TRENGGALEK NJENGGELEK- Sumber Penawar Desa Ketapang Kalipuro Banyuwangi kembali menjadi perhatian warga dan wisatawan lokal. Mata air alami yang berada di kawasan Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini ramai didatangi masyarakat yang ingin mengambil air langsung dari sumbernya.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa sore, area Sumber Penawar Desa Ketapang Kalipuro Banyuwangi tampak dipadati warga dari berbagai daerah. Tidak hanya warga setempat, pengunjung juga datang dari wilayah lain di Banyuwangi untuk mengambil air yang dipercaya memiliki khasiat menyegarkan tubuh.
Sumber mata air ini berada tak jauh dari kawasan pabrik PT INKA (Industri Kereta Api). Dari jalan utama, pengunjung hanya perlu berjalan sekitar 200 meter untuk mencapai lokasi sumber yang berada di belakang area masjid Desa Ketapang.
Air Langsung Diminum Tanpa Direbus
Keunikan utama dari Sumber Penawar Desa Ketapang Kalipuro Banyuwangi terletak pada kualitas airnya. Air yang keluar dari mata air terlihat sangat jernih dan bening. Banyak warga yang mengambil air menggunakan galon untuk dibawa pulang.
Beberapa pengunjung mengaku air dari sumber ini dapat langsung diminum tanpa perlu direbus terlebih dahulu. Hal tersebut menjadi alasan utama mengapa sumber air ini selalu ramai, terutama pada sore hari.
Salah satu warga Desa Ketapang, Alvian, mengatakan dirinya rutin mengambil air dari sumber tersebut. Menurutnya, air Sumber Penawar terasa segar dan sering diminum langsung oleh keluarganya. “Kalau tidak sakit, ya bikin badan tambah segar,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nanang, warga dari Karangrejo, Banyuwangi. Ia bahkan mengambil hingga delapan galon air. Nanang mengaku air dari Sumber Penawar memiliki rasa yang sedikit manis dan membuat tubuh terasa lebih segar setelah diminum.
Pernah Viral dan Dipercaya Berkhasiat
Sumber Penawar Desa Ketapang Kalipuro Banyuwangi diketahui pernah viral di media sosial. Banyak informasi yang beredar menyebutkan air dari sumber ini dipercaya dapat membantu pemulihan berbagai keluhan kesehatan, meski hal tersebut masih berdasarkan pengalaman pribadi warga.
Terlepas dari klaim tersebut, tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sumber air ini menjadi bukti kuat bahwa Sumber Penawar memiliki nilai penting bagi warga sekitar, baik secara sosial maupun budaya.
Di area sumber, terdapat beberapa lubang pancuran air yang dibuat sedemikian rupa agar pengunjung dapat mengambil air dengan mudah. Meski sumbernya satu, aliran air dibagi menjadi beberapa pancuran sehingga tidak terjadi antrean panjang.
Wisata Penawarsari, Kolam Alami Tanpa Kaporit
Tak jauh dari lokasi mata air, terdapat Wisata Penawarsari yang berada di Dusun Pancoran, Desa Ketapang. Tempat ini menjadi pelengkap daya tarik Sumber Penawar Desa Ketapang Kalipuro Banyuwangi.
Wisata Penawarsari menawarkan kolam pemandian alami yang airnya berasal langsung dari mata air tanpa tambahan kaporit. Air dibendung kemudian dialirkan ke kolam renang dewasa dan anak-anak.
Suasana di kawasan wisata ini masih sangat alami. Pepohonan besar seperti beringin tumbuh rindang, menciptakan nuansa sejuk layaknya hutan kecil. Selain kolam renang, tersedia kolam ikan koi, kandang burung, hingga fasilitas gazebo untuk bersantai.
Fasilitas Lengkap dan Ramah Keluarga
Di dalam area Wisata Penawarsari, pengunjung juga dapat menemukan musala, toilet, warung makan, serta tempat ngopi. Konsep wisata alam yang dipadukan dengan fasilitas keluarga membuat tempat ini cocok dikunjungi bersama anak-anak.
Beberapa bangunan bergaya rumah adat Osing juga terlihat di area wisata, menambah nuansa lokal Banyuwangi yang kental. Pengunjung dapat duduk santai di balai bengong sambil menikmati udara segar setelah berenang.
Pada sore hari, suasana di Wisata Penawarsari cenderung tenang dan nyaman. Banyak pengunjung memilih datang di hari biasa untuk menghindari keramaian akhir pekan.
Dengan kombinasi mata air alami yang jernih dan wisata pemandian tanpa kaporit, Sumber Penawar Desa Ketapang Kalipuro Banyuwangi bersama Wisata Penawarsari kini menjadi destinasi favorit warga untuk mencari kesegaran alami di ujung barat Banyuwangi.
Editor : Ichaa Melinda Putri