TRENGGALEK NJENGGELEK – Daftar 15 besar mobil listrik terlaris Januari 2026 resmi dirilis berdasarkan data wholesale dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Data ini khusus untuk kategori Battery Electric Vehicle (BEV) dan menunjukkan dinamika pasar yang kian kompetitif di awal tahun.
Dalam daftar 15 besar mobil listrik terlaris Januari 2026, sejumlah model mengalami lonjakan peringkat signifikan. Namun, tak sedikit pula yang harus rela turun bahkan tersingkir dari papan atas.
BYD Atto 3 Masih Jadi Raja
Posisi puncak daftar 15 besar mobil listrik terlaris Januari 2026 kembali ditempati oleh BYD Atto 3. Model ini mencatatkan angka wholesale 3.361 unit sepanjang Januari 2026.
Meski masih kokoh sebagai jawara, secara bulanan Atto 3 mengalami penurunan 31 persen dibanding bulan sebelumnya atau turun 1.492 unit.
Namun angka tersebut tetap jauh mengungguli para pesaingnya. Small SUV listrik ini dipasarkan di kisaran Rp 500 jutaan dan telah beberapa bulan mendominasi pasar nasional.
Jaecoo J5 EV dan BYD M6 Tempel Ketat
Di posisi runner up, ada Jaecoo J5 EV dengan torehan 1.942 unit. Model compact SUV ini naik empat peringkat dibanding bulan sebelumnya dan mencatatkan lonjakan wholesale 92 persen atau bertambah 932 unit.
Kenaikan ini menegaskan Jaecoo sebagai salah satu pemain fenomenal sejak akhir 2025.
Sementara itu, peringkat ketiga ditempati BYD M6 dengan 851 unit. Medium MPV listrik ini naik empat peringkat dan mengalami kenaikan 13 persen secara wholesale. Di segmen MPV listrik, M6 menjadi rival serius bagi model lain di kelas serupa.
Posisi keempat dihuni Wuling Cloud EV dengan 790 unit. Meski tidak berubah peringkat, model medium MPV ini mengalami penurunan wholesale 40 persen dibanding bulan sebelumnya.
Di peringkat kelima, ada BYD Sealion 7 dengan 613 unit. Medium SUV ini naik tiga peringkat dan mencatatkan pertumbuhan 26 persen.
Pendatang Baru dan Kenaikan Signifikan
Menariknya, posisi keenam langsung diisi pendatang baru, Geely EX2 dengan 423 unit. Ini merupakan distribusi perdana model tersebut di Indonesia.
Di posisi ketujuh ada Denza D9 dengan 391 unit, naik delapan peringkat dan tumbuh 31 persen.
Large MPV listrik ini semakin memperkuat dominasi segmen keluarga premium berbasis listrik.
Peringkat kedelapan dihuni Hyundai Ioniq 5 varian tertentu (ION UT) dengan 266 unit, meski turun tiga peringkat akibat penurunan 76 persen secara bulanan.
Sementara itu, segmen compact SUV memang menjadi kelas paling ramai. Model seperti Chery Omoda E5 (Cherry J6) di posisi sembilan dengan 215 unit dan Neta V (ION V) di posisi 10 dengan 214 unit menunjukkan persaingan ketat.
Fluktuasi Masih Tinggi
Di posisi 11 hingga 15, beberapa model mengalami naik-turun peringkat meski wholesale menurun.
Geely EX5 (146 unit), VinFast VF3 (119 unit), XPeng X9 (105 unit), MG4 EV (95 unit), serta Polytron G3 (82 unit) melengkapi daftar.
Secara umum, mayoritas model mengalami penurunan wholesale dibanding bulan sebelumnya.
Hal ini menunjukkan bahwa pasar mobil listrik Indonesia masih sangat fluktuatif. Berbeda dengan mobil bermesin pembakaran internal (ICE) yang cenderung stabil, pasar BEV masih sensitif terhadap distribusi unit, momentum pengiriman, serta strategi promosi masing-masing merek.
Lima Model Tersingkir
Selain persaingan ketat di papan atas, Januari 2026 juga mencatat lima model yang harus keluar dari 15 besar.
Di antaranya Citroen E-C3, BYD Dolphin, Wuling Air EV, VinFast VF5, dan VinFast VF e34.
Pergantian posisi yang cepat ini menandakan kompetisi pasar mobil listrik nasional semakin agresif. Distribusi unit yang tidak merata tiap bulan membuat peringkat mudah berubah.
Dengan dinamika seperti ini, daftar 15 besar mobil listrik terlaris Januari 2026 menjadi gambaran jelas bahwa pasar BEV Indonesia tengah memasuki fase pertumbuhan cepat, tetapi belum sepenuhnya stabil.
Para produsen dituntut menjaga konsistensi suplai dan strategi harga agar tetap kompetitif di tengah persaingan yang makin sengit.
Editor : Muhamad Ahsanul Wildan