Trenggalek Jenggelek - BYD ETO 1 langsung mencuri perhatian di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2025 (GIIAS) 2025. Mobil listrik mungil ini disebut-sebut sudah mengantongi ribuan surat pemesanan kendaraan (SPK) selama pameran berlangsung. Tak heran jika BYD ETO 1 menjadi salah satu bintang di booth BYD tahun ini.
BYD ETO 1 hadir sebagai city car listrik dengan dimensi kompak, panjang sekitar 3,9 meter. Segmen ini memang sedang naik daun, terutama di kalangan anak muda dan mahasiswa yang membutuhkan kendaraan praktis untuk mobilitas harian di perkotaan. Dengan banderol mulai Rp 185 juta hingga Rp 235 juta, BYD ETO 1 menjadi salah satu opsi mobil listrik paling terjangkau di kelasnya.
Tak hanya soal harga, BYD ETO 1 juga menawarkan desain yang berbeda. Dari sudut tertentu, terutama bagian depan, tampilannya mengingatkan pada mobil sport asal Italia. Hal ini bukan tanpa alasan. Desainer yang merancang BYD ETO 1 disebut memiliki latar belakang mendesain supercar Italia, sehingga nuansa sporty tetap terasa meski berstatus city car.
Dimensi Kompak, Cocok untuk Jalanan Kota
Sebagai mobil listrik perkotaan, BYD ETO 1 mengedepankan kepraktisan. Dimensi yang tidak sampai empat meter membuatnya mudah bermanuver di jalan sempit dan padat. Radius putarnya tergolong kecil, sehingga memudahkan pengemudi saat harus putar balik atau mencari parkir di area terbatas.
Karakter ini menjadi nilai plus di kota-kota besar seperti Jakarta yang kerap diwarnai kemacetan dan ruang parkir terbatas. Bagi pengguna yang baru pertama kali beralih ke kendaraan listrik, BYD ETO 1 dinilai ramah dan tidak menyulitkan.
Dari sisi visibilitas, pilar A tidak terlalu besar dan kaca depan dibuat cukup lebar. Hal ini memberikan pandangan yang luas ke depan, membantu pengemudi lebih percaya diri saat berkendara di lalu lintas padat.
Interior Nyaman, Posisi Duduk Fleksibel
Masuk ke kabin, BYD ETO 1 menawarkan pengaturan setir tilt dan telescopic. Fitur ini memungkinkan pengemudi mendapatkan posisi berkendara yang ideal sesuai postur tubuh. Untuk varian tertinggi, kursi pengemudi sudah dilengkapi pengaturan elektrik.
Menariknya, meski berstatus mobil listrik, posisi duduknya terasa natural dan tidak terlalu tinggi. Beberapa EV memang memiliki lantai yang lebih tinggi akibat penempatan baterai, namun pada BYD ETO 1, posisi duduk tetap nyaman dan terasa seperti mobil konvensional.
Secara keseluruhan, kabin dirancang simpel namun fungsional. Target pasarnya jelas, yakni anak muda yang menginginkan mobil modern, praktis, dan tetap bergaya.
Performa Zippy untuk Stop and Go
Soal performa, BYD ETO 1 dibekali tenaga 55 kW dengan torsi 135 Nm. Angka ini mungkin terdengar sederhana, namun cukup untuk kebutuhan dalam kota. Bahkan, akselerasi 0-50 km/jam diklaim hanya membutuhkan waktu 4,9 detik.
Angka tersebut relevan untuk kondisi stop and go yang sering terjadi di jalan perkotaan. Respons pedal terasa sigap, sehingga mobil ini terasa lincah saat harus menyelip di sela kemacetan atau mendahului kendaraan lain dalam jarak pendek.
Karakter setirnya ringan, membuat mobil mudah dikendalikan. Suspensinya cenderung sedikit kaku, namun memberikan rasa stabil ketika melaju di kecepatan lebih tinggi. Kombinasi ini membuat BYD ETO 1 terasa mantap tanpa mengorbankan kelincahan.
Jarak Tempuh dan Biaya Operasional
Untuk daya jelajah, BYD ETO 1 versi tertinggi diklaim mampu menempuh hingga 380 kilometer dalam sekali pengisian daya berdasarkan standar pabrikan. Saat pengujian dengan baterai terisi 86 persen, estimasi jarak tempuh menunjukkan angka 308 kilometer.
Sebagai mobil listrik, biaya operasionalnya tentu lebih rendah dibanding mobil berbahan bakar bensin. Hal ini menjadi daya tarik utama, terutama bagi pengguna yang ingin menekan pengeluaran harian untuk transportasi.
Dengan kombinasi harga terjangkau, desain sporty, performa cukup responsif, serta efisiensi biaya, BYD ETO 1 layak disebut sebagai salah satu mobil listrik paling menarik di GIIAS 2025. Tak heran jika city car listrik ini langsung diserbu peminat dan berpotensi menjadi pemandangan umum di jalanan kota dalam waktu dekat.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh