Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Misteri Pemandian Tapan Trenggalek Terkuak, Jejak Pertapan Agung, Patung Batu, hingga Kisah Mistis yang Masih Dipercaya

Anggi Septiani • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:20 WIB
Misteri Pemandian Tapan Trenggalek Terkuak, Jejak Pertapan Agung, Patung Batu, hingga Kisah Mistis yang Masih Dipercaya
Misteri Pemandian Tapan Trenggalek Terkuak, Jejak Pertapan Agung, Patung Batu, hingga Kisah Mistis yang Masih Dipercaya

TRENGGALEK NJENGGELEK-Misteri Pemandian Tapan Trenggalek masih menjadi perbincangan menarik hingga kini. Wahana wisata alam yang terletak di Desa Karangan, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, ini bukan sekadar tempat pemandian biasa. Di balik kesejukan air dan rimbunnya hutan, Pemandian Tapan menyimpan kisah sejarah dan cerita mistis yang diyakini telah ada sejak ratusan tahun silam.

Sejak dahulu, lokasi yang kini dikenal sebagai Pemandian Tapan Trenggalek dipercaya sebagai tempat pertapaan atau semedi. Menurut cerita rakyat, kawasan ini dulunya berupa sendang alami yang muncul dari bawah pohon besar dan membentuk kolam melingkar dengan air jernih. Sendang tersebut kerap digunakan untuk mandi dan menyucikan diri oleh orang-orang yang hendak bertapa.

Cerita yang berkembang menyebutkan pernah datang sepasang laki-laki dan perempuan yang melakukan ritual pertapaan di lokasi tersebut. Mereka bertapa tanpa makan dan minum, tidak hanya berhari-hari, tetapi hingga bertahun-tahun. Namun ritual itu disebut gagal, hingga akhirnya tubuh kedua pertapa tersebut berubah wujud menjadi patung batu.

Dalam kisah turun-temurun warga, patung batu sepasang pertapa itu perlahan terkubur tanah dan seolah menghilang dari permukaan. Hingga pada tahun 1950, seorang warga Desa Karangan bernama Kasmun mengaku mendapat wangsit melalui mimpi. Dalam mimpinya, ia diperintahkan untuk menggali tanah di sekitar sendang karena di sana terkubur patung batu pertapa.

Kasmun kemudian membuktikan mimpinya. Di dekat sendang, ia menemukan tanah terbelah dan mendapati dua patung batu terkubur sekitar 1,5 meter. Temuan tersebut dilaporkan kepada warga, dan patung itu akhirnya digali bersama-sama. Patung tersebut berbentuk laki-laki dan perempuan, duduk berjajar seperti orang bertapa, dengan ukuran menyerupai manusia dewasa.

Setelah penemuan patung batu, Kepala Desa Karangan saat itu, Ngaiti, memerintahkan warga membuatkan bangunan sederhana untuk meletakkan patung tersebut di dekat sendang. Bangunan itu diberi papan nama bertuliskan “Pertapan Raden Surenggrono”. Namun hingga kini, sosok Raden Surenggrono masih menjadi misteri.

Juru kunci setempat bahkan melarang pengunjung menyebut nama tersebut tanpa alasan yang jelas. Meski demikian, sebagian warga meyakini kawasan itu memang menjadi lokasi pertapaan tokoh tersebut. Seiring waktu, sendang diperlebar dan ditata, dan Ngaiti menyebut tempat itu sebagai Pertapan Agung.

Perkembangan besar terjadi pada 1994. Sendang Pertapan Agung diubah menjadi kolam pemandian berbentuk persegi dan diresmikan sebagai wana wisata Pemandian Tapan oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, Basofi Sudirman. Sejak saat itu, Pemandian Tapan Trenggalek dikenal luas sebagai tempat wisata alam.

Sebagai upaya pelestarian sejarah, sepasang patung batu pertapa dipindahkan dan diamankan di area Pendopo Kabupaten Trenggalek. Namun bangunan bekas tempat patung dan batu sandarannya tetap dibiarkan di lokasi sebagai ikon wisata.

Meski ramai dikunjungi, nuansa mistis di Pemandian Tapan tak pernah benar-benar hilang. Beberapa kejadian kesurupan saat kegiatan kemah pelajar kerap dilaporkan. Selain itu, cerita tentang pengunjung tenggelam dan meninggal juga menambah kesan angker tempat ini. Kejadian-kejadian tersebut membuat minat wisatawan menurun drastis.

Akibatnya, sejak sekitar 2006, Pemandian Tapan terbengkalai tanpa pengelolaan. Fasilitas rusak, akses jalan tertutup semak, dan kawasan ini perlahan terlupakan.

Harapan kembali muncul pada Januari 2016. Warga Desa Karangan bersama pemerintah daerah, Perhutani, dan berbagai komunitas bergotong royong membuka kembali kawasan wana wisata Pemandian Tapan. Penataan ulang dilakukan dengan rencana pengembangan taman, area outbound, dan wisata alam berbasis hutan.

Kebangkitan Pemandian Tapan Trenggalek diharapkan mampu menarik kembali wisatawan sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian warga sekitar serta meningkatkan pendapatan daerah. Di tengah upaya revitalisasi itu, kisah sejarah dan misteri Pertapan Agung tetap menjadi daya tarik yang tak terpisahkan dari Pemandian Tapan.

 

Editor : Anggi Septiani
#sejarah trenggalek #patung batu pertapa #Pertapan Agung #wisata mistis Trenggalek #Pemandian Tapan Trenggalek