JAKARTA - Review motor Sprinto J6 langsung mencuri perhatian pecinta kendaraan listrik Tanah Air. Motor listrik keluaran terbaru dari Indomobil ini hadir dengan konsep sporty untuk penggunaan perkotaan. Dalam review motor Sprinto J6 kali ini, perbandingan dilakukan dengan saudaranya, Tirano, yang sama-sama bermain di segmen motor listrik tetapi berbeda karakter.
Review motor Sprinto J6 menunjukkan bahwa meski selisih harga hanya Rp400 ribu dari Tirano, keduanya menawarkan konsep yang benar-benar berbeda. Sprinto J6 dibanderol Rp27.600.000 OTR Jawa Timur, sedangkan Tirano berada di angka Rp28.000.000. Perbedaan tipis ini justru membuat calon pembeli bingung menentukan pilihan.
Secara desain, Sprinto J6 mengusung konsep city sport. Tampilan bodinya ramping dan terlihat modern, cocok untuk mobilitas harian di jalanan beraspal. Sementara Tirano hadir dengan gaya adventure touring yang gagah, lengkap dengan body protector berbahan besi di sisi kanan, kiri, hingga belakang.
Desain Sporty vs Adventure
Perbedaan paling mencolok terlihat pada bodi. Sprinto J6 tampil lebih minimalis tanpa pelindung besi eksternal. Namun, material bodinya diklaim tebal dan kokoh, dengan finishing cat yang solid. Motor listrik ini memang difokuskan sebagai city bike, ideal untuk penggunaan dalam kota dengan akselerasi responsif.
Sebaliknya, Tirano dirancang untuk pengendara yang menyukai touring atau medan campuran. Pelindung besi yang terpasang bukan sekadar aksesori, tetapi benar-benar berbahan logam kuat. Konsep ini membuat Tirano lebih siap menghadapi jalan tidak beraspal maupun rute menantang.
Perbedaan Ukuran Ban dan Pelek
Sprinto J6 menggunakan pelek ring 14, ukuran yang lebih besar dibanding Tirano yang memakai ring 12. Ban Sprinto didesain standar untuk jalan beraspal, mendukung akselerasi cepat dan stabilitas di perkotaan.
Sementara Tirano menggunakan ban semi dual purpose. Artinya, ban ini bisa melibas jalan aspal maupun jalur berbatu ringan. Kombinasi ring 12 dan ban dual purpose memperkuat identitasnya sebagai motor listrik adventure.
Perbedaan juga terlihat pada setang. Tirano memiliki setang lebih lebar dan sedikit lebih tinggi, memberikan kontrol optimal saat melewati medan kurang rata. Sprinto J6 memiliki setang lebih ringkas dan rendah, mendukung posisi berkendara yang agresif dan sporty.
Fitur Digital dan Mode Berkendara
Baik Sprinto J6 maupun Tirano sudah dibekali panel speedometer layar sentuh. Fitur konektivitas internet, Google Maps, serta tampilan digital modern menjadi nilai tambah keduanya. Dari sisi teknologi, keduanya bisa dibilang setara.
Perbedaannya terletak pada pilihan mode berkendara. Sprinto J6 menyediakan mode Comfort, Sport, dan Boost. Mode Boost memungkinkan tenaga maksimal untuk akselerasi lebih cepat di jalanan kota.
Sementara Tirano menawarkan mode Eco, Comfort, dan Sport. Mode Eco membantu efisiensi daya baterai, cocok untuk perjalanan jarak lebih jauh.
Sistem Keamanan Dobel
Salah satu keunggulan yang disorot dalam review motor Sprinto J6 adalah fitur keamanan. Selain kunci stang manual, tersedia sistem penguncian roda belakang otomatis. Cukup menekan tombol khusus, roda belakang langsung terkunci dan alarm aktif berbunyi.
Fitur ini juga dimiliki Tirano. Jika motor dipaksa bergerak saat terkunci, suara alarm akan semakin keras. Sistem keamanan ganda ini memberikan rasa aman tambahan saat parkir, baik di area publik maupun saat perjalanan touring.
Pajak Ringan dan Biaya Terjangkau
Kedua motor listrik ini memiliki pajak tahunan sekitar Rp35.000. Angka ini tergolong sangat ringan dibanding motor konvensional. Dengan biaya operasional lebih hemat dan tanpa konsumsi bahan bakar, Sprinto J6 dan Tirano menawarkan efisiensi jangka panjang.
Dengan selisih harga hanya Rp400 ribu, pilihan kembali pada kebutuhan pengguna. Jika mencari motor listrik bergaya sporty untuk mobilitas harian di kota, Sprinto J6 menjadi opsi menarik. Namun, bagi yang berjiwa petualang dan membutuhkan motor tangguh dengan proteksi ekstra, Tirano bisa jadi jawaban.
Pada akhirnya, review motor Sprinto J6 ini menegaskan bahwa perbedaan konsep menjadi faktor utama penentu pilihan. City sport atau adventure touring, keduanya hadir dengan fitur modern, keamanan lengkap, dan harga kompetitif di segmen motor listrik Indonesia.
Editor : Davina Ar Raafika