Trenggalek Njenggelek – Review Vivo V60 langsung jadi perbincangan karena loncatannya terasa jauh dibanding generasi sebelumnya. Baru lima bulan sejak V50 meluncur, kini Vivo sudah menghadirkan penerusnya dengan upgrade besar di hampir semua lini.
Berbeda dari Vivo V50 yang lebih terasa sebagai facelift, Vivo V60 hadir dengan pembaruan signifikan, terutama di sektor kamera, performa, dan baterai. Bahkan banyak yang mengira ini adalah versi Pro karena spesifikasinya naik kelas.
Triple Kamera dengan Telefoto Periskop
Sektor kamera jadi daya tarik utama dalam review Vivo V60 kali ini. Untuk pertama kalinya di V series non-Pro, Vivo menyematkan kamera telefoto periskop lengkap dengan OIS.
Konfigurasinya terdiri dari:
- 50 MP kamera utama (OIS)
- 8 MP ultrawide
- Kamera telefoto periskop (dengan OIS)
Seluruh sistem kamera ini dikembangkan bersama ZEISS, yang selama ini identik dengan kualitas optik premium.
Hasil foto kamera utama tetap konsisten seperti generasi sebelumnya: warna cerah, detail tajam, dan dynamic range luas. Saat diuji memotret Candi Borobudur, tekstur batu hingga ukiran stupa masih terlihat jelas.
Yang mengejutkan justru performa zoom-nya. Zoom 3x masih sangat tajam, bahkan di 10x detail masih terjaga. Ini bukan sekadar kamera tambahan “asal ada”, tetapi benar-benar usable untuk kebutuhan fotografi jarak jauh dan framing lebih fleksibel.
Namun ada kompromi di kamera ultrawide. Jika sebelumnya V40 dan V50 dikenal punya ultrawide 50 MP terbaik di kelasnya, kini Vivo menurunkannya menjadi 8 MP. Hasilnya masih layak, tetapi tidak lagi seistimewa generasi sebelumnya, terutama di kondisi low light.
Untuk kamera depan, Vivo V60 mendukung perekaman hingga 4K 30fps. Warna dan dynamic range bagus, tetapi stabilisasi belum tersedia di resolusi 4K—pengguna harus turun ke 1080p untuk mendapatkan hasil lebih stabil.
Fitur AI Makin Kreatif
Vivo menambahkan sejumlah fitur berbasis AI yang menarik. Salah satunya AI 4 Seasons yang bisa mengubah suasana foto menjadi nuansa musim semi, panas, gugur, atau dingin.
Ada juga AI Magic Move untuk menggeser posisi objek, serta AI Image Expander yang memperluas framing foto. Selain itu, AI Caption mampu menerjemahkan video berbahasa asing secara real-time ke Bahasa Indonesia.
Snapdragon 7 Gen 4, Pertama di Indonesia
Dari sisi performa, Vivo V60 menjadi smartphone pertama di Indonesia yang menggunakan Qualcomm Snapdragon 7 Gen 4.
Chipset ini diklaim membawa peningkatan:
- CPU 27% lebih kencang
- GPU 30% lebih kencang
- NPU 65% lebih kencang
- Skor AnTuTu hampir menyentuh 1 juta poin, naik sekitar 20–30 persen dibanding V50.
Untuk gaming ringan seperti Mobile Legends, performa lancar meski masih mentok di 90fps. Namun untuk game berat seperti Genshin Impact, rata-rata hanya di kisaran 30-an fps dengan suhu maksimal sekitar 43 derajat Celsius. Artinya, Vivo V60 belum ideal untuk gamer hardcore.
Layar AMOLED dan Desain Premium
Vivo V60 menggunakan layar AMOLED 6,7 inci Full HD+ dengan refresh rate 120Hz. Desainnya melengkung tipis di keempat sisi, membuat pengalaman scrolling terasa halus.
Brightness mencapai 1.500 nits dalam high brightness mode, meningkat dari generasi sebelumnya. Kacanya menggunakan Scott Sensation Glass buatan Jerman.
Bodinya tetap ramping meski baterai membesar. Ketebalan hanya 7,5 mm dengan bobot 192–200 gram tergantung varian material belakang (polikarbonat atau kaca).
Smartphone ini juga sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69, NFC, IR blaster, serta speaker stereo.
Baterai 6.500 mAh dan 90W FlashCharge
Kapasitas baterai kini mencapai 6.500 mAh, meningkat dari 6.000 mAh di V50. Daya tahannya impresif:
- Streaming 1 jam hanya berkurang 4–5%
- Gaming MLBB 1 jam sekitar 6%
- Genshin Impact 30 menit sekitar 10%
Pengisian daya 90W FlashCharge mampu mengisi sekitar 50% dalam 30 menit dan penuh kurang dari 1 jam. Teknologi silikon karbon memungkinkan baterai besar tanpa membuat bodi menebal.
Harga dan Posisi Pasar
Vivo V60 mengalami kenaikan harga sekitar Rp500 ribu dibanding pendahulunya. Kini banderolnya mulai dari kisaran Rp6 jutaan hingga Rp7 jutaan tergantung varian RAM (8GB/12GB) dan memori (256GB/512GB).
Dengan spesifikasi dan harga tersebut, Vivo V60 sudah masuk kategori premium midrange, bukan lagi midrange standar.
Kesimpulan
Dari keseluruhan review Vivo V60, upgrade paling terasa ada di kamera telefoto periskop dan baterai jumbo 6.500 mAh. Performanya meningkat, layarnya lebih terang, dan fitur AI makin lengkap.
Vivo V60 paling cocok untuk pengguna yang mengutamakan kamera zoom berkualitas di bawah Rp7 jutaan serta daya tahan baterai ekstra awet. Meski belum sempurna untuk gaming berat, secara keseluruhan ini adalah salah satu V series paling ambisius yang pernah dirilis Vivo.
Editor : Davina Ar Raafika