JAKARTA - Harga mobil listrik bekas J6 mulai menjadi sorotan di awal tahun 2025. Di tengah tren kendaraan listrik yang semakin diminati, unit second tahun muda justru menawarkan selisih harga yang cukup signifikan dibanding kondisi baru.
Fenomena harga mobil listrik bekas J6 ini terlihat dari salah satu showroom di kawasan CBD Bekasi yang menghadirkan unit tahun 2024 dengan kondisi nyaris seperti baru. Bahkan, kilometer pemakaiannya sangat rendah, hanya sekitar 2.700 kilometer.
Dengan harga mobil listrik bekas J6 yang sudah terkoreksi puluhan juta rupiah, banyak konsumen mulai melirik opsi ini sebagai alternatif rasional ketimbang membeli unit baru dengan harga penuh.
Unit 2024, Kilometer 2.700 Km
Model yang ditawarkan adalah Chery J6 tipe tertinggi dengan sistem IWD (Intelligent Wheel Drive). Di lini kendaraan listrik Chery, varian ini termasuk flagship dengan performa dan fitur paling lengkap.
Unit yang tersedia berstatus tahun 2024 dengan jarak tempuh hanya 2.700 km. Artinya, mobil ini praktis baru satu tahunan pemakaian ringan. Secara visual maupun fungsional, kondisinya disebut masih sangat prima.
Garansi pabrikan pun masih aktif, termasuk garansi baterai yang menjadi perhatian utama calon pembeli kendaraan listrik. Dengan usia pakai yang masih sangat muda, risiko penurunan performa baterai relatif minim.
Harga Turun Puluhan Juta dari Baru
Saat pertama meluncur, harga Chery J6 tipe tertinggi berada di kisaran Rp535 juta. Namun di pasar second, unit ini dibuka di angka Rp535 juta dan masih bisa dinegosiasikan hingga menyentuh Rp490 juta untuk transaksi cash.
Penurunan sekitar Rp40–50 juta dalam waktu satu tahun menjadi daya tarik utama. Bagi konsumen yang ingin memiliki SUV listrik dengan teknologi terkini, selisih harga tersebut tentu cukup signifikan.
Jika dibandingkan dengan membeli unit baru, konsumen sudah tidak lagi menanggung depresiasi tahun pertama yang biasanya paling besar.
Spesifikasi dan Fitur Unggulan
Sebagai SUV listrik premium, J6 menawarkan sejumlah fitur modern. Sistem penggerak IWD memberikan traksi lebih optimal, terutama untuk berbagai kondisi jalan. Performa akselerasinya responsif khas kendaraan listrik, dengan tenaga instan tanpa jeda.
Dari sisi interior, kabin tampil futuristik dengan layar digital besar, sistem infotainment canggih, serta fitur keselamatan lengkap. Material kabin juga diklaim premium untuk menunjang kenyamanan.
Selain itu, desain eksteriornya yang tegas dan modern menjadikan J6 cukup mencolok di jalan. Dimensi bodinya pun proporsional untuk keluarga muda yang membutuhkan ruang lega tanpa kehilangan kesan sporty.
Skema Pembelian Fleksibel
Showroom menyediakan opsi pembelian cash maupun kredit. Untuk kredit, tenor bisa mencapai lima tahun dengan skema DP menyesuaikan profil konsumen.
Proses pengajuan kredit disebut memakan waktu sekitar dua hingga sepuluh hari kerja, tergantung kelengkapan data. Konsumen juga diberikan keleluasaan melakukan inspeksi kendaraan, termasuk membawa mekanik atau melakukan pengecekan di bengkel resmi.
Transparansi kondisi unit menjadi salah satu nilai jual utama, mengingat pembeli EV biasanya lebih detail dalam mengecek kesehatan baterai dan riwayat servis.
Worth It atau Tunggu Baru?
Dengan harga mobil listrik bekas J6 yang kini berada di kisaran Rp490 jutaan, pertanyaan besarnya adalah: apakah lebih menguntungkan membeli bekas atau tetap memilih unit baru?
Secara hitungan ekonomis, membeli unit bekas tahun muda jelas menghemat puluhan juta rupiah tanpa mengorbankan banyak hal. Garansi masih aktif, kondisi masih sangat segar, dan fitur tetap sama seperti unit baru.
Namun, konsumen tetap perlu mempertimbangkan preferensi pribadi. Jika ingin pengalaman benar-benar nol kilometer, membeli baru tentu memberi kepuasan tersendiri. Tetapi jika rasionalitas finansial menjadi prioritas, opsi second tahun muda seperti ini layak dipertimbangkan.
Melihat tren pasar kendaraan listrik yang terus berkembang, harga mobil listrik bekas J6 diprediksi masih akan kompetitif dalam beberapa tahun ke depan. Bagi calon pembeli yang ingin masuk ke segmen SUV listrik premium tanpa membayar harga maksimal, inilah momentum yang patut dimanfaatkan.
Editor : Davina Ar Raafika