Trenggalek Jenggelek - Mobil listrik murah setara harga motor kini bukan lagi sekadar wacana. Sejumlah pabrikan, khususnya dari India dan Tiongkok, menghadirkan kendaraan roda empat dengan banderol mulai belasan hingga puluhan juta rupiah.
Fenomena mobil listrik murah ini menjadi perbincangan karena selama ini mobil identik dengan harga ratusan juta rupiah. Namun kini, dengan bujet setara sepeda motor, konsumen sudah bisa membawa pulang kendaraan roda empat, meski dengan spesifikasi dan fitur terbatas.
Berikut beberapa mobil listrik murah yang ramai dibahas karena harganya setara motor.
1. Changli Mini EV, Mobil Rp13 Jutaan
Salah satu yang paling mengejutkan adalah Changli Mini EV. Mobil listrik mungil ini disebut-sebut bisa dibeli dengan harga sekitar Rp13 juta.
Secara desain, bentuknya kompak dan unik, bahkan sekilas menyerupai kendaraan odong-odong. Dimensinya sekitar panjang 2.500 mm, lebar 1.600 mm, dan tinggi 1.800 mm. Meski kecil, mobil ini diklaim mampu menampung hingga empat orang.
Namun tentu ada kompromi. Kecepatan maksimalnya hanya sekitar 30 km per jam dengan waktu pengisian baterai hingga enam jam. Kendaraan ini lebih cocok untuk mobilitas jarak pendek di lingkungan perumahan atau kawasan terbatas.
Dengan harga setara motor bekas, Changli Mini EV menjadi simbol bahwa mobil listrik murah memang benar-benar ada, meski bukan untuk penggunaan jalan raya berkecepatan tinggi.
2. Tata Nano, Sempat Viral Setara Harga Motor
Nama Tata Nano juga kembali ramai diperbincangkan karena disebut-sebut memiliki harga setara motor matik populer.
Diproduksi oleh Tata Motors, Tata Nano memang dikenal sebagai salah satu mobil termurah di dunia. Di India, mobil ini pernah dipasarkan dengan harga sangat terjangkau, bahkan dikisarkan setara Rp20–25 jutaan.
Untuk generasi terbaru, Tata Nano dibekali mesin 624 cc dengan teknologi multipoint fuel injection. Tenaganya mencapai sekitar 48 PS dengan kecepatan maksimum 105 km per jam.
Meski murah, mobil ini tetap memiliki fitur dasar seperti AC dan transmisi otomatis pada varian tertentu. Konsumsi bahan bakarnya juga tergolong irit untuk penggunaan harian di dalam kota.
Namun, fitur keselamatan dan kelengkapan interiornya tentu tidak bisa disamakan dengan mobil modern harga ratusan juta rupiah.
3. Renault Kwid, Termurah dari Pabrikan Global
Selanjutnya ada Renault Kwid yang kerap disebut sebagai mobil murah dengan desain modern.
Diproduksi oleh Renault di India, mobil ini dibanderol sekitar Rp50 jutaan di pasar setempat. Desainnya cukup trendi dengan sentuhan lampu LED dan dashboard modern berlayar sentuh 8 inci.
Renault Kwid tersedia dalam beberapa tipe dan pilihan warna. Dibandingkan dua model sebelumnya, Kwid menawarkan fitur yang lebih lengkap dan tampilan lebih matang sebagai mobil penumpang harian.
4. Mahindra e2o, Listrik Rp57 Jutaan
Dari India juga hadir Mahindra e2o yang sempat dikenal sebagai mobil listrik murah.
Diproduksi oleh Mahindra, mobil ini dibanderol sekitar Rp57,5 juta. Dilengkapi AC, power outlet, serta desain kompak, mobil ini dirancang untuk penggunaan dalam kota.
Namun, beberapa fitur keselamatan seperti airbag dan ABS tidak tersedia pada varian awalnya. Kapasitas baterainya pun terbatas, sehingga jarak tempuhnya tidak sejauh mobil listrik modern saat ini.
Murah, Tapi Tetap Perlu Pertimbangan
Kehadiran mobil listrik murah setara harga motor memang menarik perhatian. Dengan dana belasan hingga puluhan juta rupiah, konsumen sudah bisa memiliki kendaraan roda empat.
Namun perlu dicermati, sebagian besar model tersebut masuk kategori low speed vehicle atau mobil perkotaan dengan spesifikasi terbatas. Regulasi keselamatan, standar emisi, serta legalitas penggunaan di jalan raya Indonesia juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
Selain itu, infrastruktur pengisian daya dan layanan purnajual juga menjadi pertimbangan utama sebelum membeli mobil listrik murah.
Mobil murah memang menggoda, tetapi calon pembeli tetap harus bijak. Pertimbangkan kebutuhan, keamanan, dan ketersediaan layanan sebelum memutuskan membawa pulang kendaraan roda empat dengan harga setara motor.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh