Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kopi Menoreh Jogja Dibudidayakan Organik Tanpa Kimia, Racikan Pak Rahmat Ini Pernah Jadi Kopi Favorit Sultan

Findika Pratama • Senin, 2 Februari 2026 | 15:30 WIB

Kopi Menoreh Jogja Dibudidayakan Organik Tanpa Kimia, Racikan Pak Rahmat Ini Pernah Jadi Kopi Favorit Sultan
Kopi Menoreh Jogja Dibudidayakan Organik Tanpa Kimia, Racikan Pak Rahmat Ini Pernah Jadi Kopi Favorit Sultan

TRENGGALEK NJENGGELEK – Kekayaan kopi Nusantara kembali menghadirkan cerita menarik dari Daerah Istimewa Yogyakarta. Kali ini datang dari kawasan Menoreh, tepatnya di Sidoharjo, tempat Kopi Menoreh dikembangkan secara organik oleh seorang petani sekaligus penggiat kopi bernama Pak Rahmat. Kopi khas perbukitan Menoreh ini dikenal memiliki karakter rempah yang kuat dan dibudidayakan tanpa bahan kimia.

Pak Rahmat menuturkan, Kopi Menoreh ditanam di ketinggian sekitar 450 meter di atas permukaan laut, ketinggian yang dinilai ideal untuk pertumbuhan kopi robusta berkualitas. Sejak awal, ia konsisten menerapkan sistem pertanian organik dengan tidak menggunakan pupuk kimia maupun pestisida. Seluruh proses perawatan tanaman dilakukan secara alami demi menjaga kualitas rasa dan kesehatan lingkungan.

Dibangun dari Kebun dan Petani Lokal

Pengembangan Kopi Menoreh tidak berdiri sendiri. Pak Rahmat menjalin kerja sama dengan petani-petani lokal di kawasan Menoreh untuk membangun ekosistem kopi berkelanjutan. Selain mengelola kebun sendiri, ia juga berperan sebagai penghubung antara petani, proses pengolahan, hingga pemasaran melalui kedai kopi yang dikelolanya.

Baca Juga: Hotel Voco Bandung Setiabudi Viral! Brand Premium IHG di Bandung Utara, Ada Kolam Air Hangat, Kids Club, City View, Lokasi Dekat Lembang

“Awalnya kami fokus di kebun dan petani, lalu berkembang ke pengolahan dan kedai kopi. Semuanya masih belajar,” ujarnya. Model kolaborasi ini membuat Kopi Menoreh menjadi produk lokal yang tumbuh bersama masyarakat sekitar.

Keunikan Kopi Lanang Menoreh

Salah satu varian yang menarik perhatian adalah kopi lanang. Kopi ini berasal dari biji tunggal dalam satu buah kopi, berbeda dari kopi pada umumnya yang memiliki dua biji. Menurut Pak Rahmat, kopi lanang memiliki karakter rasa lebih kuat dan dipercaya memiliki khasiat tertentu bagi kesehatan, sehingga banyak dicari penikmat kopi.

Selain itu, Kopi Menoreh dikenal memiliki aroma rempah yang khas. Hal ini tidak lepas dari kondisi alam kebun kopi yang berdampingan dengan tanaman lain seperti cengkeh dan kapulaga. Persilangan akar tanaman tersebut diyakini memberi pengaruh pada aroma dan cita rasa kopi.

Baca Juga: Wisata Pak Shanghai Surabaya Lagi Viral! Masuk Gratis, Spot Foto Ala Tiongkok, Kuliner Halal-Non Halal Jelas, Ada Disney Carnival dan Kembang Api

Proses Panen Petik Merah untuk Jaga Kualitas

Dalam menjaga kualitas, petani Kopi Menoreh menerapkan metode petik merah. Buah kopi hanya dipanen ketika sudah benar-benar matang berwarna merah. Proses panen dilakukan secara bertahap, biasanya dua minggu sekali, agar kualitas biji tetap terjaga.

Musim panen berlangsung satu kali dalam setahun, antara April hingga September. Dari lahan sekitar 6.000 meter persegi, produksi kopi Menoreh bisa mencapai sekitar 300 kilogram buah kopi, yang setelah proses pengeringan menghasilkan sekitar 60–70 persen biji kopi siap olah.

Baca Juga: Taman Bhineka Surabaya Lagi Hits Banget! Mirip Taman Mini, Ada Rumah Adat Se-Indonesia, HTM Gratis Saat Soft Opening

Pengolahan Tradisional dengan Cita Rasa Khas

Hingga kini, pengolahan Kopi Menoreh masih dilakukan secara tradisional. Mulai dari penjemuran hingga pengolahan biji dilakukan secara manual. Meski demikian, cara ini justru mempertahankan karakter rasa khas Kopi Menoreh yang tidak mudah ditiru.

Pak Rahmat berharap ke depan ada dukungan berupa pelatihan dan peralatan modern untuk meningkatkan kualitas pasca panen tanpa menghilangkan ciri khas tradisionalnya. “Kalau alatnya lebih modern, rasa bisa makin konsisten dan bersaing dengan kopi-kopi besar,” katanya.

Baca Juga: Galaxy S26 Ultra Mulai Bocor Jelang Rilis, Kini Samsung Pamer Layar AI Privacy hingga Kamera Natural 24MP yang Bikin Penasaran

Kopi yang Tak Pernah Kehilangan Pasar

Alasan Pak Rahmat tetap setia mengembangkan kopi karena melihat kopi sebagai komoditas yang tidak pernah kehilangan pasar. Tradisi minum kopi sudah ada sejak generasi terdahulu dan terus berkembang hingga sekarang. Bahkan, Kopi Menoreh disebut-sebut pernah menjadi salah satu kopi favorit kalangan Keraton.

Dengan potensi besar yang dimiliki, Kopi Menoreh diharapkan dapat menyusul popularitas kopi-kopi nasional seperti Gayo, Toraja, dan Kintamani. Sejak mulai dikembangkan pada 2014, Kopi Menoreh terus berbenah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Editor : Findika Pratama
#kopi organik #Kopi Menoreh #kopi nusantara #petani kopi #kopi jogja