Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengenal Kepribadian Manusia Sejak Remaja: Ini Penjelasan Lengkap Teori Freud hingga Empat Tipe Kepribadian yang Wajib Dipahami

Ingge Nayla Ayu Karina • Kamis, 22 Januari 2026 | 20:50 WIB
Kepribadian manusia terbentuk dari faktor bawaan dan lingkungan sejak dini.
Kepribadian manusia terbentuk dari faktor bawaan dan lingkungan sejak dini.

 

JAKARTA – Setiap individu memiliki karakter dan cara berpikir yang berbeda meskipun secara fisik tampak serupa.

Perbedaan tersebut tidak muncul secara kebetulan, melainkan dibentuk melalui proses panjang yang disebut sebagai kepribadian manusia.

Pemahaman tentang kepribadian menjadi materi penting dalam dunia pendidikan, termasuk dalam bimbingan konseling bagi siswa.

Baca Juga: Teror Sambal Non Halal, Lesung Tua, dan Perjanjian Gaib yang Menghancurkan Satu Keluarga Jawa

Dalam sebuah video materi bimbingan konseling kelas 9 semester 1, dijelaskan bahwa kepribadian manusia merupakan sesuatu yang ada di dalam diri individu yang memberi arah dan membimbing seluruh perilaku.

Konsep ini sejalan dengan pendapat Gordon Allport, seorang tokoh psikologi, yang mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dari sistem psikofisik dalam diri individu yang menentukan cara berpikir dan bertingkah laku secara khas.

 

Menurut Allport, istilah psikofisik menegaskan bahwa jiwa dan raga manusia adalah satu kesatuan yang saling berinteraksi dan tidak dapat dipisahkan.

Setiap individu memiliki kepribadian yang unik, sehingga tidak ada dua orang yang benar-benar memiliki perilaku yang sama dalam menghadapi kehidupan.

 

Teori Kepribadian Menurut Sigmund Freud

Selain Allport, teori kepribadian manusia juga dikembangkan oleh Sigmund Freud.

Ia memandang kepribadian sebagai struktur yang terdiri dari tiga sistem utama, yakni id, ego, dan superego.

Perilaku manusia merupakan hasil dari konflik dan keseimbangan ketiga sistem tersebut.

 

Id adalah sistem kepribadian yang sudah ada sejak lahir dan beroperasi berdasarkan prinsip kenikmatan.

Sistem ini mendorong manusia untuk segera memenuhi kebutuhan dan menghindari rasa sakit.

Id bekerja di alam bawah sadar dan tidak mengenal nilai moral maupun logika.

Baca Juga: Asal Usul Pulau Jawa Menurut Legenda: Tanah Kayangan, Gunung Mahameru, dan Perjanjian Dewa dengan Dunia Gaib

Ego berkembang dari id dan berfungsi sebagai penyeimbang dengan realitas.

Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas, yakni menunda pemuasan keinginan hingga menemukan cara yang paling aman dan sesuai dengan kondisi lingkungan.

Ego berperan sebagai pelaksana keputusan dalam kepribadian manusia.

 

Sementara itu, superego merupakan sistem moral yang berfungsi mengendalikan dorongan id dan ego.

Superego berkembang dari pengalaman sosial, seperti hukuman dan penghargaan, yang membentuk suara hati dan standar ideal seseorang.

Superego menuntut kesempurnaan dan mengarahkan individu untuk bertindak sesuai norma sosial.

 

Faktor Pembentuk Kepribadian Manusia

Kepribadian manusia terbentuk melalui keterlibatan berbagai faktor internal dan eksternal.

Faktor internal berkaitan dengan bawaan biologis atau genetis, sedangkan faktor eksternal mencakup pengalaman sosial, lingkungan keluarga, pendidikan, serta perubahan lingkungan sekitar.

 

Dengan kata lain, kepribadian seseorang merupakan hasil interaksi antara faktor bawaan dan pengaruh lingkungan.

Pola asuh, pergaulan, dan pengalaman hidup memiliki peran besar dalam membentuk karakter individu sejak masa kanak-kanak hingga remaja.

 

Empat Tipe Kepribadian Manusia

Dalam materi tersebut juga dijelaskan bahwa kepribadian manusia dapat dikelompokkan ke dalam empat tipe utama, yaitu sanguinis, melankolis, koleris, dan phlegmatis.

 

Tipe sanguinis dikenal sebagai pribadi ekstrovert, optimis, periang, dan penuh semangat.

Mereka memiliki rasa humor tinggi, ekspresif, dan senang menjadi pusat perhatian.

Kebutuhan utama tipe ini adalah pengakuan dan penghargaan.

 

Tipe melankolis cenderung introvert, analitis, serius, dan teliti.

Mereka taat aturan, konsisten, serta memiliki perasaan yang halus.

Melankolis membutuhkan jawaban yang bermutu dan didukung data yang akurat.

 

Tipe koleris merupakan pribadi tegas, mandiri, dan tidak mudah menyerah.

Mereka dinamis, aktif, dan berbakat menjadi pemimpin.

Tantangan, pilihan, dan pengendalian menjadi kebutuhan dasar bagi tipe ini.

 

Sementara itu, tipe phlegmatis dikenal sebagai pribadi tenang, sabar, mudah bergaul, dan menghindari konflik.

Mereka simpatik, rendah hati, serta menghargai kestabilan.

Penerimaan dan penghargaan menjadi kebutuhan utama phlegmatis.

 

Ciri Kepribadian yang Matang

Kematangan kepribadian menggambarkan kedewasaan seseorang dalam menjalani hidup.

Individu yang matang mampu menerima diri sendiri, memiliki pegangan hidup yang kuat, menjalin hubungan sosial dengan aman, serta memiliki perencanaan masa depan yang jelas.

Baca Juga: Teror Angkot Setan Jatinangor: Pengalaman Mahasiswa Naik Angkot Kosong Tengah Malam, Penumpangnya Muncul Tiba-Tiba

Dengan memahami kepribadian manusia, seseorang diharapkan dapat mengenali potensi diri, memperbaiki kekurangan, dan menjalani kehidupan sosial secara lebih bijaksana.

Editor : Ingge Nayla Ayu Karina
#tipe kepribadian manusia #kepribadian manusia #bimbingan konseling #psikologi kepribadian #Teori Kepribadian Freud