TRENGGALEK NJENGGELEK- Bukit Mongkrang Tlogo Nringgo di lereng Gunung Lawu kian mencuri perhatian wisatawan. Keindahan alamnya disebut-sebut menyerupai lanskap pegunungan Swiss, lengkap dengan udara sejuk, hamparan hijau, kebun stroberi, hingga panorama Gunung Lawu yang menjulang gagah di kejauhan.
Daya tarik Bukit Mongkrang Tlogo Nringgo terekam dalam video kanal YouTube Langit Pedesaan yang mengeksplorasi kawasan Dusun Tlogo Nringgo, jalur menuju Gunung Mongkrang. Sejak pagi hari, kawasan ini sudah menampilkan cuaca cerah dengan suhu dingin khas dataran tinggi, menciptakan suasana pedesaan yang asri dan menyegarkan.
Dalam video tersebut, pemandangan Gunung Lawu terlihat jelas dari area parkir Tlogo Nringgo. Puncak Lawu berdiri megah menjadi latar utama destinasi ini, sekaligus daya tarik bagi wisatawan yang ingin menikmati alam tanpa harus melakukan pendakian berat.
Gerbang Wisata Menuju Gunung Mongkrang
Perjalanan menuju Bukit Mongkrang Tlogo Nringgo dimulai dari area parkir lapangan Tlogo Nringgo. Pengelola menyediakan parkir khusus bagi pengunjung yang hendak menuju Gunung Mongkrang, dengan tarif Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Area parkir ini dibuka 24 jam karena banyak pengunjung yang melakukan camping di kawasan atas.
Dari titik parkir, wisatawan akan menemukan jalur yang kini semakin berkembang. Jika sebelumnya kawasan ini didominasi kebun dan jalan sederhana, kini sudah banyak berdiri homestay, vila, serta warung warga yang melayani wisatawan. Perkembangan ini menandakan meningkatnya minat kunjungan ke Bukit Mongkrang dalam beberapa tahun terakhir.
Wisata Stroberi Petik Sendiri
Salah satu daya tarik utama Bukit Mongkrang Tlogo Nringgo adalah wisata kebun stroberi. Di sepanjang jalur menuju kawasan hutan, pengunjung dapat menemukan beberapa kebun stroberi yang membuka layanan petik sendiri. Harga stroberi dipatok sekitar Rp10.000 per ons, sementara masuk ke kebun tidak dikenakan biaya.
Namun, tidak semua waktu menjadi musim terbaik. Buah stroberi biasanya tumbuh optimal pada musim kemarau, terutama pada bulan Mei hingga Agustus. Di luar periode tersebut, buah masih ada, tetapi sebagian besar belum matang sempurna.
Selain stroberi, warga juga menanam sayuran dataran tinggi seperti sawi dan selada. Aktivitas pertanian ini menambah kesan hidup dan alami di sepanjang jalur wisata.
Udara Sejuk dan Jalur Ramah Keluarga
Udara di kawasan Bukit Mongkrang dikenal sangat sejuk dan bersih. Semakin mendekati kawasan hutan, suhu udara terasa semakin dingin. Banyak pengunjung menyebut oksigen di kawasan ini masih sangat murni, jauh dari polusi perkotaan.
Jalur menuju Bukit Mongkrang relatif ramah bagi pemula dan keluarga. Bahkan anak-anak dinilai masih aman untuk mengikuti jalur awal pendakian sebagai sarana edukasi dan pengenalan alam. Hal ini membuat Bukit Mongkrang tak hanya diminati pendaki, tetapi juga wisatawan keluarga.
Masuk Kawasan Hutan Konservasi
Memasuki jalur lebih atas, wisatawan akan melewati kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya Mangkunegoro I. Di titik ini terdapat loket pembelian tiket masuk dengan tarif Rp15.000 per orang. Setelah membayar tiket, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju jalur pendakian Mongkrang atau sekadar menikmati suasana hutan.
Keberadaan hutan konservasi menegaskan bahwa Bukit Mongkrang bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting. Oleh karena itu, pengunjung diimbau menjaga kebersihan dan kelestarian alam.
Pesona Gunung Lawu dari Sudut Berbeda
Keindahan Bukit Mongkrang Tlogo Nringgo terletak pada sudut pandangnya terhadap Gunung Lawu. Dari kawasan ini, Gunung Lawu terlihat menjulang dengan latar pedesaan, kebun stroberi, dan hutan pinus. Kombinasi tersebut menciptakan lanskap yang sering dibandingkan dengan pegunungan Eropa.
Dengan fasilitas yang terus berkembang, udara sejuk, serta panorama alam yang memanjakan mata, Bukit Mongkrang Tlogo Nringgo menjadi destinasi alternatif wisata Gunung Lawu yang layak masuk daftar kunjungan.
Editor : Ichaa Melinda Putri