TRENGGALEK NJENGGELEK - Cara ngecas motor listrik di tengah jalan kerap menjadi kekhawatiran pengguna kendaraan listrik roda dua. Banyak yang takut kehabisan baterai saat perjalanan jauh, terutama ketika belum memahami lokasi dan metode pengisian daya yang tersedia.
Padahal, cara ngecas motor listrik di tengah jalan sebenarnya cukup mudah asalkan mengetahui perangkat yang dibutuhkan dan memahami perbedaan antara pengisian di rumah, SPLU, maupun SPKLU. Infrastruktur pengisian daya kini juga semakin mudah ditemukan melalui aplikasi digital.
Melalui panduan cara ngecas motor listrik ini, pengguna tak perlu lagi cemas saat baterai menipis. Mulai dari rumah, kantor PLN, hingga stasiun pengisian kendaraan listrik umum, semua bisa dimanfaatkan dengan perhitungan daya yang tepat.
Baca Juga: 7 Tips Melawan Lapar Saat Puasa ala Ade Rai, Strategi Ampuh Biar Tahan Seharian Tanpa Lemas
Ngecas di Rumah, Perhatikan Daya Listrik
Pengisian daya paling sederhana tentu dilakukan di rumah. Umumnya, setiap pembelian motor listrik sudah disertai charger standar dari pabrikan.
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengecek spesifikasi output charger. Misalnya tertulis DC 87,6 volt dan 8 ampere. Artinya, daya yang dibutuhkan sekitar 0,7 kW atau 700 watt.
Dengan kebutuhan tersebut, minimal daya listrik rumah sebaiknya 1.200 watt agar lebih aman. Jika hanya 900 watt, pengisian tetap bisa dilakukan, namun berisiko jika bersamaan dengan penggunaan perangkat elektronik lain seperti televisi atau kulkas.
Durasi pengisian juga tergantung kapasitas baterai. Jika baterai berkapasitas 32 Ah dan charger 8 ampere, maka waktu pengisian penuh sekitar 4 jam. Perhitungannya cukup sederhana, yakni kapasitas baterai dibagi arus charger.
Baca Juga: Tips Puasa Penderita Maag dan Asam Lambung, Dokter Ungkap Cara Aman agar Ibadah Tetap Nyaman
Gunakan Fast Charging, Tapi Waspada
Sebagian pengguna memilih charger aftermarket dengan kemampuan arus lebih besar. Misalnya charger yang bisa diatur hingga 30 ampere atau lebih.
Namun perlu diingat, tidak semua baterai mendukung pengisian cepat. Baterai 32 Ah misalnya, maksimal aman menerima arus sekitar 32 ampere (1C). Jika dipaksakan lebih tinggi, baterai bisa cepat panas dan memperpendek usia pakai.
Selain itu, daya listrik tempat pengisian juga harus mencukupi. Jika pengisian menggunakan 30 ampere pada 87 volt, maka kebutuhan daya bisa mencapai sekitar 2.600 watt. Artinya, dibutuhkan listrik minimal 3.500 watt agar aman.
Baca Juga: PKDI Fokus Beri Pendampingan Kades Perkuat Kemandirian Desa
Manfaatkan Perusahaan Listrik Negara dan SPLU
Bagi pengguna yang kehabisan baterai di jalan, alternatifnya adalah mencari SPLU (Stasiun Penyedia Listrik Umum). Lokasinya bisa ditemukan melalui Google Maps atau mendatangi kantor PLN terdekat.
SPLU menggunakan sistem token listrik seperti listrik rumah. Pembelian token bisa dilakukan lewat marketplace, mobile banking, atau aplikasi PLN Mobile.
Tarif listrik SPLU umumnya berkisar Rp1.600 hingga Rp1.800 per kWh. Namun ada kekurangan, yakni pembelian token biasanya memiliki minimal transaksi, misalnya Rp20.000. Padahal kebutuhan ngecas motor listrik rata-rata hanya 2–3 kWh atau sekitar Rp3.000–Rp5.000.
Kelebihannya, colokan SPLU sama seperti stop kontak rumah sehingga tidak membutuhkan adaptor tambahan.
Baca Juga: Pemuda Tewas di Dam Cangkring Polisi Masih Selidiki Diduga Akibat Laka Lantas
Pakai SPKLU, Lebih Cepat dan Praktis
Alternatif lain dalam cara ngecas motor listrik adalah menggunakan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum). Fasilitas ini umumnya tersedia di kantor PLN atau lokasi tertentu dengan kapasitas daya lebih besar.
SPKLU bisa memiliki output 5 kW hingga 22 kW. Untuk menggunakannya, pengguna perlu aplikasi seperti Charge.IN dari PLN. Caranya cukup scan QR code pada mesin, pilih kapasitas kWh yang diinginkan, lalu lakukan pembayaran melalui dompet digital atau mobile banking.
Tarif pengisian di SPKLU sekitar Rp3.000 per kWh, lebih mahal dibanding SPLU. Namun keunggulannya, pembayaran sesuai pemakaian sehingga tidak ada sisa token terbuang.
Perlu diperhatikan, SPKLU memiliki beberapa tipe konektor seperti Type 2, CCS, atau CHAdeMO. Untuk motor listrik, biasanya diperlukan adaptor Type 2 ke colokan standar rumah. Harga adaptor ini berkisar Rp300 ribu hingga Rp400 ribu.
Baca Juga: 9 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Lengkap dari Makan Minum hingga Murtad
Mana yang Paling Hemat?
Secara biaya, pengisian di rumah tetap paling murah karena mengikuti tarif listrik rumah tangga. SPLU juga relatif ekonomis, meski ada kendala minimal pembelian token.
SPKLU unggul dari sisi kecepatan dan fleksibilitas pembayaran, namun tarif per kWh lebih tinggi dan membutuhkan adaptor tambahan.
Dengan memahami cara ngecas motor listrik di rumah, SPLU, dan SPKLU, pengguna kini tak perlu lagi khawatir melakukan perjalanan jauh. Selama membawa charger, kabel ekstensi, dan adaptor yang sesuai, pengisian daya bisa dilakukan di berbagai lokasi.
Infrastruktur kendaraan listrik terus berkembang. Tinggal bagaimana pengguna memahami teknis dan perhitungan dayanya agar pengisian tetap aman, efisien, dan tidak merusak baterai.
Editor : Edo Trianto