TRENGGALEK NJENGGELEK- Angkot setan Jatinangor menjadi kisah horor yang sempat menghebohkan kalangan mahasiswa di kawasan kampus Jatinangor, Jawa Barat, pada pertengahan tahun 2000-an. Cerita ini dialami langsung oleh Rizki, mahasiswa angkatan 2005 asal Sukabumi, yang merasakan kejadian janggal saat pulang ke kosnya pada awal 2006.
Sebagai mahasiswa perantau, Rizki tinggal di rumah kos yang jaraknya tidak terlalu jauh dari kampus. Untuk aktivitas sehari-hari, ia lebih sering berjalan kaki. Transportasi umum seperti angkot jarang ia gunakan, kecuali jika harus menempuh jarak cukup jauh. Saat itu, Jatinangor belum seramai sekarang. Angkot pun masih terbatas jumlahnya dan jarang terlihat penuh penumpang.
Sejak awal kuliah, Rizki sudah sering mendengar cerita tentang angkot setan Jatinangor. Konon, ada mahasiswa yang ditemukan pingsan di pinggir jalan setelah naik angkot malam hari. Kabarnya, angkot tersebut berisi makhluk tak kasat mata. Meski menganggapnya sekadar cerita seram untuk hiburan, Rizki tetap mengingat kisah tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis sore, awal 2006. Rizki berangkat dari Sukabumi menuju Jatinangor setelah libur panjang. Biasanya ia naik bus jurusan Sumedang, namun hari itu bus yang ditunggu tak kunjung datang. Hingga menjelang pukul 5 sore, Rizki akhirnya memutuskan naik bus jurusan Garut dengan rencana turun di ujung tol Cileunyi.
Hujan turun sejak siang dan terus menemani perjalanan. Rizki memperkirakan tiba sekitar pukul 11 malam. Namun, kemacetan panjang akibat insiden di jalan membuat perjalanan molor. Ketika kondektur membangunkannya, waktu sudah menunjukkan pukul 1 dini hari.
Bus berhenti di dekat warung-warung kecil di kawasan Cileunyi. Beberapa penumpang turun bersama Rizki, namun satu per satu pergi menggunakan ojek. Tak lama kemudian, Rizki pun sendirian di tengah hujan dan suasana yang semakin sepi.
Saat harapannya mulai menipis, muncul cahaya lampu kendaraan dari kejauhan. Ternyata sebuah angkot melaju pelan ke arahnya. Rizki langsung memastikan jurusannya dan naik tanpa berpikir panjang. Di dalam angkot, tidak ada satu pun penumpang.
Anehnya, angkot berjalan sangat pelan dan tidak terlihat kendaraan lain di sepanjang jalan. Rizki mencoba berpikir positif, menganggap sopir sengaja melambat untuk mencari penumpang. Hingga akhirnya, angkot tiba-tiba berhenti seolah hendak menaikkan penumpang.
Namun, tak ada siapa pun di luar. Saat Rizki menanyakan hal itu, sopir hanya menjawab singkat bahwa ada penumpang yang naik. Kejadian serupa terulang beberapa kali, membuat Rizki semakin bingung.
Ketika angkot kembali melaju agak kencang, Rizki mengubah posisi duduknya. Saat itulah tubuhnya mendadak merinding. Dua orang pria tiba-tiba sudah duduk di bagian belakang angkot, saling berhadapan. Rizki yakin mereka tidak ada sebelumnya.
Ketakutan semakin memuncak ketika kedua pria itu bergerak mendekat. Wajah mereka terlihat pucat, berlumuran darah, dengan aroma anyir yang menyengat. Rizki berteriak histeris meminta sopir menghentikan angkot.
Sebelum angkot benar-benar berhenti, Rizki meloncat keluar dan terjatuh ke aspal. Ia tak mempedulikan rasa sakit, yang penting bisa keluar dari angkot tersebut. Dari kejauhan, angkot itu masih terlihat melaju perlahan hingga akhirnya menghilang dalam gelapnya malam.
Pengalaman tersebut membuat kisah angkot setan Jatinangor bukan lagi sekadar cerita bagi Rizki, melainkan teror nyata yang tak akan pernah ia lupakan.
Editor : Anggi Septiani