Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Buku Broken Strings Aureli Morebars Viral, Ungkap Child Grooming Usia 15 Tahun hingga Pendukungnya Diteror Orang Tak Dikenal

Anggi Septiani • Kamis, 15 Januari 2026 | 17:40 WIB
Buku Broken Strings Aureli Morebars Viral, Ungkap Child Grooming Usia 15 Tahun hingga Pendukungnya Diteror Orang Tak Dikenal
Buku Broken Strings Aureli Morebars Viral, Ungkap Child Grooming Usia 15 Tahun hingga Pendukungnya Diteror Orang Tak Dikenal

TRENGGALEK NJENGGELEK-Buku Broken Strings karya Aureli Morebars kembali menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Melalui buku Broken Strings, Aureli Morebars secara terbuka mengungkap pengalaman traumatisnya sebagai korban child grooming sejak usia 15 tahun. Kisah tersebut tidak hanya menuai simpati luas, tetapi juga memunculkan dampak lain yang mengejutkan, yakni ancaman terhadap orang-orang yang memberikan dukungan kepadanya.

Sejak dirilis, buku Broken Strings langsung mendapat perhatian besar karena memuat pengakuan personal Aureli Morebars tentang masa lalunya. Dalam buku tersebut, Aureli menjabarkan bagaimana ia mengalami manipulasi, kontrol psikologis, hingga tekanan emosional dari sosok pria dewasa saat dirinya masih remaja. Pengakuan itu membuat buku Broken Strings dianggap sebagai suara korban yang berani membuka luka lama.

Dukungan pun mengalir deras kepada Aureli Morebars dari berbagai kalangan, termasuk rekan sesama artis. Namun, di balik gelombang empati terhadap buku Broken Strings, muncul ancaman yang justru menyasar para pendukungnya.

Dalam buku Broken Strings, Aureli Morebars menuturkan sudut pandangnya sebagai korban child grooming. Ia menjelaskan bagaimana relasi yang dijalaninya sejak usia 15 tahun perlahan berubah menjadi hubungan yang penuh manipulasi dan kontrol psikologis.

Aureli menggambarkan dirinya berada dalam posisi tidak seimbang, di mana sang pria dewasa memiliki kuasa besar dalam menentukan sikap dan keputusan hidupnya. Tekanan mental yang dialami Aureli meninggalkan dampak panjang terhadap kondisi psikologisnya hingga dewasa.

Pengakuan tersebut mendapat banyak respons positif. Banyak pembaca menilai keberanian Aureli Morebars menuliskan kisah dalam buku Broken Strings dapat membuka mata publik tentang bahaya child grooming dan relasi tidak sehat yang sering kali tersembunyi.

Di tengah dukungan yang terus berdatangan, Aureli Morebars mengungkap fakta mengejutkan. Ia menyebut orang-orang yang secara terbuka mendukungnya justru menjadi sasaran teror dari pihak tak dikenal.

Salah satu kejadian yang disorot adalah ketika Aureli mengunggah ulang dukungan dari aktris Hesti Purwadinata terkait buku Broken Strings. Unggahan tersebut ternyata berbuntut panjang. Hesti Purwadinata dan sang suami, Edo Borne, disebut menerima ancaman langsung dari orang tak dikenal.

Ancaman tersebut tidak hanya berupa komentar di media sosial, tetapi sudah masuk ke pesan WhatsApp pribadi milik Edo Borne. Situasi ini membuat Aureli merasa bersalah sekaligus khawatir terhadap keselamatan orang-orang yang mendukungnya.

Akibat kejadian tersebut, Aureli Morebars akhirnya memutuskan untuk tidak lagi mengunggah ulang dukungan dari publik maupun rekan artis. Ia menyadari bahwa unggahan ulang justru berpotensi membuka identitas para pendukungnya kepada pihak-pihak yang berniat melakukan teror.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap orang-orang yang selama ini berdiri di belakangnya. Aureli menilai dukungan tidak harus selalu ditampilkan di ruang publik jika berisiko menimbulkan ancaman.

Selain membahas buku Broken Strings, perbincangan publik juga menyinggung soal pembatalan pernikahan Aureli Morebars secara Katolik atau annulment. Dalam penjelasan yang beredar, disebutkan bahwa Gereja Katolik tidak mengenal perceraian. Namun, jika pernikahan dinyatakan tidak sah sejak awal, maka dapat diterbitkan surat pembatalan.

Dengan adanya annulment, pernikahan sebelumnya dianggap tidak pernah sah. Hal ini juga berarti dokumen lama yang pernah dikeluarkan gereja dinyatakan tidak berlaku. Jika ada pihak yang menggunakan dokumen tersebut untuk mengklaim sesuatu, hal itu bisa dianggap sebagai informasi palsu.

Secara hukum, penyebaran klaim palsu atau fitnah dengan dokumen tidak sah dapat dilaporkan. Ancaman hukumannya pun tidak ringan, dengan kemungkinan pidana penjara hingga empat tahun, tergantung undang-undang dan bukti yang dimiliki.

Viralnya buku Broken Strings menjadikan kisah Aureli Morebars lebih dari sekadar cerita pribadi. Buku ini memantik diskusi luas tentang child grooming, kesehatan mental, serta risiko yang dihadapi korban dan para pendukungnya ketika berani bersuara.

Di tengah tekanan dan ancaman, Aureli Morebars tetap menyampaikan kisahnya sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan dan manipulasi. Buku Broken Strings kini tidak hanya dibaca sebagai karya autobiografi, tetapi juga sebagai refleksi sosial tentang keberanian, trauma, dan perlindungan terhadap korban.

 

Editor : Anggi Septiani
#Aureli Morebars #Buku Broken Strings #child grooming #ancaman teror #Viral media sosial