Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mobil Listrik Canggih Hasil Kolaborasi Chery-Huawei Ini Bikin Melongo, Autonomous dan Auto Park Jalan Sendiri, Siap Masuk Indonesia?

Davina Ar Raafika • Sabtu, 21 Februari 2026 | 17:00 WIB

Mobil listrik canggih Chery-Huawei hadir dengan autonomous driving dan auto park. Siapkah Indonesia menyambut teknologi ini?
Mobil listrik canggih Chery-Huawei hadir dengan autonomous driving dan auto park. Siapkah Indonesia menyambut teknologi ini?

JAKARTA - Industri otomotif global kembali diramaikan dengan kehadiran mobil listrik canggih hasil kolaborasi Chery dan Huawei.

Model bernama Luxeed S7 ini dipamerkan dalam ajang Global Conference Chery di Wuhu, Tiongkok, dan langsung mencuri perhatian berkat fitur autonomous driving serta auto parking yang diklaim sangat mutakhir.

Mobil listrik canggih ini bukan sekadar kendaraan listrik biasa. Luxeed S7 sudah dibekali sistem operasi HarmonyOS dari Huawei yang membuat tampilan antarmuka lebih modern, responsif, dan terintegrasi dengan berbagai fitur pintar.

Kolaborasi dua raksasa teknologi dan otomotif tersebut menjadikan Luxeed S7 sebagai salah satu sedan listrik paling inovatif saat ini.

Dalam sesi uji coba langsung, kemampuan mobil listrik canggih ini benar-benar terasa. Sistem adaptive cruise control dan autonomous driving dapat diaktifkan hanya dengan satu tombol.

Mobil langsung membaca marka jalan, memantau kendaraan di sekitar, hingga menyesuaikan kecepatan secara otomatis tanpa intervensi pengemudi.

Teknologi Autonomous dan Sensor Canggih

Keunggulan utama Luxeed S7 terletak pada sistem sensor dan perangkat lunaknya. Mobil ini dilengkapi kamera, radar, serta LiDAR yang mampu memetakan lingkungan sekitar secara presisi.

Di layar instrumen digital, pengemudi dapat melihat visualisasi kendaraan lain seperti truk, mobil, bahkan objek di sekitar secara real-time.

Saat melaju di jalan raya dan memasuki jalur tol, sistem autonomous akan otomatis mengikuti rute yang telah diprogram di navigasi.

Mobil dapat berpindah jalur sendiri setelah membaca kondisi lalu lintas. Cukup mengaktifkan lampu sein, sistem akan menilai apakah ruang aman untuk berpindah sebelum mengeksekusi manuver.

Tak hanya itu, integrasi dengan infrastruktur digital di Tiongkok membuat sistem navigasinya sangat detail.

Informasi lampu lalu lintas, termasuk hitungan mundur durasi lampu merah dan hijau, tampil langsung di layar kendaraan.

Hal ini membantu mobil menyesuaikan kecepatan agar lebih efisien dan halus saat berkendara.

Auto Parking yang Bikin Parkir Jadi Mudah

Fitur auto park menjadi salah satu daya tarik lain dari mobil listrik canggih ini. Pengemudi hanya perlu memilih slot parkir di layar, dan kendaraan akan mengatur setir, gas, serta rem secara otomatis. Sistem membaca kondisi sekitar dan akan berhenti jika mendeteksi objek atau orang melintas.

Hasilnya, mobil bisa parkir dengan presisi tanpa perlu sentuhan setir dari pengemudi. Teknologi ini tentu menjadi solusi bagi pengguna yang kerap kesulitan parkir di ruang sempit.

Interior Nyaman dan Sarat Fitur Pintar

Sebagai sedan listrik, Luxeed S7 menawarkan kabin yang lega. Ruang kaki dan kepala cukup lapang untuk penumpang dengan tinggi sekitar 174 cm. Atap panoramik memberikan kesan luas sekaligus modern.

Pengaturan AC dan fitur kursi seperti seat warmer serta ventilated seat dapat dikontrol dari layar sentuh belakang. Meski belum dual zone sepenuhnya, fitur ini menunjukkan orientasi mobil pada kenyamanan penumpang.

Sistem infotainment berbasis HarmonyOS juga memungkinkan perintah suara berbasis AI. Pengemudi cukup memberikan instruksi verbal untuk mengatur navigasi, hiburan, hingga beberapa fungsi kendaraan.

Tantangan Jika Masuk Indonesia

Meski menawarkan teknologi futuristis, ada tantangan besar jika mobil listrik canggih seperti Luxeed S7 dibawa ke Indonesia. Infrastruktur jalan, sistem pemetaan digital, serta integrasi lampu lalu lintas masih belum secanggih di Tiongkok.

Teknologi autonomous sangat bergantung pada akurasi peta, GPS presisi tinggi, serta dukungan infrastruktur pintar. Tanpa itu, fitur canggihnya tidak akan bekerja maksimal. Namun, dengan perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air yang semakin pesat, peluang tetap terbuka.

Kolaborasi Chery dan Huawei membuktikan bahwa masa depan otomotif mengarah pada integrasi teknologi digital dan kecerdasan buatan. Jika Indonesia mampu mengejar kesiapan infrastruktur, bukan tidak mungkin mobil seperti Luxeed S7 akan menjadi standar baru kendaraan listrik premium di pasar domestik.

Editor : Davina Ar Raafika
#auto park #mobil listrik canggih #Luxeed S7 #Chery Huawei #autonomous driving