Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kisah Horor Penjaga Warung Dihabisi Sadis: Penemu Pertama Ungkap Detik Mencekam dan Teror Sosok Almarhum yang Datang Berulang

Dimas Galih Nur Hendra Saputra • Jumat, 23 Januari 2026 | 19:45 WIB

 

Kisah Horor Penjaga Warung Dihabisi Sadis: Penemu Pertama Ungkap Detik Mencekam dan Teror Sosok Almarhum yang Datang Berulang
Kisah Horor Penjaga Warung Dihabisi Sadis: Penemu Pertama Ungkap Detik Mencekam dan Teror Sosok Almarhum yang Datang Berulang

TRENGGALEK NJENGGELEK – Kisah horor penjaga warung kembali mengusik rasa kemanusiaan sekaligus menyisakan trauma mendalam. Sebuah cerita tragis yang diangkat kanal YouTube RJL ini mengungkap peristiwa pembunuhan sadis terhadap seorang penjaga warung pada 2014, disertai pengalaman mistis yang dialami orang pertama yang menemukan jasad korban.

Kisah horor penjaga warung ini dituturkan Fasya, warga yang sejak kecil akrab dengan warung tersebut. Ia tak pernah menyangka, langkahnya sepulang salat magrib justru membawanya pada pemandangan paling mengerikan dalam hidupnya: tubuh penjaga warung tergeletak bersimbah darah di balik bangunan kecil yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga korban.

Menemukan Korban dalam Kondisi Mengenaskan

Malam itu, Fasya pulang dari masjid dan singgah ke warung bersama temannya. Namun suasana terasa janggal. Lampu rumah dan teras padam, hanya menyisakan cahaya redup dari lampu warung. Saat mencoba masuk dan menyalakan lampu, Fasya menginjak cairan yang semula dikira air.

Tak lama kemudian, suara seperti orang sekarat terdengar. Ketika matanya menyesuaikan dengan gelap, ia mendapati penjaga warung sudah terkapar. Tubuh korban penuh luka bacokan, dengan bagian leher hampir terpisah dari badan. Darah menggenang di lantai warung.

Panik, Fasya berlari keluar memanggil warga. Awalnya tak ada yang percaya hingga ia menunjukkan kaki yang berlumuran darah. Warga pun berdatangan, namun tak satu pun berani masuk karena takut pelaku masih berada di sekitar lokasi.

Polisi Turun, Pelaku Diduga Kabur Lewat Genteng

Ambulans dan polisi segera datang. Jenazah korban dievakuasi untuk diautopsi. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara, termasuk menurunkan anjing pelacak. Dari keterangan warga, pelaku diduga melarikan diri dengan melompati genteng rumah warga lalu kabur ke area kebun di belakang permukiman.

Situasi malam itu disebut sangat mencekam. Warga diminta tidak keluar rumah selama beberapa hari karena dikhawatirkan pelaku masih berada di sekitar lingkungan. Fasya bahkan diperingatkan agar tidak keluar malam karena menjadi saksi pertama yang menemukan korban.

Teror Dimulai Tujuh Hari Setelah Pemakaman

Kisah horor penjaga warung tak berhenti di tragedi pembunuhan. Tujuh hari setelah pemakaman, Fasya mengaku mulai mengalami kejadian ganjil. Saat pulang tengah malam, ia melihat sosok perempuan berdiri di dekat makam keluarga. Sosok tersebut dikenali sebagai almarhum penjaga warung, namun dalam wujud utuh dan tidak menyeramkan.

Yang mengejutkan, sosok itu juga terlihat oleh seorang pedagang kue subuh yang berjalan bersamanya. Keduanya melihat sosok yang sama: wajah pucat, senyum lebar, tanpa sepatah kata pun. Karena ketakutan, mereka memilih menunggu hingga subuh sebelum berani melanjutkan perjalanan.

Penampakan Berulang Selama Hampir Setahun

Tak hanya sekali. Fasya mengaku didatangi sosok almarhum berulang kali selama hampir satu tahun. Penampakan terjadi di berbagai tempat, termasuk di tiang listrik dekat rumahnya. Beberapa temannya bahkan ikut melihat sosok tersebut, meski dengan persepsi yang berbeda-beda.

Meski kerap muncul, sosok itu tidak pernah berinteraksi secara langsung. Hanya berdiri, tersenyum, dan menghilang perlahan. Fasya menduga ada pesan yang ingin disampaikan, namun hingga kini tak pernah terungkap apa maksud kehadiran tersebut.

Pesan Kemanusiaan dari Kisah Tragis

Di balik kisah horor penjaga warung ini, Fasya menyelipkan pesan kemanusiaan. Ia mengajak masyarakat lebih peduli pada warung kecil di lingkungan sekitar. Menurutnya, di balik bangunan sederhana, ada orang-orang yang menggantungkan hidup dari usaha kecil tersebut.

“Warung itu bukan sekadar tempat beli rokok atau kopi, tapi tempat orang mencari rezeki,” ujarnya.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa tragedi kemanusiaan bisa terjadi di ruang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, meninggalkan luka, trauma, dan cerita yang tak mudah dilupakan.

Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra
#2026 #misteri #horor #jenazah #wanita