TRENGGALEK NJENGGELEK - Infinix Note 60 Ultra akhirnya resmi diperkenalkan pada Februari 2026 sebagai varian tertinggi dari Note 60 Series. Kehadiran ponsel ini langsung menyita perhatian karena diklaim membawa konsep midrange rasa flagship dengan spesifikasi yang tidak main-main.
Sejak awal diumumkan, Infinix Note 60 Ultra digadang-gadang menjadi senjata baru Infinix untuk mengacak-acak pasar kelas menengah atas. Bukan sekadar embel-embel “Ultra”, perangkat ini hadir dengan inovasi konektivitas satelit, performa kencang, hingga desain premium hasil kolaborasi internasional.
Di tiga bulan pertama 2026, nama Infinix Note 60 Ultra bahkan sudah ramai dibicarakan di berbagai forum gadget global. Spesifikasi yang diusungnya dinilai terlalu “mewah” untuk ukuran midrange, apalagi jika benar dipasarkan dengan harga agresif.
Fitur Panggilan Satelit Always On
Salah satu gebrakan terbesar ada di sektor konektivitas. Infinix Note 60 Ultra menjadi smartphone pertama dari Infinix yang membawa fitur panggilan satelit Always On.
Teknologi ini memungkinkan pengguna melakukan panggilan suara dan SMS dua arah melalui jaringan satelit ketika sinyal seluler benar-benar hilang. Sistemnya diklaim memiliki cakupan hingga dua pertiga permukaan bumi.
Kecepatan transmisinya memang berada di kisaran 4 kbps. Namun, jaringan tersebut telah dioptimalkan khusus untuk komunikasi darurat. Menariknya lagi, perangkat dapat berpindah otomatis antara jaringan seluler dan satelit tanpa perlu registrasi tambahan.
Fitur seperti ini biasanya hanya tersedia di ponsel kelas premium dengan harga belasan juta rupiah. Kini, teknologi tersebut turun ke segmen midrange.
Kolaborasi Desain Pininfarina
Dari sisi desain, Infinix menggandeng Pininfarina, rumah desain legendaris asal Italia yang dikenal menangani mobil-mobil premium.
Hasilnya terlihat dari modul kamera tiga lensa besar dalam bingkai hitam tebal, menyerupai gaya flagship modern. Bahkan terdapat layar kecil di bagian belakang yang bisa menampilkan jam atau notifikasi.
Layarnya sendiri berukuran 6,78 inci menggunakan panel 3D curved OLED dengan refresh rate 144 Hz. Kecerahan puncaknya tembus 4.500 nits, membuat tampilan tetap jelas di bawah sinar matahari.
Panel tersebut sudah dilindungi Gorilla Glass 7i dan mendukung 100 persen DCI-P3. Touch sampling rate 240 Hz dan instant touch 2.160 Hz semakin memaksimalkan pengalaman gaming.
Performa Dimensity 8400, Skor Tembus 2 Juta
Masuk ke dapur pacu, Infinix Note 60 Ultra ditenagai chipset Dimensity 8400 fabrikasi 4nm dengan skor AnTuTu diklaim menembus 2 juta poin.
Chipset ini juga digunakan pada Oppo Reno 14 yang dijual dengan harga lebih tinggi. Kombinasinya diperkuat RAM LPDDR5X hingga 12 GB dan penyimpanan UFS 4.0 sampai 512 GB.
Infinix juga memperkenalkan sistem pendingin cair Hydroflow dengan aliran hingga 6,5 ml per menit menggunakan pompa piezo elektrik ganda. Sistem ini dirancang menjaga suhu tetap stabil saat gaming berat.
Dari sisi software, perangkat langsung menjalankan Android 16 dengan XOS 16 serta janji tiga kali pembaruan Android dan empat tahun patch keamanan.
Kamera 50MP Triple dan Rekam 4K 60fps
Di sektor fotografi, Infinix Note 60 Ultra membawa tiga kamera belakang masing-masing 50MP. Kamera utama sudah dilengkapi OIS, didampingi lensa ultra wide 50MP dan telefoto 50MP.
Kamera depan 32MP siap mendukung kebutuhan konten kreator. Baik kamera depan maupun belakang sudah mampu merekam video hingga 4K 60fps.
Fitur pendukung lain seperti NFC, speaker stereo, fingerprint in display, Bluetooth 5.4, WiFi 6, IR blaster, hingga sertifikasi IP69 juga tersedia lengkap.
Baterai Jumbo 7.800 mAh dan Fast Charging 90W
Yang tak kalah mengejutkan adalah kapasitas baterai. Bocoran menyebut angka antara 7.500 hingga 7.800 mAh, menjadikannya salah satu yang terbesar di kelasnya.
Pengisian daya didukung fast charging 90 watt, wireless charging 33 watt, serta fitur bypass charging untuk menjaga suhu saat bermain game sambil mengisi daya.
Dengan kombinasi spesifikasi tersebut, Infinix Note 60 Ultra jelas menempatkan diri sebagai penantang serius di pasar midrange premium 2026.
Jika benar dipasarkan dengan harga kompetitif, bukan tidak mungkin ponsel ini bakal menjadi “pengganggu” bagi brand besar lain di kelas harga serupa. Pasar smartphone tahun 2026 pun dipastikan semakin panas.
Editor : Edo Trianto