TRENGGALEK NJENGGELEK - Sebuah pengalaman bermalam di alam terbuka kembali menyita perhatian warganet setelah diunggah ke YouTube. Dalam video tersebut, sang kreator menceritakan kisah menegangkan saat terjebak hujan di kawasan dataran tinggi yang dikenal memiliki kolam angker di tengah hutan. Cerita itu tak hanya soal cuaca ekstrem, tetapi juga rangkaian kejadian mistis yang disebut-sebut sudah lama dipercaya warga sekitar.
Perjalanan bermula saat sang YouTuber bersama rekannya terjebak hujan sejak siang hari. Kondisi jalan yang licin membuat mereka sempat tersasar akibat salah jalur. Demi menghindari risiko banjir, rombongan akhirnya memilih mendirikan tenda di area yang lebih tinggi. Hujan yang tak kunjung reda memaksa mereka bermalam lebih awal tanpa sempat menyalakan api unggun karena kayu yang basah.
Di sela waktu menunggu cuaca membaik, sang kreator mulai mengungkap cerita lama tentang lokasi tersebut. Ia menyebut kawasan hutan itu memiliki sebuah rawa dengan kolam yang dikenal warga sebagai kolam angker di tengah hutan. Lokasi ini, menurut pengakuannya, pernah ia datangi sekitar dua tahun lalu dan sudah lama menyimpan kisah-kisah tak biasa.
Kolam Angker yang Dipercaya Penuh Kejadian Aneh
Kolam di tengah rawa itu dipercaya sering memunculkan kejadian janggal, terutama pada malam hari. Salah satu cerita yang paling sering beredar adalah pengalaman para pemancing. Beberapa orang disebut pernah mendapatkan ikan dalam jumlah sangat banyak, jauh dari hasil memancing pada hari-hari biasa.
“Anehnya, saat malam hari hasil pancingan bisa penuh sampai wadahnya tidak muat,” ujar sang kreator dalam video tersebut. Padahal, pada siang atau hari sebelumnya, ikan yang didapat hanya satu atau dua ekor saja.
Namun keanehan tak berhenti di situ. Setelah ember ikan penuh, pemancing kerap mendengar suara batuk seorang kakek dari tengah rawa. Suara itu disebut disertai cahaya kecil menyerupai nyala lilin atau bara rokok yang samar terlihat di kegelapan.
Saat disenter dan didekati, sosok tersebut tak pernah terlihat wujudnya. Bahkan ketika pemancing memutuskan pulang, ikan-ikan yang tadi didapat disebut hilang seluruhnya tanpa sisa.
Bukan Cerita Tunggal, Sering Terjadi
Menurut sang YouTuber, kejadian semacam itu bukan hanya dialami satu atau dua orang. Cerita tentang ikan yang mendadak hilang dan suara misterius di sekitar kolam angker di tengah hutan sudah berulang kali terjadi dan menjadi buah bibir warga sekitar.
Ia juga menegaskan bahwa masih banyak cerita lain yang belum diungkap secara detail. Beberapa di antaranya bahkan sudah pernah dibahas di kanal YouTube lain yang khusus mengulas kisah-kisah horor di alam terbuka.
Suara Langkah di Tengah Hujan
Saat malam semakin larut dan hujan belum reda, suasana di sekitar tenda mendadak berubah. Sang kreator mengaku mendengar suara geraman dan langkah kaki mendekat. Suaranya terdengar seperti rombongan hewan besar berjalan bersama.
Ia menduga kuat suara tersebut berasal dari babi hutan yang tertarik dengan cahaya atau aktivitas di sekitar tenda. Untuk memastikan, kamera pengawas atau CCTV pun diarahkan ke area yang dicurigai.
Meski suara langkah terdengar cukup jelas, kamera tidak berhasil menangkap wujud apa pun. Menariknya, di tengah cerita-cerita mistis yang melekat di lokasi itu, sang kreator mengaku tidak merasakan hawa merinding atau gangguan lain yang kerap diasosiasikan dengan tempat angker.
“Suasananya biasa saja, tidak ada rasa takut berlebihan,” tuturnya. Rasa penasaran justru lebih dominan dibandingkan rasa takut.
Antara Mitos dan Alam Liar
Kisah kolam angker di tengah hutan ini kembali memantik perdebatan warganet. Sebagian mengaitkannya dengan kepercayaan lokal dan cerita turun-temurun, sementara yang lain menilai kejadian tersebut bisa dijelaskan secara logis, mulai dari perilaku hewan liar hingga sugesti akibat kondisi gelap dan hujan.
Meski demikian, cerita semacam ini terus menarik perhatian publik. Perpaduan antara alam liar, cuaca ekstrem, dan kisah mistis membuat konten tersebut cepat menyebar dan menjadi bahan perbincangan hangat di kolom komentar.
Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra