TRENGGALEK NJENGGELEK – Misteri hilangnya pendaki Safik Ridan di Gunung Slamet hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar. Meski pencarian oleh tim SAR telah dilakukan selama berhari-hari, keberadaan Safik Ridan belum juga ditemukan. Situasi ini memicu perhatian publik, terutama setelah beredar video YouTube yang menampilkan penerawangan spiritual terkait kasus tersebut.
Dalam video tersebut, seorang praktisi spiritual bernama Ratu Selendra mengaku mencoba melihat kondisi Safik Ridan secara batin dan tarot. Ia menyampaikan rasa prihatin mendalam atas hilangnya Safik Ridan di Gunung Slamet yang telah berlangsung hampir dua pekan tanpa hasil signifikan. Menurutnya, kondisi cuaca dan medan menjadi faktor berat dalam pencarian.
Salah Arah dan Terpisah dari Rombongan
Berdasarkan penerawangan spiritual yang disampaikan, Safik Ridan disebut mengalami salah arah saat pendakian dan akhirnya terpisah dari teman-temannya. Kondisi ini diyakini menjadi awal dari rangkaian peristiwa yang membuatnya sulit ditemukan oleh tim pencari.
“Yang saya lihat, pertama dia salah arah. Kedua, dia terpisah dari teman-temannya,” ujar Ratu Selendra dalam video tersebut. Ia menambahkan bahwa kawasan Gunung Slamet memiliki aura mistis yang cukup kuat, sehingga menurutnya berpotensi memengaruhi kondisi mental dan fisik pendaki.
Narasi ini memperkuat anggapan masyarakat tentang Gunung Slamet sebagai salah satu gunung dengan karakter alam ekstrem, baik secara geografis maupun kepercayaan lokal yang sudah lama berkembang.
Aura Mistis dan Energi Negatif
Dalam penerawangannya, Ratu Selendra menyebut adanya “energi negatif” yang seolah menutup keberadaan Safik Ridan dari pandangan orang lain. Ia menggambarkan situasi seakan ada kekuatan yang membuat Safik Ridan sulit terlihat, meskipun berada di kawasan yang telah disusuri.
Energi tersebut, menurutnya, dapat menyesatkan pendaki, membuat mereka berpisah dari rombongan, bahkan kehilangan arah tanpa disadari. Ia juga menyebut bahwa energi seperti ini bisa masuk ketika seseorang mendaki tanpa kesiapan mental dan spiritual yang kuat.
“Energi negatif itu akan mempengaruhi kita untuk ikut jalan yang tersesat atau berpisah dari teman,” ucapnya. Pernyataan ini kembali memantik perbincangan soal mitos dan pantangan pendakian di Gunung Slamet.
Kondisi Safik Ridan Disebut Melemah
Lebih jauh, penerawangan tersebut menggambarkan kondisi Safik Ridan yang disebut sudah dalam keadaan lemah. Ia digambarkan kedinginan, kelelahan, dan membutuhkan pertolongan sejak hari-hari awal hilang kontak.
Posisi Safik Ridan disebut tidak jatuh ke jurang, melainkan terperosok di antara ranting dan pohon-pohon besar, dalam kondisi seperti tertidur karena kelelahan. Dugaan dehidrasi dan kehabisan tenaga juga muncul dalam narasi tersebut.
Meski demikian, Ratu Selendra berulang kali menegaskan bahwa semua adalah rahasia Tuhan, dan manusia hanya bisa berusaha serta berdoa.
Pencarian Dihentikan, Harapan Tak Padam
Dalam video itu juga disebutkan bahwa pihak keluarga telah mengikhlaskan dan merelakan keputusan penghentian pencarian sesuai prosedur tim SAR. Meski demikian, harapan agar Safik Ridan tetap ditemukan, bahkan setelah pencarian resmi dihentikan, terus disuarakan.
Ratu Selendra menyampaikan keinginannya untuk “bermediasi secara spiritual” agar Safik Ridan dapat ditemukan suatu hari nanti, entah oleh pendaki lain atau dalam kesempatan berbeda.
Kasus Safik Ridan hilang di Gunung Slamet ini kembali menjadi pengingat pentingnya kesiapan fisik, mental, dan spiritual dalam aktivitas pendakian. Di tengah alam yang keras dan tak terduga, kewaspadaan dan kebersamaan menjadi kunci utama keselamatan.
Editor : Dimas Galih Nur Hendra Saputra