Review Coros Pace Pro: Sportwatch AMOLED Rp5,8 Juta dengan GPS Super Akurat dan Baterai 20 Hari, Lebih Worth It dari Pace 3?
Edo Trianto• Senin, 23 Februari 2026 | 15:20 WIB
Review Coros Pace Pro: Sportwatch AMOLED Rp5,8 Juta dengan GPS Super Akurat dan Baterai 20 Hari, Lebih Worth It dari Pace 3?
TRENGGALEK JENGGELEK - Review Coros Pace Pro menjadi sorotan di kalangan pelari dan penggemar olahraga outdoor. Sportwatch terbaru dari Coros ini hadir sebagai alternatif lebih terjangkau dibanding merek premium seperti Garmin, namun tetap membawa spesifikasi yang tak kalah mentereng.
Dalam review Coros Pace Pro kali ini, peningkatan signifikan langsung terlihat dari sektor layar. Jika generasi sebelumnya masih mengandalkan LCD, kini Pace Pro tampil dengan panel AMOLED 1,3 inci full color yang jauh lebih tajam dan cerah.
Tak hanya layar, review Coros Pace Pro juga menyoroti peningkatan baterai hingga 20 hari serta akurasi GPS yang makin presisi. Dengan harga sekitar Rp5,8 jutaan, jam ini memang lebih mahal sekitar Rp1 jutaan dibanding Coros Pace 3. Pertanyaannya, apakah selisih tersebut sepadan?
Layar AMOLED 1,3 Inci Lebih Tajam dan Responsif
Upgrade paling mencolok dari Coros Pace Pro adalah penggunaan layar AMOLED dengan tingkat kecerahan hingga 1.500 nits. Saat digunakan outdoor, tampilan data tetap jelas meski di bawah terik matahari.
Warna terlihat lebih hidup, hitam lebih pekat, dan kontras lebih tinggi dibanding layar LCD di Pace 3. Viewing angle juga lebih luas sehingga informasi seperti pace, jarak, detak jantung, hingga elevasi tetap mudah dibaca saat berlari.
Coros juga menyematkan fitur Always-On Display (AOD). Namun, layar hanya aktif sekitar 10 detik sebelum kembali mati. Kemungkinan ini dilakukan demi menjaga efisiensi daya baterai.
Respons navigasi menu terasa lebih cepat. Saat scrolling atau berpindah antar fitur, animasi terlihat lebih halus dibanding generasi sebelumnya.
Baterai Klaim 20 Hari, Tes 5 Km Hanya Berkurang 3 Persen
Daya tahan baterai menjadi nilai jual utama lainnya. Coros mengklaim Pace Pro mampu bertahan hingga 20 hari untuk penggunaan harian seperti sleep tracking dan stress monitoring aktif.
Sebagai pembanding, Pace 3 rata-rata bertahan sekitar 15 hari. Artinya ada peningkatan sekitar lima hari meski kini memakai layar AMOLED yang biasanya lebih boros daya.
Dalam pengujian lari sejauh 5 km dengan dual-frequency GPS aktif dan AOD menyala, baterai hanya berkurang sekitar 3 persen dari kondisi 99 persen. Untuk pengisian daya 0 hingga 100 persen, waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam 42 menit.
Sistem charger juga diperbarui. Kini menggunakan adaptor kecil dengan port USB Type-C, memudahkan pengguna meminjam kabel standar jika diperlukan.
GPS Lebih Presisi, Selisih Hanya 3 Meter
Bagi sportwatch, akurasi GPS adalah aspek krusial. Dalam pengujian di area gedung tinggi yang umumnya sulit sinyal, Pace Pro tetap mampu merekam jalur dengan baik.
Ketika dibandingkan langsung dengan Pace 3 pada waktu dan titik start yang sama, terdapat selisih sekitar 3 meter. Meski selisihnya kecil, generasi terbaru diyakini lebih presisi berkat optimalisasi sistem satelit dan pengaturan dual-frequency GPS.
Data seperti pace, jarak, elevasi, langkah kaki, hingga power lari tampil lengkap di aplikasi pendampingnya. Fitur ini sangat membantu pelari yang serius memantau progres latihan.
Memori 32 GB dan Offline Maps
Salah satu upgrade signifikan lain adalah kapasitas memori internal. Jika Pace 3 hanya dibekali 4 GB, kini Pace Pro memiliki 32 GB.
Dengan kapasitas tersebut, pengguna dapat mengunduh peta offline dari smartphone lalu mentransfernya ke jam. Fitur ini memungkinkan pelari tetap melihat rute tanpa harus membawa ponsel.
Namun, pilihan watch face di Pace Pro justru terasa lebih sedikit dibanding Pace 3. Padahal dengan layar AMOLED, potensi tampilan visual sebenarnya bisa lebih dimaksimalkan melalui pembaruan software.
Desain Lebih Premium, Tapi Sedikit Lebih Besar
Secara desain, Pace Pro tampil lebih modern dan premium. Kombinasi warna grey dengan aksen merah pada tombol belakang memberi kesan sporty dan profesional. Tersedia pula pilihan warna black dan blue.
Dimensinya sedikit lebih besar dan sekitar 10 gram lebih berat dibanding Pace 3. Saat dipakai berlari perbedaannya hampir tak terasa, namun untuk pemakaian tidur sebagian pengguna mungkin merasa sedikit mengganjal.
Dari sisi fitur training dan sensor, keduanya sebenarnya masih mirip. Perbedaan utama terletak pada layar AMOLED, daya tahan baterai lebih lama, memori lebih besar, GPS lebih presisi, serta desain yang lebih premium.
Lebih Layak Pilih Mana?
Dengan harga sekitar Rp5,8 jutaan, Coros Pace Pro berada di kelas sportwatch menengah ke atas. Namun jika dibandingkan kompetitor yang harganya bisa lebih tinggi, value yang ditawarkan masih kompetitif.
Bagi pelari serius yang mengutamakan akurasi GPS, layar tajam, serta baterai awet, Pace Pro jelas menarik. Namun jika ingin opsi lebih hemat dengan fitur inti yang tetap mumpuni, Pace 3 masih menjadi pilihan rasional.
Keputusan akhirnya kembali pada kebutuhan dan budget masing-masing pengguna.