Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Review OPPO A6X Harga Rp1,6 Juta HP Entry Level dengan Snapdragon 685 dan Baterai 6500 mAh, Worth It atau Cuma Branding ?

Muhamad Ahsanul Wildan • Senin, 23 Februari 2026 | 16:25 WIB

Review OPPO A6X harga Rp1,6 juta dengan Snapdragon 685 dan baterai 6500 mAh, layak dibeli atau cuma jual branding?
Review OPPO A6X harga Rp1,6 juta dengan Snapdragon 685 dan baterai 6500 mAh, layak dibeli atau cuma jual branding?

TRENGGALEK NJENGGELEK - Review OPPO A6X langsung mencuri perhatian pecinta gadget kelas entry level.

Dengan harga mulai Rp1,6 juta, OPPO A6X digadang-gadang jadi HP paling murah OPPO di 2026.

Biasanya, segmen ini identik dengan spesifikasi standar dan jualan nama besar brand saja. Namun kali ini, OPPO seperti mencoba mematahkan stigma tersebut.

Dalam review OPPO A6X ini, ada sejumlah spesifikasi yang cukup mengejutkan untuk kelas harga Rp1 jutaan.

Mulai dari penggunaan chipset Snapdragon 685 hingga memori UFS 2.2 yang biasanya ditemukan di HP Rp2 jutaan.

Tak heran jika banyak yang mulai melirik OPPO A6X sebagai opsi menarik di kelas entry level.

Meski begitu, review OPPO A6X juga menyoroti beberapa catatan penting. Tidak semua varian dinilai layak dibeli. Ada versi tertentu yang justru dianggap kurang masuk akal dari sisi harga dan fitur.

Desain Simpel dengan Sentuhan Estetik

Secara tampilan, OPPO A6X hadir dengan desain minimalis. Varian Violet Purple menampilkan motif kelopak bunga yang muncul saat terkena pantulan cahaya. Selain itu, tersedia juga opsi Plum Purple dengan tampilan lebih polos.

Material bodinya menggunakan polikarbonat penuh, baik pada bagian belakang maupun frame.

Di sisi kanan terdapat tombol power dan volume, sementara bagian bawah masih menyediakan headphone jack, port USB-C, mikrofon, dan speaker mono.

Menariknya, HP ini sudah mengantongi sertifikasi IP64, artinya tahan debu dan percikan air.

Namun, OPPO A6X belum dibekali NFC dan gyroscope. Absennya dua fitur ini bisa jadi pertimbangan, terutama bagi pengguna yang sering top up e-money atau bermain game berbasis sensor gerak.

Layar 120Hz Jadi Nilai Jual

Salah satu daya tarik utama dalam review OPPO A6X adalah layarnya. HP ini dibekali panel LCD 6,75 inci dengan refresh rate 120Hz. Untuk kelas Rp1 jutaan, angka ini tergolong impresif.

Saat digunakan scrolling media sosial atau navigasi menu, animasi terasa mulus. Refresh rate akan menyesuaikan, berjalan di 120Hz untuk sistem dan 90Hz di aplikasi populer seperti YouTube dan Instagram.

Tingkat kecerahan juga cukup tinggi. Dalam mode high brightness, layar bisa mencapai 1125 nits, membuatnya tetap nyaman dipakai di bawah sinar matahari.

Meski resolusinya masih HD+ (720p), kualitas warna dan kenyamanan visualnya tergolong baik untuk kelas harga ini.

Performa Mengejutkan dengan UFS 2.2

Bagian paling menarik dari review OPPO A6X adalah sektor performa. HP ini ditenagai Snapdragon 685, chipset yang masih banyak digunakan di HP Rp2 jutaan.

Tak hanya itu, OPPO juga menyematkan memori internal tipe UFS 2.2. Ini cukup mengejutkan karena mayoritas HP Rp1 jutaan masih menggunakan eMMC yang jauh lebih lambat.

Dengan UFS 2.2, proses buka aplikasi, loading game, dan perpindahan sistem terasa lebih responsif.

Untuk gaming, varian RAM 4GB masih sanggup menjalankan Mobile Legends di setting tinggi dengan rata-rata 60 fps.

Namun saat team fight, frame rate bisa turun ke angka 40-an fps. Artinya, untuk gamer kompetitif mungkin terasa kurang maksimal, tapi untuk bermain santai masih cukup nyaman.

Baterai 6500 mAh, Super Awet

OPPO A6X dibekali baterai jumbo 6500 mAh. Dalam pengujian, setengah jam bermain Mobile Legends hanya menguras 3 persen daya.

Sementara menonton YouTube selama satu jam menghabiskan sekitar 5 sampai 6 persen saja.

HP ini juga mendukung reverse charging hingga 5W melalui kabel. Sayangnya, pengisian dayanya hanya 15W.

Untuk mengisi penuh dari kosong hingga 100 persen dibutuhkan waktu sekitar 2 jam 40 menit.

Kamera Standar, Sesuai Harga

Di sektor kamera, OPPO A6X hanya mengandalkan kamera utama 13MP dan kamera depan 8MP.

Hasil fotonya cukup untuk dokumentasi sehari-hari, namun belum bisa diandalkan untuk kebutuhan estetik.

Di kondisi cahaya cukup, warna masih terlihat agak kusam dengan dynamic range terbatas.

Saat kondisi minim cahaya, kualitasnya menurun signifikan meski tersedia night mode.

Perekaman video maksimal di 1080p 30fps tanpa stabilisasi. Jadi, hasil video akan terasa goyang saat bergerak.

Kesimpulan

Review OPPO A6X menyimpulkan bahwa varian 4GB/64GB atau 4GB/128GB dengan harga di bawah Rp2 juta adalah opsi paling masuk akal.

Dengan Snapdragon 685, UFS 2.2, layar 120Hz, dan baterai 6500 mAh, HP ini terasa cukup kompetitif.

Namun untuk varian 6GB yang harganya tembus di atas Rp2 juta, justru dinilai kurang worth it.

Pasalnya, fitur tetap sama tanpa NFC dan gyroscope, sementara harga melonjak cukup jauh.

Jika mencari HP 1 jutaan dengan performa stabil dan baterai tahan lama, OPPO A6X bisa jadi pilihan. Asal, pastikan memilih varian yang tepat.

 

Editor : Muhamad Ahsanul Wildan
#Snapdragon 685 #OPPO A6x #Baterai 6500 mAh #Review OPPO A6X #HP 1 jutaan 2026