Trenggalek Jenggelek - Smart Fortwo generasi kedua kembali mencuri perhatian sebagai mobil kecil premium yang cocok untuk perkotaan. Dikembangkan oleh Mercedes-Benz bersama Swatch, city car ini menawarkan dimensi super ringkas, konsumsi BBM irit, serta fitur keselamatan yang tak bisa diremehkan.
Di tengah kebutuhan mobil harian yang praktis dan mudah parkir, Smart Fortwo generasi kedua menjadi solusi menarik. Panjangnya hanya sekitar 2,6 meter dengan lebar 1,5 meter. Ukurannya bahkan nyaris setara dua sepeda yang diparkir berjejer.
Meski mungil, Smart Fortwo generasi kedua tetap menyandang status mobil premium karena berada di bawah payung Mercedes-Benz. Konsepnya mirip seperti hubungan BMW dengan Mini.
Dimensi Super Ringkas, Cocok Buat Kota
Sebagai mobil dua penumpang, Smart Fortwo generasi kedua memang dirancang untuk mobilitas dalam kota. Parkir di ruang sempit bukan lagi masalah. Radius putarnya juga kecil, membuatnya lincah saat bermanuver di jalan padat.
Menariknya, hampir seluruh panel bodinya menggunakan material plastik. Mulai dari bumper, fender, hingga pintu belakang. Namun jangan salah, struktur rangkanya tetap menggunakan sasis baja kokoh rancangan Mercedes-Benz.
Struktur keselamatan inilah yang membuat mobil ini memiliki rating keamanan baik, meskipun secara tampilan terlihat kecil dan sederhana.
Mesin Belakang 1.000 cc, RWD
Smart Fortwo generasi kedua menggunakan mesin 1.000 cc tiga silinder yang ditempatkan di belakang dengan sistem penggerak roda belakang (RWD). Tenaganya sekitar 70 hp untuk versi standar, sementara varian Brabus bisa tembus 100 hp berkat tambahan turbo.
Mesin kecil tersebut dikombinasikan dengan transmisi automated manual (AMT) lima percepatan. Secara karakter, perpindahan giginya terasa khas mobil Eropa, dengan jeda singkat saat akselerasi.
Soal efisiensi, mobil ini diklaim mampu mencatat konsumsi BBM hingga 20 km per liter dalam kondisi normal. Angka tersebut tergolong irit untuk mobil bermesin bensin konvensional.
Teknologi MHD dan Auto Start-Stop
Salah satu fitur menarik pada model ini adalah sistem MHD (Micro Hybrid Drive). Teknologi ini menggabungkan alternator dan motor starter dalam satu sistem belt-driven.
Fungsinya mirip teknologi auto start-stop modern. Saat mobil berhenti, mesin akan mati otomatis, lalu menyala kembali ketika pedal rem dilepas. Sistem ini membantu meningkatkan efisiensi bahan bakar, terutama di lalu lintas padat.
Interior Unik dan Berkualitas
Masuk ke dalam kabin, kesan premium cukup terasa. Material fabric dan kombinasi warna interior terlihat khas Eropa dengan detail rapi.
Panel instrumen didesain unik dengan speedometer besar di tengah serta tambahan indikator rpm dan jam di atas dashboard. AC diatur melalui kenop analog yang simpel, sementara audio masih model konvensional tanpa Bluetooth pada unit lawas.
Posisi duduk terasa lega untuk dua orang dewasa, bahkan untuk postur tinggi. Visibilitas ke depan juga baik berkat kaca depan besar dan atap kaca panoramik yang membuat kabin terasa lapang.
Bagasi memang kecil, namun cukup untuk belanja harian. Mekanisme pintu belakang pun unik karena terbuka dua tahap.
Pajak Rp4 Jutaan per Tahun
Untuk unit tahun 2011, pajak tahunan Smart Fortwo generasi kedua berkisar Rp4 jutaan termasuk SWDKLLJ. Angka ini memang tidak semurah city car Jepang, mengingat statusnya sebagai mobil Eropa.
Namun dari sisi build quality dan brand image, mobil ini menawarkan pengalaman berbeda dibanding mobil kecil konvensional.
Cocok Buat Siapa?
Smart Fortwo generasi kedua cocok untuk pengguna urban yang menginginkan mobil praktis, unik, dan tetap bergengsi. Mobil ini ideal untuk commuting harian, belanja, atau mobil kedua dalam keluarga.
Meski tidak dirancang untuk perjalanan jauh atau membawa banyak penumpang, Smart Fortwo membuktikan bahwa mobil kecil tidak selalu identik dengan murahan.
Kini, generasi terbaru Smart bahkan telah beralih ke versi listrik dan diproduksi di Tiongkok. Namun bagi pencinta city car unik, model generasi kedua ini tetap memiliki daya tarik tersendiri.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh