TRENGGALEK NJENGGELEK-Buku Broken Strings Aureli mendadak viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Melalui buku Broken Strings Aureli, Aureli secara terbuka mengungkap perjalanan hidupnya yang penuh luka, termasuk pengalaman traumatis menjadi korban child grooming sejak usia 15 tahun. Pengakuan tersebut sontak mengguncang publik dan memantik empati luas dari para pembaca.
Dalam pengakuannya, Aureli menyebut buku Broken Strings Aureli sejatinya bukan ditulis untuk konsumsi publik. Ia menuliskannya sebagai bagian dari proses penyembuhan diri atau healing. Namun, dorongan dari sang suami, Taylor, membuat Aureli akhirnya memutuskan membagikan kisah tersebut agar bisa membantu orang lain yang mengalami pengalaman serupa.
Sejak potongan kisah dalam buku Broken Strings Aureli beredar luas, publik menyoroti keberanian Aureli membuka luka lama yang selama bertahun-tahun ia pendam. Di balik senyum ceria yang selama ini ditampilkan di hadapan publik, tersimpan trauma mendalam yang baru terungkap lewat lembaran buku tersebut.
Dalam buku Broken Strings Aureli, sang penulis menceritakan pengalaman pahit ketika masih berusia 15 tahun. Saat itu, Aureli mengaku menjalin hubungan dengan seorang pria dewasa berusia 29 tahun. Demi melindungi identitas, nama pria tersebut disamarkan menjadi Bobi.
Hubungan yang awalnya terlihat manis dan penuh perhatian perlahan berubah menjadi relasi yang menekan. Aureli menggambarkan bagaimana dirinya berada di bawah kontrol penuh sang pria, baik secara emosional maupun psikologis. Pengakuan ini menjadi salah satu bagian paling mengguncang dalam buku Broken Strings Aureli.
Ia menyebut ada tanggal-tanggal tertentu yang hingga kini masih terasa sangat traumatis. Pengalaman tersebut meninggalkan bekas mendalam yang memengaruhi cara Aureli memandang diri sendiri dan kehidupan di masa dewasanya.
Seiring berjalannya waktu, hubungan yang dijalani Aureli berubah menjadi petaka. Tekanan emosi dan psikis membuat dirinya merasa terpenjara dalam relasi yang tidak sehat. Aureli mengaku mengalami fase kehilangan rasa bahagia terhadap hal-hal yang dulu ia sukai.
Dalam pengakuannya, sejak sekitar 2019, ia mulai merasakan kehampaan yang sulit dijelaskan. Meski sempat mencoba berbagai cara untuk pulih, mulai dari meditasi mandiri hingga mengikuti silent meditation di Bali, perasaan kosong itu tak sepenuhnya hilang.
Aureli juga mengungkap bagaimana lingkungan terdekatnya sempat menyepelekan keinginannya untuk mencari bantuan profesional. Hingga akhirnya, ia memutuskan menemui psikolog dan mendapatkan penjelasan bahwa dirinya mengalami depresi akibat trauma masa lalu.
Pengakuan dalam buku Broken Strings Aureli juga disandingkan dengan kisah sejumlah figur publik lain yang pernah mengalami kekerasan dalam hubungan. Nama Ardina Rasti hingga Sarah Wijayanto disebut pernah berada dalam situasi serupa, mengalami tekanan mental dan kekerasan saat usia masih relatif muda.
Kisah-kisah tersebut mempertegas bahwa luka akibat relasi tidak sehat bisa berdampak panjang, tak hanya secara fisik tetapi juga batin. Trauma yang dialami korban sering kali baru muncul bertahun-tahun setelah kejadian berlangsung.
Di tengah viralnya buku Broken Strings Aureli, publik kembali mengaitkan pengakuan tersebut dengan nama Robi, mantan suami Aureli. Meski tidak disebut secara eksplisit, spekulasi muncul terkait pembatalan pernikahan yang pernah terjadi di masa lalu.
Dalam penjelasan yang beredar, disebutkan bahwa pembatalan pernikahan secara Katolik atau annulment menandakan bahwa pernikahan tersebut dianggap tidak pernah sah sejak awal. Namun, hingga kini, tidak ada pernyataan resmi yang secara langsung mengonfirmasi keterkaitan detail tersebut dengan isi buku.
Terlepas dari luka masa lalu, Aureli kini menjalani kehidupan baru bersama sang suami, Taylor. Kebahagiaan tersebut semakin lengkap dengan kabar bahwa Aureli tengah mengandung buah hati pertamanya.
Aureli menegaskan, pengakuan dalam buku Broken Strings Aureli bukan bertujuan membuka aib siapa pun. Ia hanya ingin berbagi cerita agar para penyintas lain tidak merasa sendirian. Keputusan mempublikasikan buku itu pun diambil setelah dorongan kuat dari sang suami.
Viralnya buku Broken Strings Aureli menjadi pengingat penting tentang dampak child grooming dan relasi tidak sehat. Kisah ini sekaligus membuka ruang diskusi publik mengenai kesehatan mental, trauma, dan pentingnya keberanian untuk bersuara.
Editor : Anggi Septiani