TRENGGALEK - Polemik hubungan antara Denada dan putra biologisnya, Resa Rizki Rosano, kembali menjadi sorotan publik. Di tengah belum terwujudnya pertemuan ibu dan anak tersebut, Denada diketahui mengambil langkah serius dengan melakukan konsultasi notaris. Langkah ini memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan berkaitan dengan hak Resa di masa depan.
Informasi mengenai Denada konsultasi notaris diungkap oleh orang-orang terdekat sang penyanyi. Mereka menyebut, keputusan itu bukan didorong ambisi materi, melainkan bentuk kekhawatiran Denada terhadap masa depan anak-anaknya. Konsultasi tersebut dilakukan setelah Denada secara terbuka mengakui Resa sebagai putra biologisnya.
Meski demikian, pihak Denada menegaskan bahwa langkah ke notaris tidak serta-merta berkaitan dengan urusan warisan. Dalam pandangan keluarga dan kerabat dekat, membicarakan warisan ketika orang tua masih hidup dianggap tidak etis. Fokus utama Denada saat ini disebut hanya satu, yakni membangun komunikasi dan mempertemukan dirinya dengan Resa secara langsung.
Upaya Pertemuan Denada dan Resa Masih Berjalan di Tempat
Hingga kini, pertemuan Denada dan Resa memang belum terealisasi. Pihak Denada mengaku kecewa karena niat baik tersebut disebut-sebut terhambat oleh berbagai syarat dari pihak seberang. Bahkan, muncul wacana pelibatan kuasa hukum yang langsung ditepis oleh kubu Denada.
Menurut pihak Denada, kehadiran pengacara justru dikhawatirkan memperkeruh suasana. Yang dibutuhkan saat ini hanyalah komunikasi dari hati ke hati antara ibu dan anak. Denada disebut siap menghubungi Resa kapan saja, tanpa perantara hukum, demi membuka ruang dialog yang lebih hangat.
Salah satu orang dekat Resa bahkan menyatakan siap memfasilitasi pertemuan tersebut. Ia menilai Resa hanya merasa canggung dan belum sepenuhnya siap secara emosional. Namun, jika komunikasi terjalin dengan baik, pertemuan diyakini bisa segera terlaksana.
Sosok Ratih Puspitasari dan Ikatan Emosional dengan Resa
Di sisi lain, publik juga menyoroti peran Ratih Puspitasari, sosok yang membesarkan Resa sejak kecil. Ratih secara terbuka mengungkapkan beratnya perasaan jika Resa harus pergi dan hidup bersama Denada. Ia menegaskan bahwa Resa dibesarkan dengan penuh kasih sayang dan keikhlasan.
Ratih bahkan menyebut tidak pernah memberi tahu Resa soal identitas ayah kandungnya, semata-mata demi melindungi perasaan sang anak. Kedekatan emosional yang terbangun selama bertahun-tahun membuat kemungkinan perpisahan terasa sangat berat.
Pengakuan Ratih ini memicu spekulasi publik bahwa sikap Resa yang terkesan menunda pertemuan dengan Denada tak lepas dari faktor emosional dan rasa sungkan terhadap sosok yang telah membesarkannya.
Kerinduan Denada dan Harapan Mempertemukan Anak-anaknya
Di balik polemik tersebut, Denada disebut menyimpan kerinduan mendalam terhadap Resa. Manajemennya mengungkapkan, Denada kerap mengungkap keinginannya untuk memeluk sang putra. Kerinduan itu bahkan membuat Denada terbang ke Singapura demi menceritakan sosok Resa kepada putrinya, Aisyah.
Denada disebut sangat ingin mempertemukan Resa dengan Aisyah sebagai kakak dan adik. Ia meyakini, di lubuk hati terdalam, Resa juga merindukan ibunya. Pihak Denada pun meminta publik tidak berspekulasi liar dan tetap menunggu proses komunikasi berjalan secara alami.
Gugatan Rp7 Miliar dan Rasa Sakit Hati Keluarga
Selain isu pengakuan anak, polemik ini juga diramaikan oleh gugatan senilai Rp7 miliar yang dilayangkan pihak keluarga Dino Rosano. Kuasa hukum menyebut gugatan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk tuntutan atas dugaan kerugian dan rasa sakit hati akibat perlakuan yang dinilai merugikan.
Meski demikian, pihak Denada menilai akar persoalan tetap berada pada hubungan kekeluargaan dan komunikasi yang belum tuntas. Mereka berharap, sebelum membahas angka dan gugatan, pertemuan antara ibu dan anak dapat terwujud demi menyelesaikan konflik secara manusiawi.
Editor : Izahra Nurrafidah