewat olahraga.(gun/c1/din)
Editor : Didin Cahya Firmansyah