Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Teror Misterius, Pengintai Bermasker hingga Pengakuan Mengejutkan Orang Dalam: Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Kamis, 22 Januari 2026 | 19:30 WIB
Teror Misterius, Pengintai Bermasker hingga Pengakuan Mengejutkan Orang Dalam: Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta
Teror Misterius, Pengintai Bermasker hingga Pengakuan Mengejutkan Orang Dalam: Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta

TRENGGALEK NJENGGELEK – Kasus Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta menyita perhatian publik setelah terungkap rangkaian teror misterius yang dialami korban sebelum tewas secara mengenaskan di rumahnya sendiri. Kasus ini bermula dari pesan ancaman anonim, sosok pengintai bermasker, hingga fakta mengejutkan bahwa pelaku berasal dari orang yang selama ini dipercaya keluarga korban.

Dea Permata Karisma dikenal sebagai perempuan ramah dan penyayang. Ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara yang sempat tinggal di Bandung sebelum pindah bersama keluarganya ke Kabupaten Purwakarta. Setelah menikah dengan Feri Rihana pada 2021, Dea memilih menetap di rumah sederhana di kawasan perumahan PJT2, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta.

Sebelumnya, Dea bekerja sebagai HRD di sebuah perusahaan swasta. Namun setelah menikah, ia memutuskan berhenti bekerja dan merintis usaha kuliner dimsum dari rumah. Usahanya berkembang cukup pesat hingga ia sering mengikuti bazar dan event kuliner di Purwakarta. Kondisi inilah yang membuat Dea membutuhkan bantuan orang lain untuk mengurus rumah sekaligus usaha.

Awal Mula Teror dan Sosok Pengintai

Kasus Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta mulai menunjukkan tanda-tanda janggal sejak Juli 2025. Dea menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal berisi ancaman agar menjauhi seseorang bernama Fadel jika ingin “umur panjang”. Padahal, Dea tidak memiliki hubungan khusus dengan Fadel selain sebagai teman lama saat masih bekerja.

Tak hanya teror pesan, keluarga juga diguncang laporan adanya sosok misterius bermasker yang kerap mengintai rumah pada malam hari. Sosok tersebut beberapa kali terlihat mondar-mandir di sekitar rumah. Anehnya, angsa peliharaan keluarga yang biasanya berisik justru tidak bereaksi saat pengintai itu muncul.

Karena khawatir, Feri sempat berkonsultasi ke Polsek Jatiluhur. Polisi menyarankan pemasangan CCTV sebagai langkah awal pengamanan. Namun setelah CCTV terpasang, sosok pengintai itu justru tak pernah muncul lagi, menimbulkan kecurigaan tersendiri.

Hari Terakhir Dea dan Penemuan Jenazah

Pada Selasa, 12 Agustus 2025, Dea masih terlihat beraktivitas normal. Ia sempat berbelanja sayur dan berkomunikasi dengan suaminya melalui pesan singkat. Tak ada tanda-tanda kejanggalan hingga beberapa jam kemudian, Feri dikejutkan oleh kedatangan Ade Muliana, ART laki-laki yang tinggal di rumah mereka.

Ade datang ke kantor Feri dalam kondisi basah kuyup dan panik, mengaku rumah mereka dikepung orang tak dikenal menggunakan mobil putih. Setibanya di rumah, Feri mendapati pintu terkunci dan suasana sunyi. Saat berhasil masuk, ia menemukan Dea sudah tak bernyawa, tubuhnya tergeletak dengan darah menggenangi lantai.

Lebih mengejutkan lagi, kabel CCTV terputus dan kartu memori raib. Polisi yang datang ke lokasi menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk jejak kaki berlumuran darah yang ukurannya identik dengan kaki Ade.

Baca Juga: Tunggakan PBB-P2 di Trenggalek Sumbang Capaian Target  

Fakta Mengejutkan: Pelaku Orang Terdekat

Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan banyak ketidaksesuaian dalam keterangan Ade. Tak ada saksi yang melihat mobil putih seperti yang ia ceritakan. Alasan disuruh membeli susu pun diragukan, mengingat Dea diketahui tidak menyukai susu.

Setelah diinterogasi intensif, Ade akhirnya mengakui perbuatannya. Ia juga mengaku sebagai pelaku teror WhatsApp dan sosok misterius yang selama ini mengintai rumah korban. Pengakuan tersebut menegaskan bahwa Kasus Pembunuhan Dea Permata Karisma di Purwakarta merupakan kejahatan yang direncanakan oleh orang dalam yang telah mendapatkan kepercayaan penuh keluarga.

Hasil autopsi menunjukkan Dea mengalami luka berat di kepala, wajah, dan dada, serta terdapat tanda kekerasan seksual. Kasus ini menjadi peringatan keras akan bahaya mengabaikan tanda-tanda teror dan pentingnya kewaspadaan terhadap lingkungan terdekat.

Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra
#2026 #misteri #horor #Cerita Horor #misterius