JAKARTA - Harga mobil listrik bekas J6 kini menjadi sorotan di tengah fenomena anjloknya nilai jual kembali kendaraan listrik di Indonesia. Dalam dua hingga tiga tahun pemakaian, sejumlah mobil listrik tercatat mengalami depresiasi hingga lebih dari 50 persen.
Fenomena ini tentu memunculkan pertanyaan besar di kalangan konsumen. Apakah harga mobil listrik bekas J6 juga akan mengikuti tren penurunan drastis seperti beberapa model lain di pasar?
Tren harga mobil listrik bekas J6 menjadi penting untuk diperhatikan, apalagi di tengah perkembangan industri kendaraan listrik yang begitu cepat. Perubahan teknologi, diskon besar pada unit baru, hingga kekhawatiran baterai menjadi faktor utama yang memengaruhi resale value.
Depresiasi Mobil Listrik Tembus 50 Persen
Berdasarkan pantauan di situs jual beli mobil bekas, beberapa model listrik mengalami penyusutan nilai yang signifikan. Salah satu contohnya adalah Hyundai Ioniq 5 tipe Signature Long Range tahun 2023 yang ditawarkan sekitar Rp460 juta. Padahal harga barunya menembus Rp840 jutaan.
Artinya, dalam waktu sekitar dua setengah tahun, nilai mobil tersebut turun hingga sekitar 55 persen.
Contoh lain datang dari Kia EV6 GT-Line keluaran 2023. Harga barunya mencapai Rp1,3 miliar lebih, namun di pasar mobil bekas ditawarkan di kisaran Rp775 juta. Penurunannya bahkan menyentuh 57 persen.
Tak ketinggalan model listrik kompak seperti Wuling Air ev Long Range tahun 2023 yang kini banyak dipasarkan di kisaran Rp150 jutaan. Saat peluncuran, harga barunya berada di angka Rp299,5 juta.
Mengapa Harga Mobil Listrik Bekas J6 Bisa Terdampak?
Melihat tren tersebut, wajar jika calon pembeli mulai bertanya-tanya soal harga mobil listrik bekas J6. Beberapa faktor utama yang memicu depresiasi tajam kendaraan listrik antara lain:
1. Kekhawatiran Umur dan Biaya Baterai
Baterai merupakan komponen termahal pada mobil listrik. Meski umumnya memiliki garansi hingga delapan tahun, kekhawatiran soal biaya penggantian baterai tetap membayangi konsumen. Harga baterai yang tinggi membuat pembeli mobil bekas lebih berhati-hati.
2. Perkembangan Teknologi yang Cepat
Industri EV berkembang sangat pesat. Setiap tahun muncul model dengan jarak tempuh lebih jauh, fitur lebih canggih, serta sistem pengisian lebih cepat. Dampaknya, model lama cepat dianggap usang.
3. Diskon Besar Unit Baru
Produsen sering memberikan potongan harga signifikan pada mobil listrik baru demi mendongkrak penjualan. Diskon ini otomatis menekan harga mobil listrik bekas, termasuk potensi harga mobil listrik bekas J6.
4. Permintaan Pasar Masih Fluktuatif
Data penjualan wholesale dari Gaikindo menunjukkan penjualan mobil listrik sempat turun signifikan pada September 2025. Penjualan hanya mencapai 4.039 unit, turun lebih dari 36 persen dibanding bulan sebelumnya.
Penurunan minat pasar turut memengaruhi stabilitas harga di pasar mobil bekas.
Perbandingan dengan Mobil Konvensional
Jika dibandingkan mobil bensin atau diesel, depresiasi mobil listrik memang tergolong lebih tajam. Mobil konvensional biasanya mengalami penyusutan 15–25 persen di tahun pertama, lalu 10–15 persen di tahun berikutnya.
Sebaliknya, mobil listrik bisa kehilangan setengah nilainya dalam kurun dua hingga tiga tahun.
Namun, ada sisi positif yang perlu dicatat. Harga mobil listrik bekas J6 yang lebih rendah justru bisa menjadi peluang emas bagi konsumen yang ingin beralih ke EV dengan budget terbatas.
Peluang atau Risiko?
Bagi pembeli, penurunan harga besar berarti kesempatan mendapatkan kendaraan listrik modern dengan harga jauh lebih terjangkau. Biaya operasional yang lebih hemat, pajak ringan, serta bebas ganjil genap tetap menjadi daya tarik utama.
Di sisi lain, bagi pemilik pertama, depresiasi tajam tentu menjadi tantangan tersendiri.
Untuk calon pembeli harga mobil listrik bekas J6, ada beberapa hal yang wajib dicek:
- Riwayat servis dan kondisi baterai
- Status garansi baterai
- Kondisi fisik dan struktur bodi
- Update software serta fitur keselamatan
Jika semua faktor tersebut dalam kondisi baik, membeli mobil listrik bekas justru bisa menjadi keputusan rasional.
Kesimpulannya, harga mobil listrik bekas J6 berpotensi mengikuti tren pasar EV yang fluktuatif. Namun bagi konsumen cerdas yang memahami risiko dan peluangnya, kondisi ini bisa menjadi momentum tepat untuk memiliki kendaraan listrik dengan harga jauh lebih ramah di kantong.
Editor : Davina Ar Raafika