Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Waspada! 10 Benda Pembawa Sial Menurut Primbon Jawa yang Diam-diam Bikin Rezeki Seret dan Hidup Sulit

Anggi Septiani • Senin, 19 Januari 2026 | 21:20 WIB
Waspada! 10 Benda Pembawa Sial Menurut Primbon Jawa yang Diam-diam Bikin Rezeki Seret dan Hidup Sulit
Waspada! 10 Benda Pembawa Sial Menurut Primbon Jawa yang Diam-diam Bikin Rezeki Seret dan Hidup Sulit

TRENGGALEK NJENGGELEK- Kepercayaan tentang benda pembawa sial menurut primbon Jawa masih diyakini sebagian masyarakat hingga saat ini. Bukan sekadar mitos, ajaran leluhur Jawa menyebutkan bahwa energi negatif dari benda-benda tertentu di rumah bisa menghambat datangnya rezeki, memicu konflik, hingga membuat kehidupan terasa stagnan.

Dalam tradisi Jawa, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga pusat energi kehidupan. Karena itu, keberadaan benda pembawa sial menurut primbon Jawa dipercaya mampu memengaruhi aliran rezeki, keharmonisan keluarga, hingga keberuntungan penghuninya. Video yang beredar di YouTube ini mengulas secara rinci daftar benda yang sebaiknya segera disingkirkan agar energi positif kembali mengalir.

Menurut primbon Jawa, rezeki tidak hanya ditentukan oleh usaha dan doa, tetapi juga lingkungan tempat tinggal. Rumah yang dipenuhi barang rusak, kotor, atau tak terawat diyakini menjadi sarang energi negatif. Tanpa disadari, kondisi ini bisa membuat usaha sering gagal, keuangan tersendat, hingga hubungan keluarga tidak harmonis.

Kepercayaan ini menekankan pentingnya menjaga kerapian, kebersihan, dan kelayakan benda-benda yang digunakan sehari-hari. Dari sinilah konsep benda pembawa sial dan benda pembawa rezeki muncul dalam primbon Jawa.

Salah satu benda yang dianggap membawa sial adalah sapu yang disandarkan di pintu rumah. Pintu dipercaya sebagai jalur masuk rezeki. Meletakkan sapu di sana diyakini bisa “menyapu keluar” keberuntungan yang hendak masuk.

Benda berikutnya adalah sisir patah atau kotor. Sisir melambangkan kepala dan harga diri. Menggunakan sisir rusak dipercaya mengganggu aliran energi positif dan berdampak pada keberuntungan hidup seseorang.

Baju lusuh atau robek yang masih disimpan dan digunakan juga termasuk benda pembawa sial. Dalam primbon Jawa, pakaian mencerminkan kondisi hidup pemakainya. Baju yang tidak layak dipercaya menarik aura kemunduran, terutama dalam urusan pekerjaan dan ekonomi.

Selain itu, sepatu atau sandal yang diletakkan sembarangan atau terbalik diyakini menciptakan energi kacau di dalam rumah. Kondisi ini disebut bisa memicu konflik dan emosi yang tidak stabil antar penghuni rumah.

Primbon Jawa juga menyoroti bahaya cermin pecah atau retak. Cermin melambangkan refleksi diri dan energi. Jika rusak, dipercaya memancarkan aura negatif yang membawa kesialan beruntun.

Membuka payung di dalam rumah juga dianggap menutup jalan rezeki. Payung merupakan simbol perlindungan, dan penggunaannya di dalam rumah diyakini menghalangi datangnya keberuntungan.

Benda lain yang kerap diabaikan adalah piring dan gelas retak. Retakan pada peralatan makan melambangkan rezeki yang bocor dan kehidupan yang tidak utuh.

Sementara itu, benda pusaka yang tidak dirawat, seperti keris atau benda bertuah, dipercaya bisa menjadi sumber energi negatif jika dibiarkan kotor dan tak terawat.

Tak kalah penting, jam dinding mati disebut melambangkan waktu yang berhenti, sehingga dikaitkan dengan bisnis mandek dan kehidupan yang stagnan. Begitu pula kalender lama yang belum diganti, dipercaya menghambat kemajuan hidup.

Primbon Jawa mengajarkan bahwa menyingkirkan benda pembawa sial sama artinya dengan membuka jalan rezeki. Membersihkan rumah dari barang rusak dan tak terpakai dipercaya mampu mengembalikan keseimbangan energi, menciptakan suasana lebih nyaman, dan mendatangkan keberuntungan.

Meski tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, ajaran ini tetap menjadi pengingat pentingnya hidup tertata, bersih, dan selaras dengan lingkungan sekitar.

 

Editor : Anggi Septiani
#mitos jawa #rezeki seret #benda pembawa rezeki #benda pembawa sial menurut primbon Jawa #Primbon Jawa