Trenggalek Jenggelek – Tren kendaraan listrik memang terus digaungkan di negara maju. Namun di Indonesia, mobil diesel bekas di bawah Rp100 juta justru masih menjadi primadona. Alasannya sederhana: irit bahan bakar, torsi besar, dan masih bisa “minum” solar subsidi. Tak heran jika mobil diesel tetap diburu, bahkan dianggap simbol kepraktisan dan efisiensi di tengah harga BBM yang fluktuatif.
Fakta di lapangan menunjukkan, harga mobil diesel baik baru maupun bekas cenderung lebih mahal dibanding bensin. Nama-nama besar seperti Fortuner atau Pajero bahkan sudah menjadi simbol status sosial dengan banderol di atas Rp500 juta. Uniknya, di pasar mobil bekas, harga diesel juga relatif bandel dan sulit turun.
Namun kabar baiknya, bagi masyarakat yang ingin memiliki mobil diesel bekas di bawah Rp100 juta, masih ada beberapa pilihan menarik yang tergolong layak dibeli. Berdasarkan ulasan otomotif terbaru, setidaknya ada lima model diesel lawas yang masih relevan digunakan di 2025, asalkan kondisi terawat dan perawatannya diperhitungkan dengan matang.
Isuzu Panther 2005–2006, Rajanya Diesel Murah Perawatan
Isuzu Panther pantas disebut legenda. Versi facelift tahun 2005–2006 kini dibanderol sekitar Rp70–80 juta tergantung kondisi. Desainnya dikenal timeless, mudah dimodifikasi, dan masih enak dipandang hingga sekarang.
Mesin diesel 2.500 cc turbo dengan sistem direct injection memang tidak menawarkan tenaga besar, namun terkenal sangat bandel. Konsumsi BBM irit, perawatan minim, dan toleran terhadap kualitas solar menjadi nilai jual utama Panther. Bagi pencari mobil diesel murah, model ini sering disebut sebagai pilihan paling aman.
Toyota Kijang Kapsul Diesel 1997, Ikonik Tapi Lemot
Kijang Kapsul diesel generasi keempat hadir untuk menyaingi Panther. Menggunakan mesin 2L 2.446 cc tanpa turbo, tenaganya memang terasa lambat dan cukup berisik. Namun keunggulannya ada pada daya tahan mesin dan desain ikonik yang masih disukai hingga kini.
Di pasar bekas, harga Kijang Kapsul diesel mulai Rp60 jutaan. Meski performanya terbatas, mobil ini tetap diminati karena keawetan dan kemudahan perawatan.
Mitsubishi Kuda Diesel Gen 2, Murah Tapi Perlu Perhatian
Mitsubishi Kuda diesel generasi kedua hadir dengan desain lebih kotak dan modern untuk ukuran mobil awal 2000-an. Mesin 2.500 cc non-turbo menawarkan efisiensi, namun performanya tergolong biasa saja.
Harga bekasnya juga sekitar Rp60 jutaan. Meski demikian, calon pembeli perlu ekstra waspada karena Kuda dikenal memiliki penyakit umum seperti overheat dan masalah RPM. Cocok bagi yang punya bengkel langganan terpercaya.
Chevrolet Captiva Diesel 2008, Performa Kencang di Kelasnya
Berbeda dari tiga model sebelumnya, Captiva diesel menawarkan teknologi lebih modern. Mesin 2.000 cc common rail dengan VGT menghasilkan tenaga hingga 150 PS dan torsi besar.
Dari sisi fitur keselamatan, mobil ini tergolong lengkap untuk zamannya. Harga bekasnya kini mulai Rp70 jutaan. Namun konsekuensinya, perawatan mahal dan risiko kerusakan mesin terutama masalah liner harus benar-benar diperhatikan sebelum membeli.
Chevrolet Spin Diesel 2012, Paling Muda dan Paling Irit
Spin diesel menjadi mobil paling muda dalam daftar mobil diesel bekas di bawah Rp100 juta. Mesin 1.248 cc CRDi tergolong kecil untuk diesel, namun efisien dan cukup responsif.
Fitur keselamatan cukup lengkap, desain relatif modern, dan konsumsi BBM irit. Harga versi manual mulai Rp90 jutaan. Tantangannya ada pada ketersediaan spare part dan kebutuhan bengkel spesialis.
Masih Layak, Asal Siap Biaya Perawatan
Kesimpulannya, mobil diesel murah memang masih punya tempat di Indonesia. Namun, hampir semua pilihan di bawah Rp100 juta menuntut kesiapan biaya peremajaan. Jangan tergiur harga murah tanpa mengecek kondisi mesin dan riwayat perawatan.
Bagi pembeli dengan dana terbatas namun ingin diesel irit dan tahan banting, Panther dan Kijang Kapsul masih menjadi pilihan rasional. Sementara bagi yang mengejar performa dan fitur, Captiva dan Spin bisa dipertimbangkan dengan risiko yang menyertainya.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh