TRENGGALEK JENGGELEK - Daftar motor listrik subsidi 7 juta kembali bertambah. Kini, model futuristik Alfa One resmi masuk sebagai penerima insentif pemerintah setelah memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan masuknya Alfa One, total sudah 14 motor listrik subsidi 7 juta yang bisa dibeli masyarakat dengan potongan harga langsung Rp7 juta.
Kabar ini tentu menjadi angin segar bagi calon pembeli kendaraan listrik. Program motor listrik subsidi 7 juta membuat harga yang semula menyentuh Rp30 jutaan kini turun signifikan. Tren peralihan dari motor bensin ke motor listrik pun diprediksi semakin kencang.
Tambahan Alfa One dalam daftar motor listrik subsidi 7 juta diumumkan setelah nilai TKDN-nya melampaui ambang batas minimal 40 persen yang ditetapkan pemerintah.
Alfa One Resmi Penuhi Syarat TKDN
Motor listrik Alva One sebelumnya belum bisa menikmati subsidi karena nilai TKDN masih 33,07 persen. Namun pada Maret 2023, produsen mengumumkan peningkatan kandungan lokal menjadi 44 persen.
Dengan capaian tersebut, Alfa One resmi memenuhi syarat sebagai penerima subsidi Rp7 juta. Harga normalnya Rp34.990.000. Setelah dipotong insentif pemerintah, banderolnya turun menjadi Rp27.990.000.
Desain Alfa One dikenal modern dan futuristik, menyasar segmen premium yang mengutamakan tampilan sekaligus performa.
Gesits dan Selis Masih Jadi Andalan
Selain Alfa One, sejumlah merek lebih dulu masuk daftar subsidi. Salah satunya Gesits, yang diproduksi PT Wika Industri Manufaktur. Gesits memiliki TKDN 46,73 persen.
Varian Gesits dibanderol mulai Rp27–28 jutaan. Setelah subsidi Rp7 juta, harganya turun menjadi sekitar Rp20 jutaan.
Kemudian ada Selis dengan model Agats dan Image. Selis Agats yang semula Rp14.999.000 kini bisa ditebus sekitar Rp7.999.000 setelah subsidi. Sementara Selis Image, tergantung varian baterai, turun ke kisaran Rp15–16 jutaan.
Volta, Viar, dan Semut Ikut Nikmati Subsidi
Merek lain yang masuk daftar adalah Volta 401. Dengan TKDN 47,36 persen, harga Volta 401 turun dari Rp16.960.000 menjadi Rp9.950.000 setelah subsidi.
Selanjutnya Viar Q1 yang memiliki TKDN 50,26 persen. Harga awal Rp27.520.000 kini menjadi Rp14.520.000.
Dari PT Semut Motor Indonesia, terdapat Semut Tempur dan Semut Zuzu. Keduanya memiliki TKDN di atas 47 persen. Harga Semut Tempur turun dari Rp18.500.000 menjadi Rp11.500.000, sedangkan Zuzu dari Rp19.900.000 menjadi Rp12.900.000.
Rakata dan Polytron Makin Terjangkau
Dua model dari Rakata juga resmi menerima subsidi, yakni X5 dan S9. Rakata S9 yang sebelumnya Rp17 juta kini menjadi Rp10 juta setelah potongan Rp7 juta.
Rakata S9 dibekali baterai 60V 20Ah dan motor 800 watt dengan kecepatan maksimal 45 km/jam serta jarak tempuh 50–60 km. Fitur yang tersedia meliputi lampu LED, layar LCD, suspensi teleskopik, dan rem cakram depan-belakang.
Sementara Rakata X5 memiliki motor 1.350 watt dengan jarak tempuh hingga 70 km dan kecepatan maksimum 50 km/jam.
Selain itu, Polytron Fox R (PEV 30M1) juga sudah memenuhi TKDN 45,13 persen. Harga dari Rp20.500.000 turun menjadi Rp13.500.000 setelah subsidi.
United Lengkapi Daftar
Terakhir, United mendaftarkan tiga model sekaligus: T1800, TX-3000, dan TX-1800. United T1800 yang semula Rp30.500.000 kini menjadi Rp23.500.000 setelah subsidi.
TX-3000 dan TX-1800 juga mendapat potongan serupa, membuat harga semakin kompetitif di segmen motor listrik premium.
Momentum Beralih ke Kendaraan Listrik
Dengan total 14 model dalam daftar motor listrik subsidi 7 juta, masyarakat kini punya lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran. Program ini diharapkan mempercepat adopsi kendaraan listrik sekaligus menekan emisi karbon.
Harga yang semakin terjangkau, fitur modern, serta biaya operasional yang lebih hemat menjadi daya tarik utama. Bagi yang ingin beralih dari motor konvensional, momen ini dinilai tepat sebelum kuota subsidi habis.
Editor : Edo Trianto