Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

SUV Hybrid 200 Jutaan Resmi Meluncur di GIIAS 2025, Chery Tiggo Cross CSH Hybrid Klaim Irit 30 Km/L dan Punya 17 Fitur ADAS!

Auliya Nur'Aini Khafadzoh • Sabtu, 21 Februari 2026 | 16:30 WIB

SUV hybrid 200 jutaan resmi meluncur di GIIAS 2025, klaim irit 30 km/l dan punya 17 fitur ADAS lengkap.(Pinterest)
SUV hybrid 200 jutaan resmi meluncur di GIIAS 2025, klaim irit 30 km/l dan punya 17 fitur ADAS lengkap.(Pinterest)

Trenggalek Jenggelek - SUV hybrid 200 jutaan resmi meluncur dan langsung mengguncang pasar otomotif nasional. Momen peluncuran ini terjadi di ajang GIIAS 2025, saat Chery Sales Indonesia memperkenalkan varian terbaru mereka, Chery Tiggo Cross CSH Hybrid.

Kehadiran SUV hybrid 200 jutaan ini sontak menjadi perbincangan karena mematahkan anggapan lama bahwa mobil hybrid selalu dibanderol mahal. Selama ini, mobil dengan teknologi elektrifikasi identik dengan harga di atas Rp400 juta. Namun kini, segmen Rp200 jutaan resmi dimasuki teknologi hybrid.

Bukan hanya soal harga, SUV hybrid 200 jutaan ini juga mengklaim konsumsi bahan bakar tembus 30,3 km per liter di jalan tol. Angka tersebut jelas mengundang rasa penasaran, terutama di tengah kenaikan harga BBM yang terus membebani masyarakat.

Fitur ADAS 17 Item di Harga Rp200 Jutaan

Salah satu kejutan terbesar dari peluncuran ini adalah kelengkapan fitur keselamatan. Chery membenamkan 17 fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) yang biasanya hanya ditemukan pada mobil dengan harga Rp500 juta ke atas.

Beberapa fitur unggulannya meliputi lane keeping assist, traffic jam assist, hingga berbagai sistem bantuan berkendara lainnya. Selain itu, SUV ini juga dibekali enam airbag untuk meningkatkan perlindungan penumpang.

Dengan paket fitur tersebut, SUV hybrid 200 jutaan ini tidak terlihat sebagai produk “murah”. Justru sebaliknya, ia tampil sebagai penantang serius di kelas SUV kompak.

Klaim Irit 30 Km/L, Lebih Unggul dari Rival Jepang?

Klaim konsumsi BBM 30,3 km/l menjadi sorotan utama. Jika benar terbukti dalam pengujian nyata, angka ini melampaui efisiensi beberapa rival di kelas hybrid.

Sebagai pembanding, Toyota Yaris Cross Hybrid yang dipasarkan di kisaran Rp400 jutaan memiliki klaim konsumsi BBM sekitar 25 km/l. Artinya, dengan harga hampir setengahnya, Chery menawarkan efisiensi lebih tinggi di atas kertas.

Tentu saja, klaim pabrikan tetap perlu diuji dalam kondisi lalu lintas harian Indonesia. Namun secara strategi pemasaran, angka ini menjadi daya tarik yang sangat kuat.

Performa dan Spesifikasi Hybrid

SUV ini mengusung mesin bensin 1.500 cc yang dipadukan dengan motor listrik melalui sistem hybrid generasi terbaru milik Chery. Kombinasi tersebut dirancang untuk memberikan keseimbangan antara tenaga dan efisiensi.

Mode berkendara yang dapat dipilih memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter mobil sesuai kebutuhan, baik untuk penggunaan dalam kota yang macet maupun perjalanan jarak jauh di tol.

Dari sisi kenyamanan, kabin dirancang luas dengan desain SUV modern. Layar sentuh besar dan sistem infotainment terkini turut melengkapi interiornya. Material yang digunakan juga diklaim memiliki kualitas baik untuk kelas harga Rp200 jutaan.

Garansi Baterai 8 Tahun

Kekhawatiran utama masyarakat terhadap mobil hybrid biasanya terletak pada baterai dan biaya perawatan. Untuk menjawab hal itu, Chery memberikan garansi baterai hingga delapan tahun atau 150.000 kilometer.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap teknologi hybrid. Selain itu, jaringan purnajual Chery disebut terus berkembang di Indonesia, seiring ekspansi besar dalam beberapa tahun terakhir.

Ancaman Serius bagi Dominasi Jepang

Kehadiran SUV hybrid 200 jutaan ini dinilai bisa menjadi game changer. Selama puluhan tahun, pasar otomotif Indonesia didominasi merek Jepang seperti Toyota, Honda, dan Mitsubishi Motors.

Kini, merek Tiongkok seperti Chery mulai masuk dengan strategi harga agresif, fitur lengkap, dan teknologi modern. Dengan banderol setara mobil konvensional seperti Avanza atau Xpander, SUV hybrid bukan lagi barang mewah.

Jika respons pasar positif, bukan tidak mungkin tren mobil hybrid akan meningkat pesat dalam beberapa tahun ke depan. Pertanyaannya tinggal satu: apakah konsumen Indonesia siap beralih dari merek Jepang ke SUV hybrid asal Tiongkok?

Yang jelas, persaingan otomotif nasional memasuki babak baru. SUV hybrid 200 jutaan ini bukan sekadar produk baru, melainkan simbol perubahan peta kekuatan industri otomotif di Tanah Air.

Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh
#giias #SUV Hybrid #harga mobil hybrid