Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Harga Turun ke Rp 2,6 Jutaan! Review Garmin Forerunner 55, Masih Layak Dibeli di 2024 atau Kalah dari Forerunner 165?

Edo Trianto • Senin, 23 Februari 2026 | 15:45 WIB

Harga Turun ke Rp 2,6 Jutaan! Review Garmin Forerunner 55, Masih Layak Dibeli di 2024 atau Kalah dari Forerunner 165?
Harga Turun ke Rp 2,6 Jutaan! Review Garmin Forerunner 55, Masih Layak Dibeli di 2024 atau Kalah dari Forerunner 165?

TRENGGALEK JENGGELEK - Garmin Forerunner 55 kembali jadi perbincangan setelah harganya turun drastis ke kisaran Rp 2,6–2,7 jutaan. Padahal saat pertama rilis, smartwatch lari dari Garmin ini dibanderol di atas Rp 3 jutaan.

Turunnya harga Garmin Forerunner 55 membuat banyak pelari pemula mulai meliriknya lagi. Terlebih, perangkat ini dikenal awet dan punya akurasi GPS yang mumpuni. Namun, dengan hadirnya penerus seperti Forerunner 165 yang sudah memakai layar AMOLED, muncul pertanyaan: masih layakkah Forerunner 55 dibeli sekarang?

Garmin Forerunner 55 sendiri merupakan rilisan 2021–2022 dan dirancang khusus untuk pelari. Meski bukan model terbaru, fitur-fitur dasarnya masih sangat relevan untuk kebutuhan olahraga harian.

Desain Ringkas, Cocok Pergelangan Tangan Kecil

Secara fisik, Garmin Forerunner 55 hadir dengan diameter sekitar 42 mm. Ukuran ini tergolong compact dan cocok untuk pengguna dengan lingkar pergelangan tangan kecil hingga sedang.

Desainnya simpel dengan lima tombol fisik: tiga di sisi kiri dan dua di kanan. Tombol start/stop diberi aksen merah yang mempertegas identitas sportwatch. Berbeda dengan Forerunner 165 yang memiliki tombol bertuliskan “Run” dan layar sentuh, Forerunner 55 sepenuhnya mengandalkan navigasi tombol.

Strap menggunakan sistem quick release 20 mm sehingga mudah diganti. Material buckle berbahan metal dengan logo Garmin menambah kesan kokoh dan premium.

Layar Reflective Display yang Hemat Baterai

Salah satu perbedaan utama dibanding generasi terbaru adalah layar. Garmin Forerunner 55 masih menggunakan reflective display (MIP), bukan AMOLED.

Keunggulannya, layar ini selalu menyala tanpa menguras baterai secara signifikan. Dalam kondisi terang, tampilannya tetap jelas terbaca. Namun memang, secara visual tidak “semenarik” layar AMOLED milik Forerunner 165.

Pengaturan tampilan jam (watch face) bisa dikustomisasi langsung dari perangkat. Pengguna dapat mengubah warna serta data yang ingin ditampilkan di layar utama.

Baca Juga: 7 Mobil Hatchback Bekas di Bawah Rp100 Juta yang Lebih Worth It dari LCGC, Irit, Kencang, dan Nyaman Buat Harian!

Fitur Olahraga Lengkap untuk Pelari

Sebagai lini Forerunner, fokus utama perangkat ini adalah lari. Mode olahraga yang tersedia antara lain lari outdoor, treadmill, track run, sepeda, berjalan, cardio, hingga HIIT.

Selain itu tersedia juga mode tambahan seperti renang (pool swim), yoga, elliptical, pilates, hingga breathwork. Pengaturan layar data saat olahraga bisa disesuaikan, termasuk memilih metrik seperti pace, jarak, waktu, dan detak jantung.

Untuk GPS, tersedia beberapa opsi seperti GPS Only, GPS + GLONASS, serta GPS + Galileo. Secara default, perangkat menggunakan kombinasi GPS dan GLONASS untuk akurasi lebih baik.

Namun, Garmin Forerunner 55 belum mendukung dual band GPS seperti model yang lebih tinggi.

Fitur Kesehatan dan Keterbatasan

Dari sisi pemantauan kesehatan, Garmin Forerunner 55 sudah mendukung heart rate monitoring, body battery, pelacakan stres, sleep tracking, hingga pelacak siklus menstruasi.

Notifikasi smartphone juga bisa masuk ke jam, meski tidak dapat membalas pesan langsung. Fitur Garmin Coach tersedia untuk membantu program latihan lebih terarah.

Sayangnya, perangkat ini belum dilengkapi sensor SpO2 (Pulse Ox). Artinya, pengguna tidak bisa memantau kadar oksigen dalam darah. Fitur Garmin Pay juga tidak tersedia, sehingga tidak bisa digunakan untuk pembayaran digital.

Bagi pengguna yang menginginkan fitur lebih lengkap seperti HRV, running dynamics, atau AMOLED display, Forerunner 165 memang lebih unggul. Namun tentu dengan harga yang lebih tinggi, yakni di atas Rp 4 jutaan.

Baterai Awet dan Cocok untuk Fokus Lari

Kelebihan utama Garmin Forerunner 55 tetap pada efisiensi baterai. Berkat layar reflective display, daya tahan baterai relatif awet untuk penggunaan harian dan aktivitas olahraga.

Bagi pelari yang tidak membutuhkan fitur tambahan seperti instal aplikasi, penyimpanan musik, atau pembayaran digital, Forerunner 55 sudah sangat mencukupi.

Dengan harga yang kini menyentuh Rp 2,6 jutaan, value yang ditawarkan terasa lebih masuk akal dibanding saat harga awal rilis.

Masih Layak Dibeli?

Jika kebutuhan utama adalah lari dan pelacakan data dasar dengan GPS akurat, Garmin Forerunner 55 masih sangat layak dipertimbangkan. Desain ringan, fitur esensial lengkap, serta baterai awet menjadi daya tarik utamanya.

Namun jika ingin fitur lebih modern seperti layar AMOLED, sensor SpO2, dan potensi update lebih panjang, Forerunner 165 tentu lebih future-proof.

Pada akhirnya, pilihan kembali pada kebutuhan dan budget. Untuk pelari yang ingin perangkat fokus, simpel, dan kini lebih terjangkau, Garmin Forerunner 55 tetap menjadi opsi menarik di 2024.

 

 

Editor : Edo Trianto
#smartwatch lari Garmin #review Garmin Forerunner 55 #garmin forerunner 55 #harga Garmin Forerunner 55 #Garmin Forerunner 165