TRENGGALEK JENGGELEK - Garmin Forerunner 55 vs Garmin Forerunner 165 menjadi perbandingan yang paling sering dicari pelari pemula hingga intermediate. Keduanya sama-sama populer di lini entry hingga mid-level milik Garmin, namun punya perbedaan signifikan dari sisi fitur, layar, hingga sensor.
Bagi yang baru mulai lari dan bingung memilih antara Garmin Forerunner 55 vs Garmin Forerunner 165, penting memahami kebutuhan utama. Apakah hanya untuk tracking dasar seperti pace dan jarak, atau ingin analisis performa yang lebih mendalam?
Secara harga, Garmin Forerunner 55 lebih terjangkau. Sedangkan Garmin Forerunner 165 hadir dalam dua varian, yakni versi standar dan versi Music yang memungkinkan penyimpanan lagu langsung di jam.
Desain dan Layar: AMOLED vs MIP
Dari sisi bobot, keduanya tergolong ringan. Forerunner 55 memiliki berat sekitar 37 gram, sementara Forerunner 165 sedikit lebih berat di 39 gram. Selisihnya tipis dan nyaris tak terasa saat dipakai berlari.
Perbedaan paling mencolok ada pada layar. Forerunner 55 masih menggunakan teknologi MIP (Memory in Pixel) dengan resolusi 208 x 208 piksel dan ukuran 1,04 inci. Sementara Forerunner 165 sudah mengusung layar AMOLED 1,2 inci dengan resolusi 390 x 390 piksel.
Hasilnya jelas berbeda. Tampilan Forerunner 165 lebih cerah, tajam, dan modern. Namun konsekuensinya, layar AMOLED lebih boros baterai dibanding MIP yang terkenal hemat daya.
Selain itu, Forerunner 165 sudah mendukung touchscreen, sedangkan Forerunner 55 sepenuhnya mengandalkan lima tombol fisik.
Baterai dan Mode Satelit
Dalam hal daya tahan baterai, Forerunner 55 unggul secara efisiensi karena layarnya lebih hemat. Penggunaan GPS juga memengaruhi konsumsi daya di kedua perangkat.
Untuk satelit, Forerunner 55 menyediakan opsi GPS Only, GPS + GLONASS, dan GPS + Galileo. Sementara Forerunner 165 menawarkan fitur lebih canggih seperti All Systems yang memungkinkan perangkat memilih sistem satelit terbaik secara otomatis demi akurasi optimal.
Forerunner 165 juga memiliki mode UltraTrac untuk memperpanjang durasi baterai dengan kompromi pada interval pencatatan data. Fitur ini tidak tersedia di Forerunner 55.
Sport Profile dan Fitur Lari
Jika membandingkan Garmin Forerunner 55 vs Garmin Forerunner 165 dari sisi profil olahraga, seri 165 lebih unggul. Forerunner 55 memang sudah mendukung lari, track run, sepeda, HIIT, renang, hingga yoga.
Namun untuk trail run, ultra run, dan hiking, fitur tersebut hanya tersedia di Forerunner 165. Bagi pelari yang mulai merambah medan gunung atau jarak ultra, 165 jelas lebih relevan.
Keduanya sama-sama memiliki fitur daily suggested workout. Namun karena Forerunner 165 lebih baru, potensi update firmware dan pengembangan fitur ke depan lebih besar.
Running Dynamics dan Training Effect
Salah satu pembeda krusial adalah fitur running dynamics yang hanya tersedia di Forerunner 165. Data yang ditampilkan meliputi ground contact time, cadence, stride length, vertical oscillation, hingga running power langsung dari pergelangan tangan.
Di Forerunner 55, data tersebut tidak tersedia secara native. Untuk mendapatkan running power biasanya memerlukan sensor tambahan seperti footpod.
Forerunner 165 juga menghadirkan fitur training effect yang memberi gambaran dampak latihan terhadap tubuh, apakah lebih ke arah peningkatan VO2 max, aerobik, atau anaerobik. Ini membantu pelari memahami kualitas latihan, bukan sekadar melihat kalori atau detak jantung.
HRV dan Sensor Kesehatan
Fitur Heart Rate Variability (HRV) menjadi nilai tambah lain pada Forerunner 165. HRV membantu memantau proses recovery tubuh, terutama saat tidur. Data ini penting bagi pelari yang ingin mengatur intensitas latihan agar tidak overtraining.
Forerunner 165 juga sudah dilengkapi sensor SpO2 (Pulse Ox) untuk membaca saturasi oksigen darah. Fitur ini berguna terutama bagi pendaki atau pelari di dataran tinggi. Forerunner 55 tidak memiliki fitur ini.
Dari sisi sensor detak jantung, Forerunner 165 menggunakan generasi sensor yang lebih baru dibanding Forerunner 55.
Navigasi dan Musik
Keduanya belum memiliki peta penuh (full map). Sistem navigasi masih berbasis breadcrumb trail, berupa garis dan panah penunjuk arah.
Namun Forerunner 165 memiliki keunggulan pada varian Music. Pengguna dapat menyimpan lagu langsung di jam dan terhubung ke TWS tanpa perlu membawa smartphone saat berlari. Fitur ini tidak tersedia di Forerunner 55.
Jadi Pilih Mana?
Jika anggaran terbatas dan kebutuhan hanya untuk lari dasar, Forerunner 55 masih sangat layak. Namun jika ingin fitur lebih lengkap, layar AMOLED, running dynamics, HRV, serta potensi update lebih panjang, Forerunner 165 jelas lebih future-proof.
Pada akhirnya, pilihan Garmin Forerunner 55 vs Garmin Forerunner 165 kembali pada kebutuhan dan budget masing-masing.
Editor : Edo Trianto