Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

BYD Atto 1 Laris Manis di GIIAS, Harga Rp195 Juta Rasa Bukan LCGC Bikin Pasar Mobil Listrik Panas

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:55 WIB

BYD Atto 1 Rp195 juta jadi mobil listrik termurah, fitur lengkap dan rasa di atas LCGC bikin pasar panas.(Pinterest)
BYD Atto 1 Rp195 juta jadi mobil listrik termurah, fitur lengkap dan rasa di atas LCGC bikin pasar panas.(Pinterest)

Trenggalek Jenggelek - BYD Atto 1 langsung mencuri perhatian sejak pertama kali diluncurkan di ajang GIIAS. Bukan semata karena desainnya yang unik, tetapi karena harga BYD Atto 1 yang dibuka mulai Rp195 juta. Bandingkan dengan mobil LCGC konvensional, banderol tersebut terasa “tidak masuk akal” untuk ukuran mobil listrik.

Sejak diperkenalkan, BYD Atto 1 disebut menjadi salah satu mobil paling banyak dipesan di pameran. Strategi harga agresif dari BYD membuat mobil listrik mungil ini langsung mengganggu pasar city car hingga LCGC bensin. Dengan harga setara mobil entry level, konsumen sudah mendapatkan kendaraan full electric.

BYD Atto 1 hadir dalam dua varian, yakni Dynamic seharga Rp195 juta dan Premium Rp235 juta. Selisih Rp40 juta itu ternyata menghadirkan perbedaan fitur yang cukup signifikan.

Desain Kompak, Aura Sporty

Secara tampilan, BYD Atto 1 tampil dengan desain tajam dan modern. Beberapa sudut bodinya bahkan disebut-sebut memiliki aura mirip supercar Eropa dalam versi mungil. Lampu LED dengan DRL tegas, over fender tipis, serta velg 16 inci membuatnya terlihat berbeda dibanding LCGC kebanyakan.

Dimensinya cukup ringkas dengan panjang 3.925 mm dan wheelbase 2.500 mm. Proporsinya memang terlihat unik, terutama karena overhang belakang yang pendek. Namun karakter tersebut justru menjadi identitas khas mobil listrik kecil.

Port pengisian daya berada di sisi depan kanan dan sudah menggunakan standar CCS2 untuk DC fast charging. Untuk pengisian AC, baik varian Dynamic maupun Premium sama-sama mendukung hingga 6,6 kW.

Baterai dan Jarak Tempuh

Perbedaan utama Dynamic dan Premium terletak pada kapasitas baterai. Varian Dynamic dibekali baterai 30,08 kWh dengan klaim jarak tempuh 300 km (NEDC). Sementara Premium menggunakan baterai 38,88 kWh dengan klaim 380 km (NEDC).

Motor listriknya menghasilkan tenaga 74 hp atau 55 kW dengan torsi 135 Nm, disalurkan ke roda depan melalui transmisi single speed. Secara angka memang tidak besar, tetapi untuk penggunaan dalam kota terasa cukup.

Pengujian konsumsi energi menunjukkan rata-rata 10 kWh per 100 km atau sekitar 9–10 km per kWh. Artinya, klaim jarak tempuh masih tergolong realistis untuk pemakaian harian.

Akselerasi 0–100 km/jam tercatat sekitar 14,1 detik. Tidak kencang, namun juga tidak terasa kekurangan tenaga untuk kebutuhan komuter.

Interior Lebih Mewah dari LCGC

Masuk ke kabin, kesan yang muncul cukup mengejutkan untuk mobil Rp200 jutaan. Layar infotainment sudah mendukung Apple CarPlay dan Android Auto. Bahkan tersedia fitur hiburan tambahan seperti akses YouTube saat kendaraan berhenti.

Varian Premium mendapatkan jok elektrik enam arah berbalut kulit sintetis, wireless charger, serta setir berlapis kulit dengan pengaturan tilt dan telescopic. Sementara varian Dynamic masih menggunakan jok fabric manual dan tanpa telescopic steering.

Material dashboard memang didominasi plastik keras, namun secara keseluruhan terasa lebih rapi dibanding mobil LCGC. Fitur seperti cruise control, electronic parking brake, vehicle hold, serta mode berkendara Eco, Normal, dan Sport sudah tersedia.

Sistem regen braking dapat diatur dalam dua mode, yakni Standard dan High. Mode High cukup membantu memperlambat kendaraan tanpa perlu sering menginjak pedal rem, meski belum mendukung one pedal driving.

Kenyamanan dan Handling

Salah satu kejutan terbesar dari BYD Atto 1 adalah suspensinya. Berkat baterai yang ditempatkan di bawah lantai, pusat gravitasi menjadi rendah. Hasilnya, bantingan terasa lebih stabil dibanding mobil kecil bermesin bensin.

Kedap kabin juga jauh lebih baik dari LCGC. Tanpa getaran mesin pembakaran, pengalaman berkendara terasa lebih halus. Setirnya pun memiliki bobot yang lebih presisi, meski belum bisa disamakan dengan mobil di kelas Rp300 jutaan ke atas.

Namun ada catatan pada karakter pedal rem yang terasa sensitif, terutama di kecepatan rendah. Efek regeneratif terkadang membuat transisi pengereman kurang halus.

Value for Money yang Sulit Ditolak

Dengan harga Rp195 juta, BYD Atto 1 menawarkan paket yang sulit ditandingi. Mobil listrik, fitur modern, kenyamanan di atas LCGC, serta biaya operasional rendah menjadi daya tarik utama.

Kapasitas kabin memang tidak terlalu lega untuk tiga penumpang dewasa di belakang. Bagasi juga tergolong standar dan belum memiliki ban serep, hanya tire repair kit. Tetapi kompromi tersebut terasa wajar mengingat harga yang ditawarkan.

Melihat kombinasi harga, fitur, dan performa, BYD Atto 1 berpotensi menjadi game changer di segmen mobil listrik entry level. Jika tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin mobil listrik murah akan semakin cepat menggantikan LCGC bensin di jalanan Indonesia.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#mobil listrik 200 juta #Harga BYD Atto 1 #Mobil listrik Murah #byd atto 1