Trenggalek Jenggelek – BYD M6 kini disebut sebagai mobil listrik 7 seater paling terjangkau dan terlaris di Indonesia. Dengan banderol mulai Rp419 juta, BYD M6 menawarkan kombinasi daya angkut tujuh penumpang, jarak tempuh panjang, serta status full electric vehicle (EV) yang bebas ganjil genap.
Popularitas BYD M6 bukan hanya datang dari konsumen pribadi. Armada transportasi seperti Grab melalui layanan Grab Premium dan Bluebird juga sudah mengoperasikan model ini untuk kebutuhan fleet. Fakta tersebut memperkuat posisi BYD M6 sebagai tulang punggung mobil listrik keluarga sekaligus komersial.
Menariknya, nama BYD M6 sempat menjadi sorotan karena dikabarkan digugat oleh BMW Indonesia yang memiliki model sport legendaris BMW M6. Meski demikian, secara produk, BYD M6 punya segmen yang sangat berbeda: MPV listrik keluarga dengan harga terjangkau.
Harga Terjangkau, Range Tembus 530 Km
BYD M6 mengusung baterai dengan klaim jarak tempuh hingga 530 kilometer (NEDC). Sementara dalam standar WLTP, jaraknya sekitar 450 kilometer angka yang setara dengan Hyundai Ioniq 5.
Perlu dicatat, banyak pabrikan Tiongkok menggunakan standar pengujian berbeda seperti NEDC atau CLTC yang cenderung lebih optimistis dibanding WLTP. Namun tetap saja, angka 450 km riil sudah sangat cukup untuk penggunaan harian maupun perjalanan luar kota.
Mobil ini juga mendukung pengisian cepat DC hingga 115 kW. Sayangnya, pembelian unit belum termasuk wall charger rumah. Padahal, pengisian di rumah jauh lebih hemat dengan tarif sekitar Rp1.700 per kWh, bahkan mendapat diskon 30 persen pada jam tertentu.
Kabin Lega dan Fitur Melimpah
Dengan panjang sekitar 4,7 meter dan wheelbase 2,8 meter, BYD M6 menawarkan kabin yang lapang untuk kelasnya. Konfigurasi kursi tersedia dalam versi enam maupun tujuh penumpang.
Ruang kaki baris kedua tergolong lega dengan AC double blower yang tidak langsung mengarah ke kepala penumpang. Baris ketiga memang tidak selapang MPV boxy seperti Nissan Serena, namun masih cukup untuk penumpang dengan tinggi sekitar 170 cm.
Bagasi belakang sudah dilengkapi power back door—fitur yang jarang ditemukan di harga Rp400 jutaan. Saat kursi baris ketiga dilipat, lantai menjadi rata sehingga meningkatkan fleksibilitas angkut barang.
Masuk ke kabin depan, layar infotainment besar khas BYD bisa diputar horizontal atau vertikal. Android Auto dan Apple CarPlay sudah wireless. Kursi depan elektrik dan ventilated, adaptive cruise control, blind spot monitoring, hingga panoramic glass roof turut tersedia.
Meski demikian, material dashboard didominasi plastik keras. Secara kualitas, interiornya berada satu tingkat di bawah lini Ocean Series seperti BYD Seal atau Dolphin. Wajar, mengingat basis platform M6 sudah ada sejak 2016.
Performa Kencang, Rem Jadi Catatan
Dari sisi performa, BYD M6 dibekali tenaga 200 hp dan torsi 320 Nm. Akselerasi terasa responsif khas mobil listrik, meski ada sedikit delay awal sebelum tenaga tersalur penuh.
Suspensinya terasa agak kaku, namun memberikan sensasi solid ala mobil Eropa. Handling tergolong biasa, sementara bobot setir dinilai pas tidak terlalu ringan atau berat.
Namun ada satu catatan penting: karakter pedal rem yang sangat sensitif. Banyak pengguna mengeluhkan rem terasa “menggigit” meski diinjak perlahan. Hal ini membuat pengalaman berkendara kurang halus, terutama bagi penumpang.
Di sisi lain, daya tahan baterai BYD teruji. Generasi sebelumnya, yakni E6 yang digunakan armada taksi, mampu menempuh hingga 500.000–600.000 km sebelum degradasi signifikan. BYD M6 kini sudah menggunakan blade battery yang diklaim lebih awet dan aman.
Ancaman Nyata untuk MPV Bensin
Dengan harga Rp419 juta, fitur lengkap, dan biaya operasional rendah, BYD M6 menjadi ancaman serius bagi MPV bensin konvensional. Apalagi statusnya sebagai EV membuatnya bebas ganjil genap di kota besar.
Secara spesifikasi, BYD M6 memang “killer”. Range panjang, performa kencang, dan fitur modern menjadikannya paket menarik untuk keluarga maupun operasional fleet.
Pertanyaannya kini, apakah konsumen Indonesia siap beralih ke MPV listrik? Jika tren ini berlanjut, bukan tak mungkin BYD M6 akan menjadi standar baru mobil keluarga di era elektrifikasi.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh