JAKARTA - Mobil listrik canggih kini menjadi tulang punggung pertumbuhan industri otomotif global. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Gili. Produsen asal Tiongkok ini sukses membuktikan diri sebagai pemain besar lewat lonjakan penjualan signifikan di segmen kendaraan energi baru atau NEV (New Energy Vehicle).
Mobil listrik canggih yang dikembangkan Gili bukan hanya sekadar tren sesaat. Sepanjang 2025, perusahaan mencatatkan total penjualan global mencapai 3.245.567 unit. Angka ini tumbuh sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui target 3 juta unit yang telah direvisi.
Dominasi mobil listrik canggih tersebut semakin terlihat dari kontribusi NEV yang mencapai 1.687.767 unit, melonjak sekitar 90 persen secara tahunan. Artinya, hampir separuh penjualan Gili kini ditopang kendaraan listrik dan hybrid, menandai transformasi besar perusahaan menuju elektrifikasi penuh.
Transformasi dari Produsen Lokal ke Raksasa EV
Didirikan pada 1997, Gili awalnya hanya dikenal sebagai produsen mobil lokal di Tiongkok.
Namun dalam dua dekade terakhir, transformasinya berlangsung masif. Perusahaan berkembang menjadi grup otomotif global dengan strategi multi-merek yang menyasar berbagai segmen pasar.
Di bawah naungan grup terdapat Geely Auto sebagai merek utama, Lynk & Co yang menyasar konsumen urban modern, serta Zeekr yang fokus pada mobil listrik premium.
Pendekatan ini membuat Gili tidak hanya bermain di kelas mass market, tetapi juga merambah segmen premium dengan teknologi kendaraan listrik terbaru.
Strategi tersebut dikenal dengan konsep One Gili, yakni integrasi berbagai lini dalam satu ekosistem otomotif yang solid.
Hasilnya terlihat nyata. Zeekr mencatatkan rekor penjualan bulanan tertinggi pada Desember 2025 dengan lebih dari 30 ribu unit dalam satu bulan.
Sementara Lynk & Co membukukan lebih dari 350 ribu unit sepanjang tahun, didorong respons positif terhadap model-model unggulan seperti Lynk & Co 900 dan ZC 9X.
Teknologi Satelit dan AI Jadi Andalan
Keunggulan mobil listrik canggih Gili tidak hanya terletak pada desain atau performa baterai, tetapi juga pada integrasi teknologi mutakhir.
Melalui strategi Intelijen Gili 2025, perusahaan mengoperasikan 64 satelit aktif di orbit rendah (LEO).
Teknologi satelit ini mendukung sistem bantuan mengemudi otonom yang mereka kembangkan, termasuk fitur keselamatan cerdas dan konektivitas kendaraan pintar.
Sistem seperti GPilot Safety Assist Driving dan ekosistem Fly Auto 2 memperkuat pengalaman berkendara berbasis AI.
Pengembangan AI Fold Domain yang telah masuk tahap produksi massal menjadi bukti keseriusan Gili dalam membangun mobil listrik berbasis kecerdasan buatan.
Teknologi ini meningkatkan aspek keselamatan, efisiensi energi, serta kenyamanan pengemudi dan penumpang.
Dengan pendekatan tersebut, Gili tidak sekadar menjual mobil listrik, tetapi menawarkan solusi mobilitas cerdas terintegrasi.
Target Ambisius 2026, Fokus Ekspansi Global
Memasuki 2026, Gili memasang target lebih tinggi. Perusahaan membidik penjualan global 3,45 juta unit, dengan 2,2 juta unit di antaranya berasal dari kendaraan energi baru. Artinya, mobil listrik canggih akan menjadi kontributor utama pertumbuhan bisnis.
Untuk mencapai target tersebut, Gili berencana meluncurkan sekitar 10 model baru di pasar internasional. Ekspansi difokuskan ke Asia Tenggara, Eropa, Afrika Selatan, hingga Amerika Latin. Langkah ini menunjukkan ambisi Gili memperluas dominasi di pasar global EV.
Salah satu model yang paling dinantikan adalah MPV flagship Gili V900 yang dijadwalkan meluncur pada kuartal pertama 2026. Model ini disiapkan untuk menyasar segmen keluarga dan bisnis premium dengan teknologi elektrifikasi terkini.
Pengakuan Global dan Komitmen ESG
Prestasi Gili tidak hanya tercermin dari angka penjualan. Perusahaan juga berhasil meraih peringkat AA dari MSCI ESG, menjadikannya salah satu produsen otomotif dengan kinerja keberlanjutan terbaik di Tiongkok.
Dengan jaringan yang kini menjangkau 88 negara dan lebih dari 1.200 outlet, Gili semakin mantap melangkah sebagai kandidat kuat pemimpin mobilitas cerdas dunia. Lonjakan penjualan, inovasi teknologi, serta fokus pada kendaraan listrik menunjukkan bahwa era mobil listrik canggih bukan lagi masa depan, melainkan realitas yang sedang berlangsung.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Gili akan menjadi salah satu pemain dominan dalam peta persaingan mobil listrik global beberapa tahun ke depan.
Editor : Davina Ar Raafika