TRENGGALEK NJENGGELEK-Ilmu Kejawen hingga kini masih menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Jawa. Kepercayaan ini telah hidup sejak ratusan tahun lalu dan diwariskan secara turun-temurun sebagai bagian dari filsafat hidup orang Jawa. Dalam pandangan penganutnya, ilmu Kejawen bukanlah agama seperti Islam atau Kristen, melainkan sebuah cara pandang serta nilai-nilai luhur untuk menjalani kehidupan yang selaras dengan alam dan sesama manusia.
Ilmu Kejawen kerap dipahami sebagai ajaran universal yang menekankan tata krama, etika, dan aturan hidup yang mulia. Meski demikian, dalam praktiknya, Kejawen juga dikenal luas dengan berbagai bentuk ilmu gaib yang dipercaya memiliki fungsi tertentu. Tidak semua orang Jawa mampu menguasai ilmu tersebut, karena diperlukan laku spiritual, tirakat, dan pengendalian diri yang kuat.
Dalam tradisi Kejawen, ilmu gaib diklasifikasikan berdasarkan fungsinya. Setiap jenis ilmu Kejawen memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari perlindungan diri, pengaruh sosial, hingga pengobatan.
Salah satu yang paling dikenal adalah ilmu kanuragan. Dalam Kejawen, ilmu ini berfungsi sebagai sarana bela diri secara supranatural. Ilmu kanuragan dipercaya mampu membuat seseorang kebal terhadap serangan fisik, senjata tajam, hingga memiliki kekuatan luar biasa saat menyerang. Karena sifatnya yang berbahaya, ilmu ini umumnya hanya diwariskan kepada orang-orang tertentu yang dianggap mampu mengendalikan hawa nafsu dan emosinya.
Selain kanuragan, ilmu Kejawen juga mengenal ilmu kawibaan dan ilmu pengasihan. Ilmu kawibaan berfungsi untuk mempengaruhi kejiwaan orang lain, terutama dalam konteks kepemimpinan. Seseorang yang menguasai ilmu ini dipercaya memiliki wibawa tinggi, perkataannya didengar, dan perintahnya sulit ditentang oleh orang di sekitarnya.
Sementara itu, ilmu pengasihan atau yang lebih populer disebut ilmu pelet, berkaitan erat dengan urusan cinta dan perasaan. Ilmu ini dipercaya mampu menumbuhkan rasa simpati, kasih sayang, bahkan mengembalikan orang yang pergi meninggalkan pasangannya. Tak heran jika ilmu pengasihan menjadi salah satu ilmu Kejawen yang paling banyak dicari hingga sekarang.
Jenis ilmu Kejawen berikutnya adalah ilmu terawangan. Ilmu ini berfungsi untuk menajamkan mata batin. Penganut Kejawen meyakini, orang yang menguasai terawangan mampu melihat hal-hal gaib, menangkap isyarat halus, hingga melihat peristiwa dari jarak jauh.
Lebih lanjut, terdapat ilmu tingkat lanjut yang dikenal sebagai ogo sukmo. Dalam Kejawen, ogo sukmo dipercaya memungkinkan seseorang melepaskan sukma dari raganya. Dengan kemampuan ini, sukma diyakini dapat melakukan perjalanan ke tempat mana pun tanpa batas ruang dan waktu.
Ilmu Kejawen juga mengenal konsep khodam. Orang yang menguasai ilmu ini dipercaya mampu berkomunikasi dengan makhluk gaib pendamping yang disebut khodam. Khodam diyakini selalu mengikuti tuannya dan bersedia membantu atau melaksanakan perintah tertentu. Namun, penguasaan ilmu khodam dianggap berisiko jika tidak diimbangi dengan laku spiritual yang kuat.
Selain itu, terdapat pula ilmu permainan atau atraksi yang biasanya digunakan untuk pertunjukan di atas panggung. Ilmu ini mirip dengan kanuragan karena menampilkan kekebalan tubuh terhadap benda tajam, minyak panas, atau air keras. Namun, ilmu ini tidak digunakan untuk pertarungan nyata, melainkan sebagai hiburan dan demonstrasi kemampuan.
Dalam Kejawen juga dikenal ilmu pengobatan dan ilmu gura, yakni ilmu untuk membersihkan saluran pernapasan serta mengatasi gangguan biologis manusia. Ilmu-ilmu ini dipercaya membantu proses penyembuhan secara nonmedis dengan pendekatan spiritual.
Beragamnya ilmu Kejawen menunjukkan betapa kompleks dan kayanya warisan budaya spiritual masyarakat Jawa. Meski zaman terus berubah, kepercayaan ini masih hidup dan menjadi bagian dari identitas budaya yang terus diperbincangkan hingga kini.
Editor : Anggi Septiani