TRENGGALEK JENGGELEK - Review Garmin Forerunner 165 menjadi perbincangan hangat setelah harganya turun di kisaran Rp2,9 jutaan. Smartwatch lari terbaru dari Garmin ini disebut-sebut menawarkan GPS yang lebih akurat, layar AMOLED yang smooth, serta bobot ringan untuk penggunaan harian.
Dalam review Garmin Forerunner 165 kali ini, perangkat tersebut telah digunakan sebagai daily driver selama satu minggu penuh. Hasilnya, ada sejumlah keunggulan menarik, namun juga beberapa catatan penting yang wajib diketahui sebelum membeli.
Bagi pengguna yang ingin masuk ke ekosistem Garmin tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, review Garmin Forerunner 165 ini bisa menjadi pertimbangan penting.
Desain Ringan, Diameter 42-43 mm yang Nyaman
Garmin Forerunner 165 hadir dengan diameter sekitar 42-43 mm dan bobot hanya 40 gram termasuk strap. Angka ini membuatnya terasa ringan di pergelangan tangan, bahkan hampir seperti tidak memakai smartwatch.
Material casing menggunakan plastik, bukan alloy atau metal. Strap 20 mm yang lentur juga menambah kenyamanan, terutama untuk penggunaan olahraga maupun aktivitas harian.
Ketebalannya pun relatif ramping, tidak sampai 12 mm di bagian tepi casing. Secara keseluruhan, dimensinya cocok untuk pengguna pria yang menginginkan jam berukuran compact.
Layar AMOLED dengan Always-On Display
Salah satu daya tarik utama adalah layar AMOLED beresolusi 390x390 piksel. Meski belum mencapai 466 piksel seperti seri di atasnya, tampilan tetap tajam dan jelas di bawah sinar matahari.
Fitur Always-On Display (AOD) sudah tersedia dan dapat mengikuti tampilan watch face yang digunakan. Menariknya, AOD pada Forerunner 165 menggunakan model smart style. Artinya, layar akan otomatis mati saat tidak dipakai dan aktif kembali saat dikenakan, membantu efisiensi baterai.
Namun, pengaturan AOD dinilai sedikit ribet karena harus masuk ke menu setting terlebih dahulu. Tidak bisa diaktifkan secara instan seperti smartwatch kebanyakan.
Pilihan watch face juga cukup banyak. Pengguna bisa menambah atau mengunduh tampilan baru melalui aplikasi Garmin IQ, bahkan melakukan kustomisasi dengan foto dari galeri smartphone.
GPS Lebih Akurat, Lock Cepat Bahkan Indoor
Sebagai brand yang identik dengan olahraga, kualitas GPS menjadi faktor krusial. Dalam pengujian outdoor, GPS Forerunner 165 dinilai lebih akurat dibanding seri sebelumnya seperti FR55 maupun Vivoactive 5.
Proses lock GPS juga sangat cepat, bahkan masih bisa mengunci sinyal saat dicoba di dalam ruangan. Hal ini tentu menjadi nilai plus bagi pelari atau pengguna yang sering latihan di area perkotaan.
Mode olahraga bisa diakses melalui tombol fisik kanan atas. Total terdapat lima tombol fisik yang memudahkan navigasi, dilengkapi touchscreen dengan haptic feedback halus saat scrolling.
Meski demikian, beberapa fitur seperti Bluetooth music di mode olahraga atau fitur route back tidak tersedia di seri ini.
Fitur Kesehatan Lengkap, Body Battery Jadi Andalan
Untuk pemantauan kesehatan, Forerunner 165 dibekali fitur khas Garmin seperti Body Battery, stress level, heart rate monitoring, HRV status, hingga SpO2.
Fitur Body Battery menjadi favorit karena membantu pengguna melihat sisa energi tubuh berdasarkan aktivitas dan kualitas tidur. Sleep coach serta deteksi tidur siang (nap) juga tersedia dan dapat memengaruhi skor energi harian.
Namun, ada catatan terkait data tidur. Skor sleep dinilai cenderung rendah, terutama jika durasi tidur kurang dari delapan jam. Dibanding smartwatch lain seperti Xiaomi Watch S4 atau smartband Huawei, hasil analisis tidur Garmin terasa lebih ketat.
Pedometer juga dinilai cukup sensitif dibanding beberapa brand lain.
Daya Tahan Baterai dan Notifikasi
Dalam penggunaan satu hari dengan Always-On Display aktif dan fitur kesehatan berjalan dinamis, baterai turun dari 85 persen ke 27 persen. Hasil ini tergolong cukup hemat untuk kelas smartwatch AMOLED dengan GPS aktif.
Untuk notifikasi, pesan WhatsApp bisa ditampilkan panjang lengkap dengan nama pengirim. Namun, smartwatch ini belum mendukung Bluetooth call karena tidak memiliki mikrofon dan speaker.
Harga saat dibeli berada di kisaran Rp2,9 juta, bahkan bisa turun hingga Rp2,5 jutaan saat promo. Dengan banderol tersebut, posisinya cukup kompetitif di kelas smartwatch lari menengah.
Layak untuk Pemula Garmin?
Secara keseluruhan, Garmin Forerunner 165 cocok bagi pemula yang ingin masuk ke ekosistem Garmin dengan GPS akurat dan fitur olahraga lengkap.
Namun, bagi pengguna yang terbiasa dengan smartwatch serba praktis dan instan, antarmuka Garmin mungkin terasa sedikit “ribet”. Perlu beberapa langkah tambahan untuk mengganti watch face atau mengatur fitur tertentu.
Dengan harga yang sedang turun, Forerunner 165 bisa menjadi pilihan menarik bagi pelari yang mengutamakan akurasi GPS dan fitur kesehatan khas Garmin tanpa harus naik ke seri yang lebih mahal.
Editor : Edo Trianto