Trenggalek Jenggelek - BYD Atto 1 resmi meluncur sebagai mobil listrik paling kecil BYD di Indonesia. Namun jangan salah, kehadiran BYD Atto 1 justru langsung mengusik pasar mobil listrik murah hingga segmen LCGC. Sebab, varian termurahnya dibanderol di bawah Rp200 juta.
Harga BYD Atto 1 yang agresif membuatnya bukan hanya bersaing dengan mobil listrik seperti Wuling Binguo, Neta V-II, dan Citroen e-C3, tetapi juga masuk ke wilayah mobil bensin LCGC seperti Honda Brio Satya dan Toyota Agya. Ini langkah berani dari pabrikan asal Tiongkok tersebut.
Secara global, mobil ini dikenal dengan berbagai nama. Di Eropa disebut Dolphin Surf, di Brasil dan Meksiko bernama Dolphin Mini, sementara di Tiongkok dikenal sebagai Seagull. Namun di Indonesia, BYD memilih nama Atto 1 dan tetap memasukkannya ke dalam lini Ocean Series seperti Seal dan Dolphin.
Harga dan Varian BYD Atto 1
- BYD Atto 1 hadir dalam dua varian:
- Dynamic: klaim jarak tempuh 300 km (NEDC)
- Premium: klaim jarak tempuh 380 km (NEDC)
Varian Premium dibekali baterai 38,88 kWh, sementara Dynamic menggunakan 30,08 kWh. Keduanya memakai teknologi Blade Battery berbasis Lithium Iron Phosphate (LFP) yang dikenal lebih aman dan tahan lama.
Motor listriknya menghasilkan tenaga 74 hp (55 kW) dan torsi 135 Nm. Kecepatan maksimal diklaim mencapai 130 km/jam, dengan akselerasi 0–50 km/jam dalam 4,9 detik.
Untuk pengisian daya, AC charging maksimal 6,6 kW. Sementara fast charging DC menggunakan CCS2 hingga 30 kW (Dynamic) dan 40 kW (Premium), dengan estimasi 30–80 persen sekitar 30 menit.
Desain Eksterior Unik dan Sporty
Salah satu daya tarik BYD Atto 1 adalah desainnya yang tajam dan agresif. Banyak yang menyebut tampilannya sekilas mirip Lamborghini versi kompak. Lampu depan mengusung desain double slash LED khas BYD.
Dimensinya mungil, empat pintu, dengan velg 16 inci. Garis desain tajam dari fender depan hingga pilar C membuat kaca belakang terlihat menyempit. Di bagian belakang, lampu LED menyambung penuh, menambah kesan lebar.
Meski ringkas, tampilannya terasa modern dan berbeda dari Wuling Binguo yang cenderung membulat.
Interior Terasa Lebih Mahal dari Harganya
Masuk ke kabin, kesan murah langsung terpatahkan. Dashboard bergaya meliuk dengan layar floating 10,1 inci yang sudah mendukung wireless Apple CarPlay dan Android Auto.
Varian Premium mendapat jok elektrik enam arah, wireless charger, setir telescopic, serta enam airbag. Sementara varian Dynamic tetap kompetitif dengan empat airbag.
Material memang didominasi plastik keras di pintu, tetapi desainnya tetap terlihat rapi. Jok dilapisi kulit sintetis, dan konfigurasi belakang dibuat tiga penumpang khusus pasar Indonesia berbeda dari versi luar negeri yang hanya dua penumpang.
Namun ruang belakang memang terasa sempit jika diisi tiga orang dewasa. Bagasinya pun tidak terlalu besar dan belum memiliki ruang penyimpanan tambahan di bawah lantai.
Fitur dan Keamanan
Meski tanpa ADAS, fitur keselamatan dasar cukup lengkap. Sistemnya mencakup ABS, EBD, brake assist, traction control, stability control, hill start assist, TPMS, sensor parkir, dan kamera mundur.
Terdapat pula fitur Vehicle to Load (V2L) hingga 2,2 kW, passive keyless entry, NFC card key, remote start AC, hingga driving password.
Garansi kendaraan diberikan 6 tahun atau 150.000 km. Drive unit dan baterai mendapat garansi 8 tahun atau hingga 160.000 km dengan syarat kesehatan baterai di atas 70 persen.
Dengan harga di bawah Rp200 juta, BYD Atto 1 jelas menjadi game changer. Bukan hanya mengganggu mobil listrik di kelasnya, tetapi juga menantang dominasi LCGC bensin.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh