Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Terpencil di Lereng Lawu, Kampung Karanganyar Ngawi Hidup Tenang di Tengah Hutan, Hanya Selangkah dari Wisata Sambang Park

Ichaa Melinda Putri • Minggu, 8 Februari 2026 | 12:00 WIB
Terpencil di Lereng Lawu, Kampung Karanganyar Ngawi Hidup Tenang di Tengah Hutan, Hanya Selangkah dari Wisata Sambang Park
Terpencil di Lereng Lawu, Kampung Karanganyar Ngawi Hidup Tenang di Tengah Hutan, Hanya Selangkah dari Wisata Sambang Park

TRENGGALEK NJENGGELEK- Kampung Karanganyar Ngawi menyimpan kisah unik tentang kehidupan sederhana yang bertahan di tengah hutan lebat lereng Gunung Lawu. Berada di wilayah Dusun Manyul, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Jogorogo, kampung kecil ini hanya dihuni sekitar belasan kepala keluarga yang hidup berdampingan dengan alam.

Meski terkesan terpencil, Kampung Karanganyar Ngawi sebenarnya tak sepenuhnya terisolasi. Akses jalan menuju kampung sudah cukup baik karena lokasinya berdekatan dengan salah satu destinasi wisata alam unggulan Kabupaten Ngawi, yakni wisata Sambang Park atau Air Terjun Serambang. Dari pusat keramaian wisata, kampung ini hanya berjarak sekitar satu kilometer.

Kampung Kecil di Tengah Hutan Lereng Gunung Lawu

Perjalanan menuju Kampung Karanganyar Ngawi membawa pengunjung melewati hamparan sawah, ladang warga, hingga kawasan hutan pinus yang masih asri. Udara sejuk khas lereng Gunung Lawu langsung terasa begitu memasuki wilayah ini. Pemukiman warga terlihat mengelompok di satu titik, dikepung hutan hijau yang rimbun.

Sebagian besar warga Kampung Karanganyar berprofesi sebagai penyadap getah pinus di kawasan hutan. Di sela aktivitas tersebut, mereka juga memanfaatkan lahan sekitar untuk menanam kopi sebagai tambahan penghasilan. Tanaman kopi tumbuh subur di bawah naungan pepohonan tinggi, berdampingan dengan tanaman cengkeh dan alpukat.

Selain kopi, kawasan ini juga dikenal cocok untuk tanaman buah seperti durian dan alpukat. Kondisi tanah yang subur serta suhu udara yang relatif dingin menjadi faktor utama keberhasilan pertanian warga.

Jejak Sejarah dan Cerita Leluhur

Di tengah kawasan hutan Kampung Karanganyar Ngawi, terdapat area pemakaman tua yang diyakini warga sebagai bagian dari cikal bakal pembabat Desa Giri Mulyo. Menurut cerita yang berkembang, tokoh-tokoh awal desa ini hidup pada masa lampau dan memiliki kaitan dengan kisah-kisah spiritual zaman wali.

Keberadaan makam tua tersebut hingga kini masih dijaga dan dihormati warga. Bagi masyarakat setempat, area tersebut bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi juga bagian dari sejarah dan identitas kampung yang diwariskan secara turun-temurun.

Kehidupan Warga yang Damai dan Sederhana

Secara umum, kondisi ekonomi warga Kampung Karanganyar Ngawi tergolong cukup. Kehidupan mereka berjalan tenang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Meski demikian, masih terdapat beberapa keluarga yang hidup dengan keterbatasan, terutama akibat faktor kesehatan dan usia lanjut.

Salah satunya dialami keluarga lansia yang sudah tidak lagi aktif bekerja karena kondisi kesehatan. Anak-anak mereka sebagian merantau ke kota besar seperti Jakarta untuk mencari penghidupan yang lebih baik.

Dekat Wisata Sambang Park, Tapi Sepi Parkiran

Kedekatan Kampung Karanganyar Ngawi dengan wisata Sambang Park sempat membawa berkah tersendiri. Pada masa ramainya pengunjung, halaman rumah warga sering dimanfaatkan sebagai lokasi parkir kendaraan wisatawan. Hal ini menjadi tambahan pemasukan bagi warga sekitar.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, jumlah kunjungan wisata ke Sambang Park dilaporkan menurun. Dampaknya, aktivitas penitipan kendaraan di kampung ini pun ikut sepi. Meski begitu, warga tetap menjalani keseharian mereka dengan sederhana tanpa banyak mengeluh.

Pesona Sambang Park yang Tetap Memikat

Wisata Sambang Park Ngawi masih menjadi daya tarik utama kawasan lereng Gunung Lawu sisi utara. Dengan tiket masuk sekitar Rp20 ribu per orang, pengunjung disuguhi pemandangan hutan alami, jalur trekking, hingga air terjun yang menjadi ikon utama.

Saat musim hujan, suasana kawasan wisata terasa semakin sejuk dan berkabut. Namun, kondisi cuaca juga kerap menjadi tantangan, seperti hujan deras yang dapat menghambat perjalanan menuju air terjun.

Kampung Karanganyar Ngawi dan wisata Sambang Park menjadi contoh harmonisasi kehidupan manusia dan alam. Di tengah keterbatasan, kampung kecil ini tetap berdiri sebagai saksi ketenangan hidup di pelukan hutan Gunung Lawu.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#Wisata Serambang Ngawi #Gunung Lawu #Desa Giri Mulyo #Kampung Karanganyar Ngawi #Sambang Park