Trenggalek Jenggelek - Review Infinix Mark 10 menjadi sorotan karena ponsel entry level ini hadir dengan desain yang terlihat lebih mewah dibandingkan pendahulunya. Meski dibanderol dengan harga sejutaan, Infinix Mark 10 membawa sejumlah peningkatan yang cukup signifikan di kelasnya.
Sebagai penerus Infinix Mark 9, Infinix Mark 10 tampil dengan perubahan desain yang lebih premium. Apalagi setup kameranya sekilas mirip dengan iPhone generasi terbaru. Namun, di balik tampilannya yang elegan, ada sejumlah catatan penting yang perlu diketahui sebelum membeli.
Dalam review Infinix Mark 10 ini, perangkat tersebut dijual di kisaran Rp1 juta untuk varian RAM 4GB dengan memori internal 64GB. Sementara varian 4GB/128GB dibanderol sekitar Rp1,3 jutaan. Harga ini membuatnya tetap kompetitif di segmen HP murah.
Desain Lebih Premium, Sudah IP64
Dari sisi desain, Infinix Mark 10 tersedia dalam empat warna: Slick Black, Titanium Silver, Iris Blue, dan Twilight Gold. Finishing matte pada bagian belakang membuatnya tidak mudah meninggalkan bekas sidik jari.
Menariknya, HP ini sudah mengantongi sertifikasi IP64 tahan debu dan percikan air. Fitur ini masih jarang ditemukan di kelas entry level sejutaan.
Bobotnya 187 gram dengan ketebalan 8,2 mm. Material bodi dan frame memang masih plastik, namun tetap terasa kokoh di tangan.
Di bagian samping kanan terdapat tombol volume serta tombol power yang sekaligus menjadi sensor sidik jari. Sementara slot dual SIM dan microSD (hingga 2TB) berada di sisi kiri.
Layar 6,67 Inci 120Hz, Jarang di Kelasnya
Salah satu daya tarik utama dalam review Infinix Mark 10 adalah layarnya. Ponsel ini mengusung layar IPS LCD 6,67 inci resolusi HD+ (720 x 1600 piksel) dengan refresh rate 120Hz.
Dengan tingkat kecerahan hingga 700 nits, layar tetap nyaman digunakan di luar ruangan. Meski belum Full HD, pengalaman menonton video dan bermain game terasa cukup mulus berkat refresh rate tinggi tersebut. Namun, tidak semua aplikasi mendukung 120Hz.
Fitur Dynamic Bar juga masih tersedia dan bisa diaktifkan melalui menu pengaturan khusus.
Performa Unisoc T7250, Skor AnTuTu 269 Ribu
Berbeda dari generasi sebelumnya yang memakai Helio G81, Infinix Mark 10 kini menggunakan chipset Unisoc T7250.
Hasil pengujian AnTuTu Benchmark menunjukkan skor sekitar 269 ribu, lebih tinggi dibandingkan Infinix Mark 9 yang berada di kisaran 247 ribu. Untuk Geekbench, skor single core berada di angka 440-an dan multi core 1.469.
RAM 4GB dapat dipenuhi dengan RAM virtual hingga total 8GB. Penyimpanan internal tersedia dalam pilihan 64GB dan 128GB tipe eMMC.
Untuk penggunaan harian seperti media sosial, streaming, dan game ringan, performanya tergolong lancar. Namun, untuk game berat sebaiknya jangan berekspektasi terlalu tinggi.
Baterai 5000 mAh dan Dual Speaker DTS
Infinix Mark 10 dibekali baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian daya 15W. Kapasitas ini cukup untuk pemakaian seharian penuh, tergantung pengaturan refresh rate layar.
Infinix mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 28 hari dalam mode standby. Sensor yang tersedia juga cukup lengkap, termasuk inframerah blaster yang kini disematkan—fitur yang tidak ada di seri sebelumnya.
Untuk audio, sudah menggunakan dual speaker dengan DTS Sound, menghasilkan suara lebih lantang dan imersif dibandingkan pendahulunya.
Android 15 dan Fitur AI
Sistem operasi menjadi nilai tambah lainnya. Infinix Mark 10 sudah menjalankan Android 15 dengan antarmuka XOS 15.1. UI-nya terlihat modern dengan panel kontrol dan navigasi yang terinspirasi gaya iPhone.
Tersedia juga asisten AI Folx yang bisa membantu berbagai kebutuhan pengguna. Fitur keamanan seperti sensor sidik jari dan face unlock juga responsif untuk kelas harga ini.
Kamera Jadi Titik Lemah
Di balik semua kelebihan tersebut, sektor kamera menjadi catatan utama dalam review Infinix Mark 10. Kamera utama hanya 8MP (f/2.0), turun dari generasi sebelumnya yang 13MP.
Kamera depannya juga 8MP. Fitur kamera cukup standar, seperti mode potret, malam, pro, dan video ganda. Perekaman video mendukung hingga 2K 30fps.
Namun secara kualitas, hasil fotonya tergolong biasa saja untuk HP sejutaan dan cenderung kurang memuaskan.
Layak Dibeli?
Secara keseluruhan, Infinix Mark 10 menawarkan kombinasi desain premium, layar 120Hz, baterai besar, dual speaker DTS, serta performa yang cukup baik di kelas harga Rp1 jutaan
Meski kameranya kurang memuaskan, ponsel ini tetap menarik bagi pengguna yang mencari HP murah dengan tampilan mewah dan fitur lengkap untuk penggunaan harian.
Bagi yang tidak terlalu fokus pada fotografi, Infinix Mark 10 bisa menjadi salah satu pilihan terbaik di segmen entry level saat ini.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh