Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Situs Tribuana Tunggadewi Terus Diekskavasi hingga 2024, Pagar Diduga Gapura Majapahit Mulai Terungkap di Mojokerto

Anggi Septiani • Jumat, 16 Januari 2026 | 22:35 WIB

Situs Tribuana Tunggadewi Terus Diekskavasi hingga 2024, Pagar Diduga Gapura Majapahit Mulai Terungkap di Mojokerto
Situs Tribuana Tunggadewi Terus Diekskavasi hingga 2024, Pagar Diduga Gapura Majapahit Mulai Terungkap di Mojokerto
TRENGGALEK NJENGGELEK- Situs Tribuana Tunggadewi di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, hingga kini masih terus diekskavasi oleh tim arkeolog. Hingga tahun 2024, proses penggalian belum rampung dan masih menyisakan banyak tanda tanya terkait bentuk utuh serta fungsi struktur bangunan yang diduga berasal dari era Kerajaan Majapahit tersebut.

Dalam perkembangan terbaru, Situs Tribuana Tunggadewi belum dapat secara pasti disebut sebagai bangunan gapura. Tim arkeolog masih melakukan kajian mendalam terhadap komponen, variabel, serta struktur pendukung yang menjadi ciri khas sebuah gapura. Hingga saat ini, belum ditemukan adanya teras atau tangga yang biasanya melekat pada bangunan gerbang kerajaan.

Meski demikian, temuan terbaru menunjukkan kemajuan signifikan. Di sisi utara kompleks, tim berhasil mengungkap struktur pagar situs yang kini sudah terlihat sekitar 50 persen. Situs Tribuana Tunggadewi yang juga dikenal dengan nama Situs Brega Uripan ini diperkirakan memiliki luasan sangat besar, mencapai sekitar 9 hektare, sehingga proses ekskavasi membutuhkan waktu panjang.

Pagar sisi utara menjadi fokus utama penggalian. Struktur ini terletak di sebelah timur lapangan sepak bola desa setempat, dengan panjang pagar yang telah teridentifikasi sekitar 150 meter. Selain pagar, di sudut timur laut ditemukan struktur yang diduga sebagai penguat sudut pagar.

Menariknya, pada sisi utara pagar tersebut ditemukan dua tapak bangunan yang diduga sebagai bagian bawah gapura. Bentuknya serupa dengan tiga tapak gapura yang ditemukan sebelumnya di area lapangan saat ekskavasi tahun 2023. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kompleks ini memiliki sistem pintu masuk monumental, meski kesimpulan final masih menunggu hasil kajian lanjutan.

Selain struktur bangunan, tim arkeolog juga menemukan berbagai benda fragmentaris, seperti pecahan gerabah yang diduga merupakan peralatan rumah tangga masyarakat pada masa Majapahit. Temuan ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut tidak hanya bersifat simbolik atau ritual, tetapi juga memiliki aktivitas keseharian.

Situs Tribuana Tunggadewi diketahui merupakan sebuah kompleks bangunan suci. Ekskavasi pertama dilakukan pada 2019 oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). Saat itu, arkeolog menemukan struktur Astapala, yakni delapan penjuru mata angin. Namun, hanya tujuh titik yang berhasil ditemukan, sementara satu titik lainnya diduga telah tertutup kembali oleh endapan tanah.

Struktur situs ini memanjang dari sisi timur yang berbatasan dengan aliran sungai kecil hingga ke area barat. Panjang dan luas kawasan menjadi tantangan tersendiri bagi tim ekskavasi. Penggalian dilakukan bertahap di berbagai sisi, termasuk sisi selatan dan barat, guna merekonstruksi pagar yang mengelilingi kompleks.

Dalam proses penggalian, tim juga menemukan struktur menjorok keluar dari pagar dengan jarak antar titik sekitar 40 meter. Struktur tersebut memiliki ukuran kurang lebih 3,8 x 3,6 meter dengan denah bujur sangkar. Meski belum bisa disebut sebagai gapura, struktur ini diduga kuat berfungsi sebagai pilar atau bagian dari sistem arsitektur kompleks.

Ekskavasi lanjutan pada 2021 di sisi timur bangunan suci menghasilkan temuan lain yang tak kalah menarik. Arkeolog menemukan struktur berbentuk bintang yang disebut sebagai mandala. Meski menyerupai simbol Surya Majapahit, tim belum berani memastikan identitasnya dan memilih menggunakan istilah mandala.

Pada lokasi yang sama, ditemukan ratusan umpak batu yang berserakan. Umpak-umpak ini mengindikasikan keberadaan bangunan dengan tiang-tiang penyangga, memperkuat dugaan bahwa Situs Tribuana Tunggadewi merupakan kompleks penting pada masa Majapahit.

Hingga kini, ekskavasi Situs Tribuana Tunggadewi masih terus berlangsung. Tim arkeolog menegaskan bahwa publik perlu bersabar hingga seluruh proses penelitian selesai. Harapannya, situs ini dapat memberikan gambaran utuh mengenai tata ruang, fungsi, dan peran penting kawasan tersebut dalam struktur pemerintahan atau keagamaan Majapahit.

Jika seluruh struktur berhasil terungkap, Situs Tribuana Tunggadewi berpotensi menjadi salah satu temuan arkeologi terbesar yang memperkaya pemahaman sejarah Majapahit di Jawa Timur.

 

Editor : Anggi Septiani
#Ekskavasi Majapahit #mojokerto #peninggalan majapahit #situs tribuana tunggadewi #Situs Brega Uripan