TRENGGALEK NJENGGELEK- Lereng Gunung Lawu memang tak pernah kehabisan cerita. Selain dikenal sebagai kawasan wisata alam, daerah ini juga menyimpan kampung-kampung pertanian yang tertata rapi dan subur. Salah satunya adalah Dusun Belombang, sebuah permukiman warga di kawasan Tawangmangu yang menawarkan pemandangan hijau, udara bersih, serta kehidupan desa yang masih sangat alami.
Keindahan Dusun Belombang terekam dalam video blusukan yang dibagikan kanal YouTube Desaku Istimewa. Sejak pagi hari sekitar pukul 05.40 WIB, suasana desa sudah diselimuti cahaya matahari yang perlahan muncul di balik Gunung Lawu, menambah kesan hangat di tengah hawa dingin pegunungan.
Dusun Belombang dikenal sebagai kawasan pertanian sayuran dataran tinggi. Hampir di setiap sudut desa, lahan-lahan hijau tampak tertata rapi dengan berbagai jenis tanaman. Jalan-jalan kampung yang sempit namun sudah beraspal mulus membelah kebun sayur dan rumah-rumah warga.
Pertanian Tumpang Sari Jadi Andalan
Salah satu ciri khas Dusun Belombang adalah sistem pertanian tumpang sari. Dalam satu lahan, warga menanam berbagai jenis sayuran sekaligus. Mulai dari brokoli, wortel, buncis, cabai, sawi, bawang merah, hingga tanaman berbunga berwarna kuning yang tumbuh berdampingan.
“Dalam satu petak bisa sampai enam macam tanaman,” ujar salah satu warga saat ditemui di ladang.
Pola tanam ini tidak hanya membuat lahan terlihat hijau dan beragam, tetapi juga menjadi strategi petani untuk memaksimalkan hasil panen dan mengurangi risiko gagal panen. Saat satu komoditas turun harga atau terganggu cuaca, tanaman lain masih bisa diandalkan.
Di beberapa titik, terlihat warga tengah memanen brokoli dan sayuran lain sejak pagi hari. Hasil panen tampak segar dengan ukuran besar, menandakan kesuburan tanah di lereng Gunung Lawu.
Rumah di Tengah Kebun Sayur
Keunikan lain dari Dusun Belombang adalah letak rumah-rumah warga yang berdiri persis di tengah lahan pertanian. Dari depan, samping, hingga belakang rumah, hamparan kebun sayur membentang luas dengan latar belakang Gunung Lawu yang menjulang.
Beberapa rumah bahkan berada di titik tertinggi desa, sehingga memiliki pemandangan langsung ke arah lereng dan puncak gunung. Warga menyebut, dari halaman belakang rumah saja sudah bisa menikmati panorama Lawu tanpa harus berjalan jauh.
Desa Bersih dan Jalan Mulus
Selain subur, Dusun Belombang juga dikenal sangat rapi dan bersih. Hampir tidak ditemukan jalan rusak di kawasan ini. Gang-gang kecil sudah diaspal, rata, dan terawat dengan baik. Lingkungan desa tampak tertib tanpa sampah berserakan.
Kondisi tersebut membuat suasana desa terasa nyaman, tenang, dan cocok untuk aktivitas jalan pagi atau sekadar menikmati udara segar. Banyak yang menyebut, berjalan kaki di desa ini serasa berada di luar negeri karena tata ruangnya yang tertib dan pemandangannya yang indah.
Bendera Palestina Berkibar
Menariknya, di beberapa titik desa terlihat bendera Palestina berkibar di depan rumah warga. Hal ini menjadi simbol solidaritas dan kepedulian masyarakat terhadap isu kemanusiaan global, sekaligus menunjukkan kuatnya nilai sosial di tengah kehidupan desa.
Potensi Wisata Desa
Dengan keindahan alam, pertanian subur, serta lingkungan yang bersih, Dusun Belombang memiliki potensi besar sebagai desa wisata berbasis pertanian dan alam. Wisatawan tidak hanya bisa menikmati pemandangan Gunung Lawu, tetapi juga melihat langsung aktivitas bertani, panen sayur, hingga kehidupan masyarakat desa yang sederhana namun tertata.
Dusun Belombang menjadi contoh bahwa desa di lereng gunung bukan hanya tempat bertahan hidup, tetapi juga ruang hidup yang nyaman, produktif, dan penuh keindahan. Di tengah hiruk-pikuk kota, kampung sayur di lereng Gunung Lawu ini menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.
Editor : Ichaa Melinda Putri