Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Ilmu Kejawen dan Fungsinya: Dari Kanuragan, Pengasihan, Ogo Sukmo hingga Perhitungan Nogo Dino yang Masih Dipercaya

Anggi Septiani • Selasa, 13 Januari 2026 | 22:00 WIB
Ilmu Kejawen dan Fungsinya: Dari Kanuragan, Pengasihan, Ogo Sukmo hingga Perhitungan Nogo Dino yang Masih Dipercaya
Ilmu Kejawen dan Fungsinya: Dari Kanuragan, Pengasihan, Ogo Sukmo hingga Perhitungan Nogo Dino yang Masih Dipercaya

TRENGGALEK NJENGGELEK-Ilmu Kejawen hingga kini masih menjadi bagian penting dalam kehidupan spiritual masyarakat Jawa. Ilmu Kejawen tidak dipahami sebagai agama, melainkan sebagai falsafah hidup yang mengajarkan tata krama, etika, serta cara memaknai hubungan manusia dengan alam dan kekuatan adikodrati. Sejak dahulu, Ilmu Kejawen diwariskan secara turun-temurun dan dipercaya memiliki pengaruh besar dalam keseharian masyarakat Jawa.

Dalam pandangan penganutnya, Ilmu Kejawen bersifat universal dan melekat pada nilai-nilai kehidupan. Meski masyarakat Jawa dikenal dekat dengan dunia gaib, tidak semua orang mampu atau diizinkan menguasai ilmu tersebut. Setiap ajaran memiliki fungsi dan laku tertentu yang harus dijalani dengan niat dan pengendalian diri.

Ilmu Kejawen mengenal klasifikasi ilmu gaib berdasarkan fungsinya. Pembagian ini bertujuan agar manusia memahami batas antara laku spiritual, kebutuhan sosial, dan pengendalian diri, bukan sekadar mengejar kesaktian.

Salah satu jenis Ilmu Kejawen yang paling dikenal adalah ilmu kanuragan. Ilmu ini dipercaya sebagai sarana bela diri secara supranatural. Kanuragan mencakup kemampuan kebal terhadap serangan fisik serta kekuatan luar biasa untuk menyerang. Dalam tradisi Kejawen, ilmu ini tidak diajarkan sembarangan karena berisiko disalahgunakan bila pemiliknya belum matang secara batin.

Jenis berikutnya adalah ilmu kawibaan, yang berfungsi mempengaruhi kejiwaan orang lain. Ilmu ini dipercaya mampu meningkatkan wibawa, kepemimpinan, dan kekuatan tutur kata. Seseorang yang menguasai kawibaan diyakini lebih disegani di masyarakat.

Sementara itu, ilmu pengasihan atau pelet berkaitan dengan urusan perasaan dan cinta. Ilmu ini dipercaya dapat menumbuhkan rasa simpati dan kasih sayang pada orang yang dituju. Dalam praktiknya, pengasihan kerap digunakan untuk mempererat hubungan atau mengembalikan pasangan yang menjauh, meski leluhur selalu mengingatkan agar ilmu ini tidak digunakan dengan niat buruk.

Ilmu Kejawen juga mengenal ilmu terawangan, yakni kemampuan menajamkan mata batin. Penganutnya dipercaya mampu menangkap isyarat halus, melihat kejadian jarak jauh, hingga tembus pandang secara spiritual.

Tingkat lanjut dari terawangan adalah ogo sukmo. Orang yang menguasai ogo sukmo diyakini mampu melepaskan sukma dari raga untuk melakukan perjalanan batin ke berbagai tempat. Selain itu, terdapat ilmu khodam, yaitu kemampuan berkomunikasi dengan makhluk pendamping gaib yang dipercaya selalu mengikuti tuannya dan membantu sesuai perintah.

Selain ilmu serius, Kejawen juga mengenal ilmu permainan atau atraksi. Ilmu ini sering dipertunjukkan di atas panggung, seperti kekebalan terhadap benda tajam, minyak panas, atau air keras. Meski mirip kanuragan, ilmu ini tidak digunakan untuk pertarungan nyata.

Di sisi lain, terdapat ilmu pengobatan Kejawen, termasuk ilmu gura untuk membersihkan saluran pernapasan serta ilmu lain yang berkaitan dengan fungsi biologis manusia. Pengobatan ini memadukan laku batin, doa, dan pengetahuan tradisional.

Selain ilmu gaib, Ilmu Kejawen juga mengenal perhitungan hari yang disebut nogo dino. Nogo dino dipercaya sebagai simbol energi hari tertentu yang perlu diperhatikan dalam aktivitas penting, seperti pindah rumah atau hajatan. Perhitungan ini didasarkan pada arah mata angin, pasaran Jawa, dan weton, yang diyakini memengaruhi keselamatan serta keharmonisan hidup.

Dalam pandangan leluhur, memahami nogo dino bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian agar manusia selaras dengan siklus alam.

Secara keseluruhan, Ilmu Kejawen mengajarkan keseimbangan antara lahir dan batin. Ajaran ini menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada kesaktian, melainkan pada kebijaksanaan, pengendalian diri, dan keselarasan hidup dengan alam serta sesama.

 

 

Editor : Anggi Septiani
#pengasihan #ogo sukmo #ilmu kejawen #Kanuragan #Nogo Dino